Tak Kunjung Tangkap Harun Masiku, KPK Disarankan Gandeng Densus 88

- Editor

Rabu, 25 Mei 2022 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi PDI Perjuangan Harun Masiku. (Ist)

Politisi PDI Perjuangan Harun Masiku. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Raibnya mantan Caleg Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Harun Masiku, setelah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap terhadap mantan komisioner KPU Wahyu Setiawan terus mengundang tanya masyarakat.

Pasalnya, sudah 851 hari terhitung sejak tahun 2020 silam, KPK hingga saat ini belum juga mengendus keberadaan buron nomor wahid tersebut. Bahkan spekulasi yang berkembang bahwa mantan politisi PDIP itu sengaja disembunyikan karena kasus yang menimpanya diduga bakal menyeret sejumlah elit di partai tersebut. 

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengatakan, dengan belum terungkapnya keberadaan Harun Masiku, membuat pemikiran publik terhadap KPK menjadi liar.

“Padahal kita bisa lihat bagaimana KPK melakukan OTT berturut-turut selama ini, atau jangan-jangan OTT selama ini guna menutup opini publik atas kasus Harun Masikhu yang tak kunjung selesai,” ungkap Iskandar kepada Mediakarya, Selasa (24/5/2022).

Menurutnya, publik tahu bahwa tersangka Harun Masikhu ini berkorelasi dengan partai penguasa saat ini, sehingga kasus ini memang dibuat lambat atau memang mau dihilangkan begitu saja.

Seharunya KPK tak perlu menututupi dalam menyikapi kasus tersebut. Bahkan jika serius dalam mengungkap buron mantan caleg PDIP itu, KPK bisa kerja sama dengan Densus 88.

Baca Juga:  Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Penipuan TKK Di Lingkungan Pemkot Bekasi

Iskandar mengungkapkan, Densus 88 sudah diakui kehebatannya. Karena selama ini masyarakat ketahui bahwa tim elit kepolisian itu untuk memburu jaringan teroris dimana pun berada dapat terungkap. Siapa tahu, kata dia, kerja sama KPK dengan Densus 88 itu bisa mengungkap buron Harun Masiku untuk dipertanggung jawabkan kepada publik.

“Kalau KPK tidak mampu memberikan solusi terkait dengan penyelesaian Harun Masiku, maka kami menyerankan agar Ketua KPK membuat pernyataan kepada publik dan segera mengundurkan diri,”  kata Iskandar.

Jadi, terkait dengan kasus Harun Masiku yang diduga bakal menyeret sejumlah elit di petinggi partai penguasa itu agar segera dituntaskan. KPK harus mempertanggung jawabkan kepada masyarakat. 

“Kalau memang tak mampu saya sarankan KPK dibubarkan saja. Agar penanganan kasus hukum dikembalikan ke Kejaksaan dan Kepolisian. Toh kinerja Kejaksan juga saat ini sudah mulai membaik. Buat apalagi ada KPK jika proses penegakkan hukum yang terjadi sarat dengan muatan politik,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun
Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal
Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 22:45 WIB

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:40 WIB

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 September 2026 - 22:37 WIB

Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB