ACEH UTARA, Mediakarya – Partai Aceh (PA) memperingati (Milad) yang ke-15 tahun. Acara tersebut di pusatkan di kantor Sekretariat Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh (KPA/PA), Desa Meunasah Keude Geudong Kec Samudra, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis (07/07/2022).
Hadir dalam Milad ke-15 Partai Aceh, sejumlah tamu undangan, tokoh masyarakat, simpatisan, kader Partai Aceh, pengurus Partai Aceh, dan bakal caleg (bacaleg) PA.
Dalam sambutannya, Sekretaris partai Aceh Ismail A Rahman alias Linud mengajak para kader dan simpatisan agar dapat bekerja untuk memenangkan PA di Pemilu 2024 mendatang.
Menurut dia, tujuan perjuangan belum sampai. Untuk itu, dirinya terus berupaya untuk mewujudkan kesejahteraan merata bagi masyarakat Aceh.
“Karena ini semua keputusan di tangan kita orang Aceh, tinggal kita yg memilih. Kita lanjut berperang dengan politik atau kita kembali berperang mengunakan senjata,” kata Linud di sela-sela Milad ke-15 PA.
Linud menegaskan, bahwa saat ini masyarakat berperang dengan politik. Dia hanya berharap kedepan tetap dapat berperang dengan politik. Oleh sebab itu dirinya memiliki tanggung jawab untuk mempertahankan partai dan PA wajib harus menguasai parlemen.
Untuk pemenangan pemilu nanti, Linud mengajak kader dan simpatisan PA untuk memenangkan Partai Aceh. “Kita dari GAM harus tau sejarah setelah perdamaian, Tentara Nanggroe Aceh (TNA) kini di ganti nama menjadi Komite Peralihan Aceh (KPA),” katanya.
“Oleh sebab itu perang senjata sudah berakhir, kini kita berperang dengan politik. Kita dari Partai Aceh punya tujuan. Apa tujuan kita masa dulu dan sekarang juga masih sama tujuan kita dalam PA, seyogyanya hanya untuk memperjuangkan hak rakyat Aceh,” tambahnya
Sebagai sekretaris partai, dirinya juga mengharapkan kekompakan penuh terhadap pengurus, kader PA dan DPR terpilih, karena Cek Mad selaku bupati sudah habis masa jabatan. Untuk itu, Pemilu 2024 Partai Aceh harus menjadi pemenang.

Sementara itu di tempat sama, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali menegaskan komitmennya dengan pemerintah Negara Kesatuan Repoblik Indonesia. (NKRI) Arafat juga akan memperjuangkan apa yang telah tertuang dalam perjanjian MoU Helsinky. Setidaknya apa yang selama ini dikorbankan tidak sia-sia.
Arafat juga mengajak semua rakyat Aceh dan pengurus dan kader Partai Aceh untuk memenangkan Pemilu mendatang. “Kita dewan Partai Aceh mengajak kepada seluruh kader agar mendongkrak suara untuk mendapatkan kursi di parlemen. Kita berharap untuk Baleg harus dapat bergaul dan berbaur dengan masyarakat, tokoh masyarakat dan alim ulama,” imbaunya.
Arafat mengatakan, jika Partai Aceh tidak ada lagi di bumi Aceh ia mengkhawatirkan marwah orang Aceh akan hilang. Setidaknya dengan adanya PA segala kebijakan politik yang diambil alih oleh Jakarta, dapat dianalisa terlebih dulu.
“Tapi bila Partai Aceh tidak ada lagi maka apapun yang dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap Aceh, tidak ada lagi yang dapat mencegah perbuatan kepentingan politik mereka. Selama ini siapa yang telah mempertahankan perubahan untuk rayat Aceh agar dapat hidup sejahtera, tidak lain adalah mantan kombantan orang PA dan KPA yang berada di parlemen,” jelasnya.
Arafat berharap agar seluruh kader bahu-membahu berbahu untuk memenangkan PA. Sebab, eks kombantan dinilai berani berkorban terhadap Aceh, meski keluarganya telah menjadi korban untuk mempertahankan Aceh yang lebih baik.
“Kita dari Partai Aceh berupaya dalam politik masa pemilu tahun 2024, ke depan agar PA dapat mendulang suara untuk masing masing kecamatan, dapat satu kursi DPRK. Karena di Aceh Utara, ada 27, Kecamatan, maka harapan kita PA harus memenangkan 27 kursi di tingkat DPRK Aceh Utara nantinya,” harapnya. (Zulmalik).










