KARANGANYAR, Mediakarya – Pasar Tanaman Hias dalam kurun waktu 6 tahun terakhir bergerak sangat dinamis. Selain harganya, trend pasarnya pun juga mengalami pergerakan perubahan.
Namun berbeda dengan petani tanaman hias di Kabupaten Karanganyar. Selama ini mereka fokus dengan Tanaman Hias jenis Anthurium. Mereka terus berinovasi mencetak varian hybrid – hybrid agar pasar tidak jenuh.
Serapan pasarnya merambah dunia international. Yang paling masif adalah pasar negara Philipina. Tiap 1-2 bulan sekali ribuan Anthurium Jenmani Varigata terserap Oleh pedagang Philipina yang melakukan penjualan Live langsung di kebun petani.
“Sudah hampir 5 tahun terakhir, pedagang Philipina melakukan penjualan online di sini. Rata – rata sekali kirim dalam kurun waktu 1-2 bulan mencapai 4000 pohon,” ujar Miono, petani tanaman hias di Tawangmangu, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, 75 % Jenis yang paling di minati yaitu Anthurium Jenmani Varigata kuning ukuran 20-25 cm. Hal itubdisebabkan karena harganya masih terjangkau. Adapun sisanya jenis Jenmani Varigata Pink Dan Anthurium Obor varigata.
“Para pedagang Philipina itu melakukan penjualan live di dua Kecamatan yaitu Tawangmangu dan Ngargoyoso. Sementara tanaman dikumpulkan dari dari petani sekitar,” jelasnya.
Lanjut Miono, saat ini semakin susah untuk mendapatkan tanaman yang layak dan siap jual. Karena antara penjualan dan produksi nya kurang seimbang.
Tanaman yang siap jual ini tidak hanya dari satu petani. Ada pedagang yang mengumpulkan dari para petani, kalau dulu dari satu tempat bisa dapat 50-100 pohon, kalau sekarang agak susah. Karena telat produksi pembibitannya. Jadi harus mengambil dari lebih banyak sumber lagi,” papar Miono.
Pihaknya berharap dengan adanya pasar Philipina tersebut tentu membawa berkah bagi para petani. “Mereka terus memproduksi biji dan menyemai yang nantinya di jual ke lokasi dimana pedagang Philipina melakukan penjualan live online,” katanya.
Salah satunya di nikmati Giyanto Ping. Seorang pedagang tanaman hias, yang belanja keliling ke petani dan di jual kembali ke tempat Live .
“Alhamdulilah dengan adanya penjualan ke Philipina, saya juga ikut merasakan hasilnya. Saya belanja ke petani petani, Dan saya setorkan ke tempat penjualan live. Tapi semakin ke sini barang semakin susah karena Telat produksinya,” ujarnya.
Harga penjualan live berkisar antara 50-300 ribu perpohon. Tergantung jenis nya.
Jika di rata rata harga tanaman 100 ribu per pohon , maka dalam sebulan uang berputar di tingkat pedagang Dan petani mencapai 200 juta per bulan











