FIS Dinilai Berhasil Naikkan Elektabilitas Golkar

- Penulis

Jumat, 8 Maret 2024 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua 1 PDK Kosgoro 1957 Kota Bekasi Novarel Syaefudin Zuhry.

Wakil Ketua 1 PDK Kosgoro 1957 Kota Bekasi Novarel Syaefudin Zuhry.

 

JAKARTA,MediaKarya- Elektabilitas partai Golkar pada pemilu 2024 meningkat drastis, hal itu tidak terlepas dari peran serta simpatisan dan organisasi Formasi Indonesia Satu (FIS) sebagai loyalis, sehingga partai berlambang pohon beringin itu berdasarkan hasil riel count pada pileg 2024 ini menempati posisi kedua di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Seperti diketahui, berdasarkan hasil penghitungan suara atau real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU), partai Golkar meraih 15.05 persen, hanya berbeda satu juta suara dari PDIP dengan perolehan 16.39 persen suara.

Analis politik Center for Publik Policy Studies (CPPS) Indonesia, Novarel Saefuddin Zuhry menilai naiknya suara Golkar pada pemilihan legislatif (Pileg) 2024 ini bukan hanya karena Prabowo-Gibran efek, namun dia menilai melonjaknya suara partai yang pernah berjaya di era orde baru itu lantaran kerja keras para relawan dan fenomena pergeseran pemilih muda yang menginginkan partai yang lebih realistis.

“Yang selama ini kita ketahui bahwa pemilih golkar kebanyakan kalangan usia di atas 40 tahun. Namun di pileg 2024 ini ada pergeseran pemilih, banyak juga kalangan milenial dan generasi z yang lebih berpikir realistis untuk menentukan pilihannya pada partai yang dianggap telah mapan. Jika kita amati golkar adalah satu-satunya partai yang berbasis kader bukan karena ketokohan. Nah di sinilah letak kelebihan golkar dibanding partai lain,” ujar Varel kepada wartawan di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Selain itu, Varel juga menyoroti soal organisasi FIS yang dinilai berhasil dapat menjebol kandang banteng (PDI-P) di Jawa Tengah maupun kantong-kantong suara yang selama ini dikuasai oleh partai nonparlemen.

“Saya melihat FIS ini bekerja silent opreration. Jadi sulit dipantau oleh partai lain, bahkan internal partai golkar sendiri jangan-jangan tidak mengetahuinya. Pola kerja seperti ini tentu menjadi model di era perkembangan demokrasi saat ini. Kami menilainya hanya Golkar dan PKS yang memiliki kemampuan seperti itu,” ujar mantan aktivis 98 ini.

Varel juga menilai bahwa FIS berhasil membantu menaikan elektabilitas Golkar. Pasalnya, berdasarkan rilis dari sejumlah lemba survei satu bulan jelang pelaksanaan pemilu, Golkar ditempatkan di posisi keempat.

Baca Juga:  FIS Ajak Elemen Masyarakat Kembali Bersatu, Pasca Pilpres 2024

“Berdasarkan rilis dari sejumlah lembaga survei terkemuka satu bulan jelang pemilu, golkar berada urutan keempat. Namun faktanya pileg 2024 ini memposisikan golkar pada urutan kedua dan hanya terpaut satu persen dari PDIP. Realitas politik golkar ini mematahkan hasil survei. Kami menduga keberhasilan golkar ini tak lepas dari kinerja para loyalis golkar dan kelompok silent opration,” pungkas Varel.

Seperti diketahui, peran penting Formasi Indonesia Satu di Jawa Tengah menjadi faktor penentu. Pasalnya, selain membantu partai Golkar di Jawa Tengah dalam meningkatkan suara. FIS juga mampu memenangkan Prabowo-Gibran di Jawa Tengah.

Berikut perolehan suara partai dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024:

1. PDI-Perjuangan: 16,39 persen
2. Partai Golkar: 15,05 persen
3. Partai Gerindra: 13,3 persen
4. PKB: 11,54 persen
5. Partai Nasdem: 9,42 persen
6. PKS: 7,5 persen
7. Partai Demokrat: 7,41 persen
8. PAN: 6,95 persen
9. PPP: 4,01 persen
10. PSI: 3,13 persen
11. Partai Gelora: 1,49 persen
12. Partai Perindo: 1,25 persen
13. Partai Hanura: 0,73 persen
14. Partai Buruh: 0,59 persen
15. Partai Ummat: 0,42 persen.
16. PBB: 0,33 persen
17. Partai Garuda: 0,29 persen
18. PKN: 0,21 persen

Perolehan suara tersebut diperoleh dari perhitungan yang masuk sebesar 65,87 persen di 542.238 TPS dari total 823.236 TPS.

Berikut Hasil Perolehan Suara Pileg 2019:

1. PDI-P: 27.053.961 (19,33 persen)
2. Gerindra: 17.594.839 (12,57 persen
3. Golkar: 17.229.789 (12,31 persen)
4. PKB: 13.570.097 (9,69 persen)
5. Nasdem: 12.661.792 (9,05 persen)
6. PKS: 11.493.663 (8,21 persen)
7. Demokrat: 10.876.507 (7,77 persen)
8. PAN: 9.572.623 (6,84 persen)
9. PPP: 6.323.147 (4,52 persen)
10. Perindo: 3.738.320 (2,67 persen)
11. Berkarya: 2.929.495 (2,09 persen)
12. PSI: 2.650.361 (1,89 persen)
13. Hanura: 2.161.507 (1,54 persen)
14. PBB: 1.099.848 (0,79 persen)
15. Garuda 702.536 (0,50 persen)
16. PKPI 312.775 (0,22 persen)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal
Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat
Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026
Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil
Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi
Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”
Pangdam Jaya Tekankan Seleksi Transparan pada Sidang Parade Catar Akademi TNI 2026
Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang Jakarta Barat
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 09:48 WIB

Dittipideksus Bareskrim Polri Bongkar Perdagangan Sianida Ilegal

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:33 WIB

Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:33 WIB

Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:39 WIB

Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”

Berita Terbaru