Ketua Komisi I Sebut UMKM Perlu Berbasis Digital agar Bisa Bertahan

- Editor

Selasa, 21 Maret 2023 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Melalui Media Sosial, Selasa (21/3).

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid saat menjadi keynote speaker pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Melalui Media Sosial, Selasa (21/3).

JAKARTA, Medikarya – Ketua Komisi I DPR, Meutya Viada Hafid mengatakan UMKM perlu berbasis digital agar bisa bertahan ke depannya. Menurut Meutya, transformasi digital merupakan peluang bagi pelaku-pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas, tidak hanya domestik tetapi juga internasional.

“Ke depan, semua jenis bisnis tanpa terkecuali harus berbasis digital untuk bertahan. Ketika semua manusia mendapatkan informasi dari digital, maka sulit untuk bisnis bertahan ketika dia tidak memasuki ranah digital,” ujar Meutya Hafid dalam keynote speaker pada acara webinar Ngobrol Bareng Legislator bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Melalui Media Sosial, Selasa (21/3).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek. Adapun nara sumber webinar ini adalah, Head of Marketing Chicken Holic, Sylvi Dhea Angesti dan Founder Kampung Digital, Deddy Pranata.

Meutya Hafid yang juga politisi senior Partai Golkar itu juga menjelaskan mengenai strategi pemasaran melalui digital. Dikatakan, strategi promosi dengan digital bisa dilakukan melalui media sosial, lalu jualan di marketplace, menggunakan jasa endorsment melalu relasi, kenalan, keluarga, ataupun influencer lokal.

Baca Juga:  Inilah 5 Kebijakan Demul yang Disorot DPRD Fraksi PKS

“Tinggal bagaimana kita selaku pelaku UMKM menyesuaikan dengan target pasar yang kita tuju,” tegasnya.

Sementara itu, Founder Kampung Digital, Deddy Pranata menuturkan brand adalah nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan mendiferensiasikan produk atau jasa dari para pesaing.

“Branding sebagai business owner, tiga hal yang harus dilakukan yang pertama adalah membuat nama, kedua, menentukan makna, dan ketiga membentuk makna tersebut di pikiran atau benak pelanggan,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Head of Marketing Chicken Holic, Sylvi Dhea Angesti mengatakan kehadiran digital branding dirasa perlu untuk sebuah produk apalagi untuk usaha UMKM. Selain untuk meningkatkan daya tarik konsumen, digital branding juga memberikan identitas yang berbeda sekaligus sebagai metode lain untuk berpromosi.

Ia mengungkapkan digital branding yang dibangun Chicken Holic, mendapatkan penghargaan sebagai salah satu brand yang paling berkembang di Kota Medan dalam bidang Food and Beverage (F&B) pada tahun 2015 yang diberikan oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku
Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang
Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Husein Salim Resmi Jabat Ketum PAW BPN Aptaksindo
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:05 WIB

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:43 WIB

Jokowi dan Bahlil Dituding Pihak Paling Bertanggungjawab Dalam Kasus Pulau Rempang

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Foto: dok.Mediakarya

Headline

Menanti Status Hukum Djan Faridz dalam Kasus Harun Masuku

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:05 WIB