IPPS: Seleksi Sekda Kota Bekasi Harus Jadi Tolok Ukur Nasional Berbasis Merit

- Editor

Kamis, 24 September 2026 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

KOTA BEKASI, Mediakarya – Panitia Seleksi (Pansel) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi mulai menilai empat kandidat yang akan memperebutkan kursi pimpinan tertinggi birokrasi di Kota Bekasi. Keempatnya adalah Dinar Faizal Badar, Arif Maulana, Muhammad Solikhin, dan Dede Tito Ismanto.

Proses penilaian yang akan berlangsung dalam 15 hari ke depan ini mendapat sorotan dari pengamat komunikasi publik dari Institute for Public Policy Strategic  (IPPS), Tintus Formancius.

Menurut Tintus, pergantian Sekda Kota Bekasi bukan sekadar mengisi kekosongan jabatan. Lebih dari itu, proses ini akan menentukan arah birokrasi Kota Bekasi dan dapat menjadi tolok ukur nasional tentang bagaimana pemimpin birokrasi seharusnya dipilih.

“Ini bukan urusan Kota Bekasi saja. Jika Bekasi berhasil memilih dengan standar tertinggi, maka setiap daerah akan tergerak meniru. Ini teladan bagi seluruh negeri,” ujar Tintus saat diwawancari Mediakarya, Kamis (24/9/2026).

Tintus menawarkan kerangka penilaian yang ia sebut sebagai Lima Pilar Pemimpin Birokrasi. Kerangka tersebut mengacu pada teori keterampilan manajerial yang dirumuskan Robert L. Katz dalam karya monumentalnya Skills of an Effective Administrator yang diterbitkan Harvard Business Review pada 1955.

Katz membagi keterampilan pemimpin menjadi tiga. Yakni konseptual, teknis, dan hubungan antarmanusia, yang kemudian disempurnakan dengan menambahkan keterampilan manajerial dan integritas sebagai pilar yang tidak dapat ditawar.

Dia pun menyampaikan lima pilar yang menurutnya wajib dimiliki oleh calon Sekda:

Pertama keterampilan konseptual. Di mana calon Sekda harus mampu memandang gambaran besar dan menghubungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan.

“Calon Sekda harus menguasai kerangka tata kelola seperti good governance, akuntabilitas, dan supremasi hukum, serta memahami UU Pemerintahan Daerah dan sistem keuangan negara secara menyeluruh untuk menyusun visi jangka panjang,” ungkap Tintus.

Kedua, calon Sekda harus mampu dan menguasai keterampilan teknis. Di antaranya, keahlian khusus dalam menjalankan tugas pokok. Meliputi kemampuan menyusun, mengendalikan, dan mempertanggungjawabkan APBD, mengelola aset dan belanja daerah, serta menguasai prosedur perizinan dan pengadaan sesuai standar BPK.

Baca Juga:  Dinilai Mirip Jokowi, Publik Diminta Tidak Terjebak Gaya Pencitraan KDM

“Tanpa ini, arah bagus namun tidak sampai ke tangan rakyat,” tegasnya.

Ketiga, kata Tintus, calon Sekda harus memiliki keterampilan manajerial. Seperti, kemampuan memimpin dan menggerakkan ribuan ASN.

“Seperti, dari menyusun rencana kerja, membagi tugas, membina kedisiplinan, hingga mengambil keputusan tepat waktu dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Keempat, lanjut Tintus, calon Sekda juga harus memiliki keterampilan hubungan antarelemen. Yakni mampu menjadi jembatan antara Kepala Daerah, DPRD, aparat, dan masyarakat.

Termasuk berbicara tegas namun santun, mendengar tanpa membedakan kedudukan, menyelesaikan konflik tanpa memihak, dan menerima kritik.

“Pemimpin yang hebat tidak diukur dari seberapa banyak orang takut kepadanya, melainkan seberapa banyak orang percaya kepadanya,” kata Tintus.

Kelima, calon Sekda harus berintegritas. Menurut dia, ini merupakan pilar terakhir yang menjadi garis batas. Calon Sekda harus bebas dari KKN dan kepentingan pribadi, tidak menerima keuntungan dari keputusan yang diambil, mengumumkan harta kekayaan secara terbuka melalui LHKPN, dan itu siap mundur jika melanggar kepercayaan

Tintus menegaskan, keputusan Pansel Kota Bekasi akan memberi contoh bahwa jabatan negara adalah amanah, bukan hadiah.

“Pilihlah yang mampu melihat gambaran besar, yang menguasai pekerjaan, yang mampu menggerakkan tim, yang didengar dan dipercaya rakyat, serta yang menjaga kejujuran di atas segalanya. Bukan yang paling dekat. Bukan yang paling menyenangkan. Yang paling layak,” pungkasnya.

Dengan seleksi berbasis lima pilar tersebut, Bekasi diharapkan menjadi kota pertama yang menegaskan bahwa kemampuan dan integritas adalah satu-satunya jalan menuju jabatan birokrasi tertinggi. (Supri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas
Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik
Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Ketum Somasi Ungkap Fakta Kasus Tanah Senun Bin Nikin
Dipastikan Tak Ada Intervensi Politik, Kejagug Didesak Dalami Dugaan Keterlibatan Tri Adhianto dalam Kasus Migas Kota Bekasi
Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi
PMB 2026 Oleh UM Indonesia Gunakan Cara Tak Biasa

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:21 WIB

IPPS: Seleksi Sekda Kota Bekasi Harus Jadi Tolok Ukur Nasional Berbasis Merit

Kamis, 24 September 2026 - 11:02 WIB

Ribuan Buruh Dari Bekasi Dan Karawang Bergerak Ke Jakarta Dapat Pengawalan Petugas

Kamis, 24 September 2026 - 07:04 WIB

Calon Sekda Kota Bekasi Harus Miliki Rekam Jejak Bersih dan Bebas dari Kepentingan Politik

Rabu, 23 September 2026 - 19:22 WIB

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Desak DPRD DKI Turun ke Bantargebang

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Berita Terbaru

Ekonom Kwik Kian Gie (Foto: Ist)

Opini

Untung Ada Ekonom Kwik Kian Gie

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:45 WIB