Sejumlah Politisi Kerap Pertontonkan Perdebatan Tak Mendidik, Haidar Alwi: Jangan Bebani Bangsa Dengan Konflik

- Penulis

Senin, 23 September 2024 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegiat Toleransi Indonesia, Haidar Alwi.

Pegiat Toleransi Indonesia, Haidar Alwi.

JAKARTA, Mediakarya – Pasca pemilihan presiden, publik masih merasakan ada ketegangan dari masing masing pendukung capres cawapres, saat kontestasi politik 2024 berakhir.

Hingga saat ini, menjelang pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November mendatang, namun ketegangan itu ternyata masih terasa.

Seperti akhir-akhir ini, sejumlah tayangan di stasiun TV maupun media sosial lainnya, mempertontonkan adanya ketegangan dari para pendukung capres yang ikut berkontestasi pada pilpres 2024 lalu.

Menanggapi hal itu, pegiat Toleransi Indonesia, Hadar Alwi menilai jika fenomena itu terus dibiarkan berkembang, dikhawatirkan bakal memicu konflik horizontal.

“Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan konflik, akibat perbedaan pilihan pilpres, di tengah kemajemukan sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai toleransi,” ujar Haidar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Senin (23)9/2024).

Haidar mengungkapkan, budaya toleransi di Indonesia, sudah cukup dikenal oleh masyarakat dunia, di mana perbedaan keyakinan, satu sama lain dapat menyatu dan saling berdampingan.

Baca Juga:  Airlangga-Ganjar Pesaing Kuat Prabowo-Puan

Namun, dengan adanya silang pendapat di sejumlah tayangan di TV maupun di media sosial lainnya yang berakhir dengan kata hujatan dan makian, ia juga mengkhawatirkan dapat mencoreng citra Indonesia di mata dunia.

“Apalagi, jika kita simak acara acara debat terkait politik, banyak sekali menyampaikan pesan pesan yang sangat tidak baik untuk rakyat,” kata Haidar,

Oleh karena itu, direktur eksekutif Haidar Alwi Institute ini mengingatkan kepada semua pihak dapat menahan diri dan kembali menjunjung tinggi budaya toleransi dan perdamaian.

“Jadi atas nama Toleransi Indonesia, saya berharap agar cukup sudahi.
Hentikan perdebatan dan ujaran yang tak pantas, Jangan bebani bangsa ini dengan konflik,” pungkas Haidar.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung
Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG
KPK Ditantang Ungkap Pemain Besar Dalam Kasus Suap PT Blueray Cargo
Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi
Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi
Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?
Bawa Sejumlah Bukti, Korban Penipuan Hanania Travel Datangi Kantor BPKN RI
Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:22 WIB

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:14 WIB

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:33 WIB

Bank Jakarta Siapkan Empat Strategi Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Terkoneksi

Jumat, 5 Juni 2026 - 16:33 WIB

Kisah Djaka Budi Utama, Dirjen Bea Cukai Lulusan Terbaik Kopassus Berani Bongkar Gurita Korupsi

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:24 WIB

Yayasan dan Mitra yang Berafiliasi dengan Mantan Kepala BGN Bakal Diperiksa Kejagung?

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB