Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

- Penulis

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo hadir saat perayaan Hari Buruh 2026. (Foto: Ist)

Presiden Prabowo hadir saat perayaan Hari Buruh 2026. (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 dinilai harus menjadi alarm keras bagi pemerintah dalam menata ulang prioritas pembangunan nasional. Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa kesejahteraan guru dan tenaga kesehatan harus menjadi prioritas utama negara.

Menurut Ali Zaini, definisi buruh tidak terbatas pada pekerja pabrik, melainkan mencakup seluruh elemen yang menukar tenaga, pikiran, dan waktu demi upah.

“Presiden, menteri, guru, perawat, petani, hingga pekerja seni—semuanya adalah buruh Republik Indonesia. Karena itu, negara wajib mengelola anggaran dengan logika buruh, yaitu setiap rupiah harus tepat sasaran dan tidak boleh bocor,” ujar Ali Zaini, Sabtu (2/5/2026).

Ia menilai, pengelolaan anggaran negara saat ini masih belum optimal. Salah satu contoh adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bernilai besar, namun dinilai memiliki sejumlah persoalan dalam pelaksanaannya.

“Niatnya baik untuk mengatasi stunting, tetapi pelaksanaan yang tidak tertata—mulai dari data penerima hingga pengawasan—berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran,” katanya.

Di sisi lain, Ali Zaini menyoroti kondisi guru honorer yang masih jauh dari kata sejahtera. Banyak di antaranya menerima upah antara Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per bulan dengan sistem pembayaran yang tidak menentu.

“Membangun SDM unggul tidak mungkin tercapai jika guru sebagai pilar utama pendidikan hidup dalam keterbatasan. Kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kesejahteraan tenaga pengajarnya,” tegasnya.

Kondisi serupa juga dialami tenaga kesehatan. Ia menyebut tenaga medis di berbagai daerah masih menghadapi keterlambatan insentif dan beban kerja yang tinggi.

Baca Juga:  BPKN RI Dukung Komdigi Batasi Anak Bermain Medsos

“Tenaga kesehatan bekerja dalam tekanan tinggi untuk menyelamatkan nyawa, namun kesejahteraan mereka sering terabaikan. Ini menjadi persoalan serius bagi sistem kesehatan nasional,” ujarnya.

Ali Zaini menilai situasi ini sudah masuk dalam kategori darurat peradaban. Menurutnya, kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas pendidikan dan kesehatan yang didukung oleh kesejahteraan para pelakunya.

“Otak yang cerdas lahir dari pendidikan yang baik, dan tubuh yang sehat lahir dari layanan kesehatan yang layak. Keduanya hanya bisa terwujud jika guru dan tenaga kesehatan dimuliakan,” jelasnya.

Ia pun mendesak pemerintah menjadikan Hari Buruh 2026 sebagai momentum evaluasi kebijakan, khususnya dalam pengelolaan anggaran pendidikan dan kesehatan agar lebih transparan dan akuntabel.

“Anggaran harus bisa dilacak secara digital, diaudit independen, dan pelanggaran ditindak tegas. Korupsi di sektor pendidikan dan kesehatan adalah ancaman bagi masa depan bangsa,” katanya.

Selain itu, ia mendorong peningkatan kesejahteraan melalui gaji layak, beasiswa ikatan dinas untuk daerah 3T, serta perbaikan infrastruktur sekolah dan fasilitas kesehatan.

Ali Zaini juga mengusulkan adanya standar Upah Martabat Nasional bagi guru dan tenaga kesehatan sebagai bentuk penghargaan atas peran strategis mereka.

“Guru dan tenaga kesehatan bukan sekadar pekerja biasa. Mereka berperan langsung dalam menentukan masa depan bangsa,” pungkasnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:51 WIB

Hari Buruh 2026: LPKAN Desak Pemerintah Prioritaskan Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB