Setyo Budianto, Irjen Kementan Jebolan KPK Naik Pangkat Bintang Tiga

- Penulis

Kamis, 28 Maret 2024 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setyo Budianto mendapat kenaikan pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi

Setyo Budianto mendapat kenaikan pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi

JAKARTA, Media Karya – Inspektur Kementerian Pertanian (Kementan), Setyo Budianto yang baru-baru ini dilantik Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendapat kenaikan pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi. Kenaikan pangkat ini berdasarkan Surat Telegram Nomor: STR/817/III/KEP./2024 Tentang Kenaikan Pangkat Reguler Pati Polri dan Nomor: STR/818/III/KEP./2024 Tentang Kenaikan Pangkat Pengabdian Pati Polri, dilantik pada tanggal 27 Maret 2024.

Pengamat pertanian IPB, Prima Gandhi menilai langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sangat tepat mengangkat Komjen Pol. Setyo Budiyanti jebolan Direktur Penyidikan KPK sekaligus menjabat Kapolda di beberapa daerah untuk mengakselerasi bersih-bersih di lingkup Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini sangat penting dalam upaya mengembalikan citra, kepercayaan publik dan menumbuhkan semangat baru serta mengembalikan prestasi yang pernah ditorehkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi, penerapan pertanian modern, kesejahteraan petani dan mewujudkan swasembada pangan serta menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

“Selamat kepada Pak Jenderal Setyo Budiyant atas kenaikan bintang tiga diusia 57 tahun. Ini kabar baik bagi kita semua karena Pak Jenderal masih tiga tahun lagi pensiun atau mengabdi kepada negara khususnya memajukan sektor pertanian, khususnya bersih-bersih Kementerian Pertanian dari korupsi dan menjadi Mr. Clean,” demikian dikatakan Prima Gandi di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Prima Gandhi optimis Kementan di bawah Kepemimpinan Andi Amran Sulaiman dengan dukungan kerja keras Inspektur Jenderal, Komjen Pol Setyo Budiyanto ke depanya dapat kembali meraih predikat WTP dari BPK, mewujudkan anti korupsi dan meraih kembali penghargaaan Anti Gratifikasi dari KPK.
Selama menjabat periode 2014-2019, Menteri Pertanian Amran Sulaiman berhasil mewujudkan swasembada beras, jagung dan bawang merah yang terjadi pada 2017 lalu.

“Pak Mentan Amran Sulaiman pun bahkan berhasil membawa Kementan meraih WTP dari BPK pada 2016, 2017, 2018 dan 2019. Juga menerima penghargaan anti Gratifikasi KPK pada 2017 dan 2018. Hadirnya Komjen Pol Setyo Budiyanto yang menjabat Inspekstur Jenderal Kementan, prestasi ini tentunya dapat diraih kembali. Pak Jenderal jebolan KPK, tentu punya kapasitas yang mumpuni,” tegasnya.

Baca Juga:  Ketua Komisi I Sebut UMKM Perlu Berbasis Digital agar Bisa Bertahan

Sebelumnya pada pelantikan Irjen Kementan, Setyo Budiyanto (22/3/2024), Mentan Amran meminta Setyo Budiyanto untuk melakukan pencegahan terhadap semua praktek korupsi dan juga tindak pidana yang mencoreng nama baik Kementan sebagai leader produksi pertanian. Pria yang juga merupakan Ketua Umum DPP Ikatan Alumni Unhas ini menggambarkan saat ini kondisi di Kementan sedang terjadi el nino baik di luar maupun di dalam.

“Nah tugas saudara tangani el nino di dalam. Ambil tindakan preventif jangan kuratif, kita cegah praktek korupsi supaya ke depan tidak ada lagi undangan yang tidak diinginkan dari penegak hukum,” tegasnya.

Ke depan, Mentan Amran ingin, nama baik kementan kembali terhormat dan mendapat kepercayaan publik sebagai penyedia pangan bagi jutaan masyarakat Indonesia dan juga publik internasional. Dia yakin, Setyo Budiyanto merupakan orang yang tepat dalam melakukan pencegahan.

“Bapak pernah di kepolisian, bapak pernah di KPK pasti bapak tahu apa yang harus dilakukan. Karena itu saya minta perkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami ingin kita lebih baik dari 5 tahun sebelumnya,” tandasnya.

Selain Komjen Pol Setyo Budiyanto, pada pelantikan Kenaikan Pangkat Reguler Pati Polri ini, kenaikan pangkat juga diperoleh Kombes. Pol. Kurniawan Affandi menjadi jenderal bintang satu atau Brigjen Polisi (Jabatan Pati Baintelkam), yang pada tanggal 28 Februari 2024 dilantik Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjadi Inspektur Investigasi Kementerian Pertanian.(hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi
Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto
DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang
Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik
Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak
Junior Roberts Hadir di Cinta Sedalam Rindu, Akui Peran Revan Penuh Tantangan
Jelang Musda KNPI Tokoh Pemuda Kota Sukabumi Gelar Silaturahmi, Sampaikan Pernyataan Sikap
Idrus Marham Sebut Cara Kerja Menteri Golkar Nyata
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 08:44 WIB

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:02 WIB

Umbu Kabunang Minta Propam Usut Dugaan Pelanggaran HAM di Kasus Ririn Rifanto

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:52 WIB

DPRD Kota Bekasi Desak Pemprov DKI Jakarta Bertanggung Jawab atas Kemacetan Parah di Bantargebang

Jumat, 13 Maret 2026 - 00:32 WIB

Bank Jakarta Santuni 8.500 Anak Yatim dan Duafa, Tebar Berkah Ramadan hingga Hadirkan Posko Mudik

Rabu, 17 Desember 2025 - 11:58 WIB

Istri Kepala Daerah Diduga Intervesi Proses Mutasi Jabatan dan Tentukan Pemenang Proyek, KPK Didesak Segera Bertindak

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Murah, Rasuah Meriah

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:17 WIB