KOTA BEKASI, Mediakarya – Pemerintah mewajibkan wilayah boleh melaksanakan mudik ialah yang minimal 30 tervaksin booster di wilayahnya. Berangkat dari situ, Kota Bekasi terus melakukan vaksinasi booster di wilayahnya.
Seperti yang terlihat di Camp Dragon yang menaungi atlet-atlet beladiri. Baik pelatih maupun atlet menjalani vaksin booster yang digelar di Camp Dragon, jalan A. Yani, kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan pada Jumat (01/04/22).
“Untuk atlet supaya sehat dan yang kedua bisa pulang kampung vaksin Ketiga kan ini program pemerintah, semua ya kerjasama dengan Pemkot Bekasi, Sebab semua vaksin adanya di Puskesmas,” kata Pembina Camp Dragon H. Riad Oscha Chalik.
Ia berharap, setelah menjalani vaksin dosis 3 atau booster ini, baik atlet maupun pelatih semakin sehat dan terus menorehkan prestasi.
“Iya mungkin latihan jalan terus jalan terus. harapan ke depannya kalau berprestasi atlet muaythai maupun wushu dan lainnya di bawah campa dragon ini akan membantu naiknya Kota Bekasi prestasi di bidang olahraga,”imbuhnya.
Selama masa pandemik sejak 2020 lalu, Camp Dragon tetap melakukan kegiatan latihan secara rutin untuk menjaga kebugaran para atletnya.
“Jalan terus memimpin olahraga terus jalan terus setiap hari kecuali hari Minggu hari Minggu. Senin sampai sabtu jalan terus latihan tidak kendor,” H. Riad menambahkan.
Kepala Puskesmas Kayuringin Jaya drg Ariska Agustina menuturkan bahwa puskemas menyiapkan 50 dosis vaksin untuk booster di Camp Dragon.
“Tadi semuanya dapat tervaksin, tidak ada yang komorbit atau semua layak divaksin,” katanya.
Sementara itu, Lurah Kayuringin Jaya Ricki Suhendar yang juga ikut hadir menambahkan bahwa itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihak pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi.
“Untuk kegiatan hari ini memang program pemerintah ya yang bersinergi dengan KONI Kota Bekasi maupun dengan cabang-cabang olahraga yang ada di KONI Kota Bekasi juga jadi memang ini merupakan target kita semua untuk melaksanakan vaksinasi jadi Alhamdulillah pada kesempatan hari ini program ini terus berjalan cabang-cabang olahraga juga,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa sampai saat ini hampir terdata itu sekitar 70% sudah tervaksin untuk anak-anak atlet mungkin karena kemarin waktu vaksinasi ini tidak bersamaan.
“Berdasarkan hasil rekapitulasi dari Kelurahan maupun Puskesmas Kayuringin Jaya, sudah hampir sekitar 84% dan memang itu yang kita data,” ungkapnya.
Yang menjadi kendala adalah masalah lansia dan komorbit yang memang sulit sekali untuk vaksin dan dilakukan juga secara door to door. Pihak kelurahan seringkali mengalami kesulitan untuk mendata warganya yang ajib vaksin karena memang banyak sekali pendatang yang ber-KTP luar kota Vekasi.
“Jadi untuk vaksinasi itu sendiri kita memang kesulitan karena memang di sini itu adalah tipe call-nya ya pendatang jadi baru 1 bulan 2 bulan atau 3 bulan tadinya sidak kita data-data dia sudah pindah karena banyak yang ngontrak maupun kos-kosan di sini gitu tapi euforianya terus kita jalankan kita buka juga di Puskesmas maupun di GOR sini terus tidak henti-henti sampai stok vaksin pun terbatas,” kata Ricki.
Ditambahkan Ricky bahwa pihaknya juga terus melakukan vaksinasi baik secara door to door maupun gerai yang telah disediakan. vaksin dosis 3 menjadi prioritas dalam rangka program pemerintah dengan menyiapkan untuk booster-nya ada sekitar 700 dosis vaksin.
“Seperti ini akan dilakukan juga kepada instansi lain mungkin ke selain di Batubara kalau program terus kita tiap hari kita lakukan dulu terus sama anak SD Puskesmas, kita lakukan misalnya kita jaring lagi berdasarkan informasi dari rt-rw mana warga yang butuh kita untuk datangkan door to door jadi nanti pendampingan melalui rt rw kita lakukan vaksinasi,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga hadir didampingi ketua KONI Kota Bekasi Abdul Rosyad, ketua umum Cabor Wushu Ucu Asmarasandi, Kadispora Kota Bekasi Ahmad Zarkasih dan pengurus Cabor beladiri lain serta para pengurus Camp Dragon.(Mme)











