Namun, pertemuan tersebut justru diwakili oleh PT Samudera, yang diketahui merupakan subkontraktor PT Hermina Jaya. Warga menilai kehadiran PT Samudera tidak relevan karena tidak tercantum dalam kesepakatan awal.
Merasa tidak ada kepastian penyelesaian, Safarudin bersama warga kemudian mendatangi lokasi pencucian batu bauksit dan menghentikan seluruh aktivitas operasional perusahaan.
Warga menilai persoalan dugaan wanprestasi PT Hermina Jaya yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi memicu konflik yang lebih besar dan bahkan dapat menimbulkan korban. Kekhawatiran tersebut semakin meningkat dengan adanya keberadaan oknum aparat Brimob bersenjata lengkap di lokasi tambang.
Safarudin mengungkapkan bahwa aparat Brimob telah berjaga di area pencucian bauksit selama beberapa bulan terakhir. Keberadaan aparat bersenjata di tengah konflik perusahaan dan warga menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.




