KOTA BEKASI, Mediakarya – Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menegaskan bahwa saat ini Pemkot Bekasi serius membersihkan kali dari sampah dengan menggunakan Seehamster. Hal ini dilakukan sebagai upaya menyelesaikan permasalahan sampah yang ada saat ini.
Hal tersebut diungkapkannya saat membuka acara Grand Launching Fasilitas Pengelolaan Sampah dan Aksi Bersih Kali Bekasi sekaligus meresmikan serta meluncurkan Perahu Seehamster di Kali Bekasi, tepatnya di Jalan Delta Raya, Kelurahan Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, bekerjasama dengan Waste4change dan One Earth One Ocean Pemerintah Kota Bekasi meluncurkan Seehamster, yaitu perahu pembersih sungai buatan Jerman yang bertujuan untuk mengumpulkan, memilah dan mendaur ulang sampah yang ada di sungai Kota Bekasi.
Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono menuturkan, karena dalam persoalan sampah di Kota Bekasi cukup kompleks dan harus melibatkan seluruh elemen dalam mengatasinya, mulai dari pemilahan, pemisahan dan proses pengangkutan sampahnya.

“Keterlibatan unsur eksternal dalam hal penyelesaian sampah khususnya di sungai atau kali yang ada di Kota Bekasi sangat penting, mengingat dan belajar dari penyelesaian Kali Citarum dimana Pemerintah Pusat dibantu dengan rekan-rekan pecinta sungai atau warga membantu menyelesaikan persoalan sampah dengan langkah yang dilakukan bersama-sama, sehingga timbulnya sinergitas,” terangnya.
“Kami akan selalu mendorong apapun bantuan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Bekasi kita akan optimalisasikan dan kita dorong kemudian berupaya agar program-program itu dapat berjalan serta memberikan kemaslahatan bagi warga Kota Bekasi,” sambungnya.
Pada kesempatan tersebut, dirinya juga melakukan peninjauan langsung ke Kali Bekasi dengan mengendarai Perahu Seehamster.
Ia berharap, melalui hal ini Pemerintah Kota Bekasi dapat mengurangi jumlah timbulan sampah di sungai Kota Bekasi dengan keberadaan 3 unit perahu Seehamster yang sedang beroperasi dan memiliki kapasitas pengumpulan sampah 50-100 kilogram sampah per hari. (apl)






