Dave Laksono Berhasil Meraih Gelar Doktor ilmu Pertahanan Unhan

- Editor

Kamis, 4 Januari 2024 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dave Laksono saat menerima Gelar Doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan.

Dave Laksono saat menerima Gelar Doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan.

 

BOGOR,MediaKarya: Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektig(PPK) Kosgoro 1957 Dave Akbarshah Fikarno Laksono berhasil meraih gelar doktor Ilmu Pertahanan dari Universitas Pertahanan (UNHAN).

Dave lulus dengan predikat Cumlaude dengan tesis “Kerja sama dan Kemandirian Industri Pertahanan dalam mendukung Produk Domestik Bruto Sebagai Upaya Pertahanan Negara”

Hadir dalam sidang terbuka tersebut Retno Marsudi(Menlu RI), HR. Agung Laksono(Anggota Wantimpres RI), Hinca Siburian(Kepala BSSN), Agus Gumiwang Kartasasmita(Menperin RI), Jerry Sambuaga (Wamendag RI),Meutya Hafid (Ketua Komisi I DPR RI , Nurul Arifin (Anggota Komisi I DPR RI), Bobby Rizaldi (Anggota Komisi I DPR RI), Ace Hasan Syadzily(Ketua DPD Partai Golkar Jabar), dan seluruh pengurus serta anggota Kosgoro 1957.

Dalam tesisnya Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar ini menyebutkan perlunya optimalisasi perumusan kebijakan oleh Kemhan dan DPR RI dalam kerja sama industri pertahanan dimulai dengan pengarusutamaan kebijakan secara bottom-up.

“Selain itu, Kemhan, KKIP, DPR RI, dan Defend Id perlu berkoordinasi aktif untuk mensukseskan kebijakan yang telah dirumuskan sekaligus melakukan evaluasi lanjutan,” ungkapnya dalam sidang terbuka, Kamis (4/1/2024).

Ia mengatakan, KKIP dan industri pertahanan perlu meningkatkan material and capacity transfer, kemampuan MRO, serta komitmen pelaksanaan TKDN.

“Hal tersebut juga tidak terlepas dari peran DPR RI melalui pembentukan regulasi dan road map anggaran guna mendukung penyelenggaraan industri pertahanan ke arah kemandirian,” ujarnya.

PDB, kata dia sebagai bagian penting dalam terbentuknya anggaran pertahanan perlu menjadi perhatian Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan dan sinergitas dengan Defend Id serta kolaborasi aktif dengan industri pertahanan swasta.

Baca Juga:  Pendiri NII Crisis Center: Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

“Ini bagian penting yang perlu kita bangun sinergitasnya,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan agar Pemerintah terus menempuh berbagai upaya agar Indonesia mampu mewujudkan Indonesia emas tahun 2045, diantaranya dengan pembangunan infrastruktur, kapasitas SDM, riset inovasi dan pengembangan bisnis, transformasi kebijakan dan regulasi, tata kelola data dan pengamanannya, hingga peningkatan investasi dan sumber pembiayaan.

Pilar transformasi ekonomi, lanjutnya sangat penting menjadi pendukung Indonesia Emas tahun 2045 tersebut. Berkaitan dengan penelitiannya tersebut, maka tentu sektor industri pertahanan dapat memberikan kontribusi tersendiri secara khusus dalam klaster industri manufaktur bagi PDB.

“Karena, PDB dapat menjadikan indikator sebagai negara dengan income tinggi/ developed country, distribusi pemerataan pendapatan/ penurunan gini ratio, sehingga karakteristik negara kuat dengan PDB tinggi termasuk bidang pertahanan,” tuturnya.

Namun yang lebih penting dari itu semua, Dave berharap Pemerintah perlu lepas dari middle income trap dan sukses dalam berbagai hal.

“Yakni sukses industrialisasi kombinasi Kerjasama dan kemandirian, sukses penguasaan teknologi dan lainnya’, karena Indonesia kaya akan bahan baku dan energi sehingga perlu di hilirisasi Agam memiliki nilai tambah dalam memperkuat pertahanan kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan
PDIP: Wacana MBG Masuk Kurikulum Cuma Pengalihan Isu Keracunan 50 Ribu Anak
Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:41 WIB

Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:50 WIB

PDIP: Wacana MBG Masuk Kurikulum Cuma Pengalihan Isu Keracunan 50 Ribu Anak

Berita Terbaru

Ketua BPKN RI Mufti Mubarok. (Foto: dok.Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:47 WIB