Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

- Editor

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miono, petani tanaman hias di Tawangmangu, Kamis (24/9/2026).

Miono, petani tanaman hias di Tawangmangu, Kamis (24/9/2026).

KARANGANYAR, Mediakarya – Pasar Tanaman Hias dalam kurun waktu 6 tahun terakhir bergerak sangat dinamis. Selain harganya, trend pasarnya pun juga mengalami pergerakan perubahan.

Namun berbeda dengan petani tanaman hias di Kabupaten Karanganyar. Selama ini mereka fokus dengan Tanaman Hias jenis Anthurium. Mereka terus berinovasi mencetak varian hybrid – hybrid agar pasar tidak jenuh.

Serapan pasarnya merambah dunia international. Yang paling masif adalah pasar negara Philipina. Tiap 1-2 bulan sekali ribuan Anthurium Jenmani Varigata terserap Oleh pedagang Philipina yang melakukan penjualan Live langsung di kebun petani.

“Sudah hampir 5 tahun terakhir, pedagang Philipina melakukan penjualan online di sini. Rata – rata sekali kirim dalam kurun waktu 1-2 bulan mencapai 4000 pohon,” ujar Miono, petani tanaman hias di Tawangmangu, Kamis (24/9/2026).

Menurutnya, 75 % Jenis yang paling di minati yaitu Anthurium Jenmani Varigata kuning ukuran 20-25 cm. Hal itubdisebabkan karena harganya masih terjangkau. Adapun sisanya jenis Jenmani Varigata Pink Dan Anthurium Obor varigata.

“Para pedagang Philipina itu melakukan penjualan live di dua Kecamatan yaitu Tawangmangu dan Ngargoyoso. Sementara tanaman dikumpulkan dari dari petani sekitar,” jelasnya.

Lanjut Miono, saat ini semakin susah untuk mendapatkan tanaman yang layak dan siap jual. Karena antara penjualan dan produksi nya kurang seimbang.

Baca Juga:  Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia

Tanaman yang siap jual ini tidak hanya dari satu petani. Ada pedagang yang mengumpulkan dari para petani, kalau dulu dari satu tempat bisa dapat 50-100 pohon, kalau sekarang agak susah. Karena telat produksi pembibitannya. Jadi harus mengambil dari lebih banyak sumber lagi,” papar Miono.

Pihaknya berharap dengan adanya pasar Philipina tersebut tentu membawa berkah bagi para petani. “Mereka terus memproduksi biji dan menyemai yang nantinya di jual ke lokasi dimana pedagang Philipina melakukan penjualan live online,” katanya.

Salah satunya di nikmati Giyanto Ping. Seorang pedagang tanaman hias, yang belanja keliling ke petani dan di jual kembali ke tempat Live .

“Alhamdulilah dengan adanya penjualan ke Philipina, saya juga ikut merasakan hasilnya. Saya belanja ke petani petani, Dan saya setorkan ke tempat penjualan live. Tapi semakin ke sini barang semakin susah karena Telat produksinya,” ujarnya.

Harga penjualan live berkisar antara 50-300 ribu perpohon. Tergantung jenis nya.
Jika di rata rata harga tanaman 100 ribu per pohon , maka dalam sebulan uang berputar di tingkat pedagang Dan petani mencapai 200 juta per bulan

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah
Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi
BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi
Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Perkuat Perlindungan Wisatawan dan Pariwisata Nasional, BPKN Dukung Asuransi Wajib Turis Asing
Dugaan Keterlibatan Misbakhun dan Kerugian Triliunan Rupiah dari Peredaran Rokok Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Selasa, 22 September 2026 - 07:44 WIB

Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah

Senin, 21 September 2026 - 17:05 WIB

Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi

Jumat, 18 September 2026 - 08:06 WIB

BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi

Berita Terbaru

Ekonom Kwik Kian Gie (Foto: Ist)

Opini

Untung Ada Ekonom Kwik Kian Gie

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:45 WIB

Kapolres Nias Selatan saat terima perwakilan GMNI

Daerah

Kapolres Nias Selatan Terima Audensi Dari Perwakilan GMNI

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:48 WIB