Home / DKI

Demokrat Ingatkan Tenaga Kerja Lokal Jangan Tersingkir di Era RPIP Jakarta

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Partai Demokrat–Perindo DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan (Foto: Ist)

Ketua Fraksi Partai Demokrat–Perindo DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya — Fraksi Partai Demokrat–Perindo DPRD DKI Jakarta menyoroti perubahan arah pembangunan industri Ibu Kota yang kini tidak lagi bertumpu pada manufaktur berbasis produksi massal. Dalam pandangannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta 2026–2046, fraksi ini menegaskan pentingnya kebijakan tegas agar transformasi industri memberi nilai tambah bagi warga Jakarta.

Ketua Fraksi Demokrat–Perindo, Ali Muhammad Johan, menyatakan RPIP adalah dokumen strategis yang akan menentukan arah pembangunan industri dan ekonomi Jakarta selama dua dekade ke depan. Dokumen ini merupakan turunan RPJPD 2025–2045 yang menetapkan Jakarta sebagai kota global.

“Jakarta tidak lagi diarahkan sebagai wilayah produksi massal, tetapi sebagai pusat industri bernilai tambah, termasuk teknologi, jasa industri, pengelolaan usaha, dan penguasaan pasar,” ujar Ali, Senin (19/1/2026).

Dalam lampiran RPIP, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDRB Jakarta diproyeksikan turun dari 9,7 persen pada 2025 menjadi 6,8 persen pada 2046. Sementara itu, jumlah tenaga kerja industri ditargetkan melonjak dari sekitar 503 ribu menjadi lebih dari 1,8 juta orang, dengan nilai investasi meningkat drastis dari Rp3,3 triliun menjadi lebih dari Rp240 triliun.

Menurut Ali, proyeksi ini menunjukkan perubahan struktur industri Jakarta. Aktivitas industri ke depan akan lebih fokus pada perencanaan, pengelolaan, teknologi, dan jasa pendukung. “Jakarta diarahkan sebagai pusat pengendalian dan manajemen industri, bukan lokasi produksi massal,” jelasnya.

Fraksi Demokrat–Perindo menekankan, perubahan ini harus diikuti kebijakan yang jelas dan dapat dijalankan. Lonjakan investasi dan penyerapan tenaga kerja tidak akan berdampak nyata tanpa strategi yang memastikan terciptanya nilai tambah di Jakarta.

Baca Juga:  Prasetyo Edi Marsudi Ajak Pendukung dan Relawan Ganjar-Mahfud Jaga TPS

Salah satu catatan utama adalah kesiapan tenaga kerja lokal. Ali menegaskan, peningkatan jumlah tenaga kerja hampir empat kali lipat tidak boleh sekadar menjadi target kuantitatif. “Pertanyaan pentingnya, jenis pekerjaan apa yang akan tumbuh dan apakah warga Jakarta mampu mengisinya,” ujar Ali. Industri berbasis teknologi, rekayasa, desain, dan digitalisasi membutuhkan tenaga kerja terampil. Tanpa penguatan pendidikan dan vokasi, peluang kerja dari investasi besar justru berpotensi diisi tenaga kerja dari luar Jakarta.

Selain tenaga kerja, Ali menyoroti arah investasi industri yang ditargetkan melonjak ratusan triliun rupiah. Investasi ini harus diarahkan untuk memperkuat sektor prioritas, seperti alat kesehatan, elektronika, energi ramah lingkungan, serta industri berbasis teknologi dan inovasi. “Tanpa pengendalian arah, investasi besar berisiko tidak mengubah struktur ekonomi Jakarta,” tegasnya.

Fraksi ini juga menekankan pentingnya konsistensi pengembangan wilayah dan klaster industri, keterlibatan IKM dalam rantai nilai industri, penerapan industri hijau sebagai standar operasional, serta tata kelola dan pengawasan yang ketat.

“RPIP harus memberikan arah kebijakan yang tegas dan konsisten agar industri, investasi, ketenagakerjaan, dan penataan ruang berjalan seirama. Tanpa itu, RPIP berisiko hanya menjadi dokumen perencanaan tanpa dampak nyata,” pungkas Ali Muhammad Johan. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik
Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026
Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Pras: Usia 500 Tahun Jakarta, Momentum Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Beroientasi Pada Kesejahteraan Masyarakat
Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat: Cerita Warga Condet Bersama PAM JAYA
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:12 WIB

Jaga SPMB di Jakarta, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Apresiasi Kinerja Kepala Disdik

Senin, 15 Juni 2026 - 13:47 WIB

Akselerasi Layanan Digital, Bank Jakarta Kembali Hadir di Jakarta Fair 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 08:45 WIB

Pemprov Disarankan Gandeng Polda Metro Hapus Denda ETLE

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:00 WIB

Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Berita Terbaru

Foto; Mediakarya

Daerah

BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini

Rabu, 17 Jun 2026 - 18:09 WIB

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi, (foto; Mediakarya)

Daerah

Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi

Rabu, 17 Jun 2026 - 17:48 WIB