Mantan Napitas Jadi Agen Demokrasi Ajak Masyarakat Sukseskan Pemilu 2024

- Editor

Rabu, 24 Januari 2024 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ratusan mantan narapidana tindak pidana terorisme (napiter) yang mengikuti program deradikalisasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah bertransformasi dari anti-NKRI menjadi agen demokrasi.

Munir Kartono, salah satu eks napiter yang menjadi agen demokrasi mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pemilu 2024 agar berlangsung aman, damai dan lancar.

“Masyarakat perlu memahami bahwa pemilihan umum adalah proses berdemokrasi di Indonesia yang telah diatur oleh konstitusi, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” kata Munir kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Menurut Munir, tidak tepat bila ada yang membenturkan pemilu dengan tafsiran agama, dengan mengatakan bahwa proses demokrasi tidak sesuai dengan syariat Islam.

“Justru hal ini dapat membahayakan persatuan Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, Munir merupakan sahabat dari Bahrun Naim, pemuka ISIS Indonesia. Bertugas mencari pendanaan secara daring melalui bitcoin.

Munir menceritakan pengalaman selama mengikuti program deradikalisasi BNPT yang dimulai selama masa penahanan. Kegiatan yang dilakukan berupa dialog, diskusi, brainstorming oleh pembina dari BNPT, Densus 88 Antiteror Polri, akademisi hingga tokoh agama.

Dijelaskannya, para napiter yang mengikuti program deradikalisasi mendapat pembinaan secara berkesinambungan termasuk ketika berada di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas).

Puncak dari proses deradikalisasi yang dijalankan para napiter terjadi ketika dipindahkan ke Pusat Deradikalisasi BNPT.

“Saya mendapat pembinaan yang komprehensif, mencakup aspek keagamaan, wawasan kebangsaan, psikologi serta melibatkan banyak pihak dari akademi hingga tokoh masyarakat,” katanya menuturkan.

Baca Juga:  KY Tanda Tangani MoU dengan KPU Dukung Kelancaran Pemilu

Menurut Munir, pembinaan agama dan wawasan kebangsaan menjadi titik balik baginya untuk mencintai NKRI. Sebelumnya, ketika terpapar paham radikalisme, Indonesia sebagai negara ‘thoghut” yang tidak menjalankan syariat Islam.

Namun, pandangannya mulai terbuka setelah mendapat pemahaman baru tentang Maqashid Syariah, dan sejarah peran ulama dalam kemerdekaan Indonesia.

Setelah menjalani program deradikalisasi, Munir mengubah pandangan radikalnya menjadi pemahaman yang luas sesuai dengan semangat Pancasila dan NKRI.

Selama program deradikalisasi, Munir melakukan banyak dialog dan berbagai interaksi dengan para ahli agama, tokoh masyarakat. Dan menyadari bahwa pemahaman sebelumnya keliru dan membahayakan keselamatan orang lain.

Munir menyoroti peran tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada masyarakat, terkait pandangan terhadap potensi segregasi (pemisahan antar kelompok) dalam masyarakat, terutama melalui isu-isu agama dalam konteks pemilu.

Dia menambahkan, bahwa di atas konstitusi Indonesia, banyak agama dan kepercayaan yang dijamin untuk bisa tumbuh dan berkembang, termasuk Islam.

“Oleh karenanya, tidak ada alasan untuk mengklaim Indonesia adalah negara “thoghut” karena tidak sesuai dengan Syariat islam,” kata Munir, dilansir dari antara.

Munir pun menyampaikan harapannya agar Pemilu 2024 membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan positif.

“Pemilu tidak berkaitan dengan status keimanan seseorang, dan apapun pilihannya, tidak boleh digunakan untuk memutuskan kekafiran dan keislaman seseorang,” ujar Munir. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!
DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi
Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud
Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri
Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan
Pasca Suami Dicokok KPK, Posisi Ranny Fahd Arafiq di Panggung Politik Melemah
Prabowo Tancap Gas Percepat Pendidikan Gratis Dari Sekolah Dasar Sampai Perguruan Tinggi
RUU Pemilu Berpotensi Hanguskan Jutaan Suara Pemerintah Ancang Ancang Skema Penyelamatan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 11:20 WIB

Heboh Apartemen Mewah di Dalam Lapas Cibinong, LPKAN: Ini Bisnis Oknum Petugas!

Jumat, 25 September 2026 - 07:25 WIB

DPP Golkar Dinilai Kebobolan, Jabatan Strategis Diisi Mantan Residivis Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 06:39 WIB

Denny Indrayana Ungkap Bawaslu Dihalangi Akses Dokumen Gibran, Hanya Bermodal Surat Keterangan Kemendikbud

Jumat, 25 September 2026 - 00:10 WIB

Persoalan Tanah Sejak 2017, G Nyoman Tio Rae Tempuh Jalur Hukum ke Mabes Polri

Kamis, 24 September 2026 - 16:53 WIB

Dinilai Politisi Prematur, Surat Diskresi Ranny Fahd Arafiq Maju Ketua Golkar Kota Bekasi Dipertanyakan

Berita Terbaru

Daerah

Dana Revitalisasi SMAN 2 Mazo Cair Rp600 Juta Jadi Sorotan

Jumat, 25 Sep 2026 - 10:07 WIB