Timur Malaka Kiemas Siap Kawal Bacapres Hasil Rekomendasi Munas NasDem

- Editor

Senin, 20 Juni 2022 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

3 Bacapres hasil rekomendasi Partai NasDem.

3 Bacapres hasil rekomendasi Partai NasDem.

JAKARTA, Mediakarya – Bakal calon legislatif Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang juga Ketua Umum Relawan   Barisan Pencinta Puan Maharani (BP2M) Timur Malaka Kiemas siap mendukung segala kebijakan partai terkait dengan keputusan Partai NasDem yang telah merekomendasikan tiga nama bakal calon presiden (Bacapres) pada Pilpres 2024.

Timur mengatakan, dengan keputusan partainya yang telah mengumumkan 3 Bacapres itu, maka ia menyatakan diri untuk mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Relawan   BP2M dan akan tegak lurus terhadap keputusan hasil Rakernas Partai NasDem yang merekomendasikan 3 nama yaitu Anies Baswedan, Andirka Prakasa, dan Ganjar Pranowo untuk maju pada kontestasi Pilpres mendatang.

Menurut Timur, hijrahnya dirinya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ke Partai NasDem lantaran di partai yang saat ini digawangi oleh Megawati Soekarno Putri itu sudah tidak lagi membela kepentingan rakyat.

“Saya menyatakan mundur dari Ketua Umum BP2M. Bila Puan masih memiliki ambisi untuk maju pad Pilpres 2024, biarlah rakyat yang memilih. Tapi faktanya beberapa bulan BP2M melakukan sosliasisai, tapi nyatanya elektabilitas Puan masih di bawah 5 persen. Ini membuktikan bahwa rakyat sudah tidak lagi simpati terhadap partai yang selama ini mengusung jargon partai wong cilik,” tegas mantan politisi PDI-P dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Senin (20/6/2022).

Baca Juga:  Ahmad Muzani: Koalisi Terus Bekerja Menangkan Prabowo Subianto
Timur Malaka Kiemas (Foto: dok Mediakarya)

Sepupu Ketua DPR RI Puan Maharani itu mengakui bahwa saat ini ada partai yang merasa sudah besar, sehingga sombong dan lupa terhadap siapa yang mendukung dan membesarkannya.

“Perlu kita ingat bahwa sombong merupakan lambang kehancuran. Kami berbicara seperti ini bukan tanpa alasan. Sebab, partai yang kerap mengeksploitasi wong cilik tapi nyatanya terhadap wong cilik sebaliknya justru berbanding terbalik dengan jargonnya. Saat ini masyarakat sudah cerdas. Jejak digital terkait dengan reputasi partai sulit dihilangkan,” kata Timur, tanpa menjelaskan siapa partai dinilai sombong yang dimaksud.

Terkait dengan hasil rekomendasi Partai NasDem, Timur mengaku bahwa dirinya segera membentuk relawan dan menghidupkan kembali jaringannya yang selama ini berada di BP2M agar beralih untuk mendukung 3 tokoh yang telah direkomendasikan oleh NasDem.

“Kami lihat NasDem partai yang cerdas dalam menentukan arah pijakan politik ke depan. Sehingga tokoh yang direkomendasikan sebagai Bacapres benar-benar berkualitas dan kinerjanya sudah terbukti bukan hanya mematikan mic saat sidang,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter
Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:46 WIB

Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia

Berita Terbaru