Kenakan Dasi Kuning, Jokowi Dinilai Sudah Nyaman Dengan Golkar

- Editor

Kamis, 21 Desember 2023 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan dasi kuning ketika hendak bertolak ke Jepang.

Warna dasi yang dikenakan oleh Presiden Jokowi menimbulkan spekulasi publik bahwa mantan Wali Kota Solo itu telah bergabung dengan Partai Golkar yang mengidentikkan berwarna kuning.

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan terkait dengan warna dasi yang sempat dikenakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku nyaman dengan Partai Golkar.

Hal itu ia sampaikan merespons pernyataan Politikus Partai Golkar Ravindra Airlangga tentang dasi kuning.

Jokowi tak banyak komentar tentang dasi kuning yang ia pakai saat berangkat ke Jepang. Namun, ia menjawab singkat saat ditanya apakah nyaman dengan Golkar.

“Nyaman,” kata Jokowi sambil terkekeh usai meresmikan Jembatan Otista, Bogor, Selasa (19/12/2023) lalu.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai publik berhak memaknai bahwa Jokowi lebih lebih mulai dekat dengan Golkar dibanding dengan PDIP.

Baca Juga:  Polisi Ungkap Praktik Aborsi di Rumah Kontrakan Sumur Batu Kemayoran

“Saya memaknai bahwa dasi kuning itu bisa saja ke depan dia lebih dekat dengan Golkar atau punya garis politik yang sama dengan Golkar,” kata Emrus sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Kamis (21/12/2023).

Emrus berpandangan dengan semakin merapatnya ke gerbong Golkar, Jokowi otomatis akan kian menjauh dengan PDIP. Karena Jokowi tidak mungkin memiliki dua kartu anggota partai.

“Saya kira tinggal tunggu waktu bahwa Jokowi akan bisa merapat ke Golkar,” tegas dia.

Emrus mengungkapkan, ada tujuan alasan Jokowi untuk merapat ke Partai Golkar. Menurut dia, faktor kepentingan menjadi asas utama dalam sikapnya mengubah haluan politik tersebut.

“Tentu pak Jokowi ini kan politisi, sebagai politisi tentu punya tujuan merapat ke partai mana. Biasanya merapat ke partai politik tertentu karena kepentingan seseorang itu lebih terwujud di partai yang akan ditujunya,” katanya.*

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah
Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik
Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai
Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara
Pakar Komunikasi Politik: Suara Kritis Dibungkam, Demokrasi Berhenti Bernapas
Jelang Musda, Kader Senior Golkar Kota Bekasi Adi Yunsyah Imbau Kader Hilangkan Egosentris
Realitas Politik Pasca Jokowi, Bayangan yang Belum Pergi
Analis IPPS: Polemik Musda Golkar Kota Bekasi Tak Produktif, Perlu Calon Kuda Hitam Redam Konflik

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Sekjen NCW Harap Kapolri Baru Perkuat Penegakan Hukum dan Berantas Korupsi di Daerah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Inisiator GNK Habib Syakur: Kapolri Suyudi Ario Seto Harus Bawa Perubahan di Tengah Isu Geopolitik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Etos Indonesia Desak DPP Golkar Cabut Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq: Istri Koruptor Hattrick Ancam Elektoral Partai

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Selamat dan Sukses, Kepada Sahabat yang Kini Memegang Tali Pimpinan Bhayangkara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 03:40 WIB

Pakar Komunikasi Politik: Suara Kritis Dibungkam, Demokrasi Berhenti Bernapas

Berita Terbaru