Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat

- Penulis

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uchok di acara diskusi publik 'Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Cokelat Muda dan Cokelat Tua dilindungi, di Kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Foto: dok.Mediakarya

Uchok di acara diskusi publik 'Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Cokelat Muda dan Cokelat Tua dilindungi, di Kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026). Foto: dok.Mediakarya

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mengkritik penanganan dugaan kasus Blueray dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang saat ini sedang diproses oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, penyidikan seharusnya tidak berhenti pada satu perusahaan maupun satu pihak tertentu, melainkan diperluas terhadap seluruh pihak yang diduga memiliki pola pelanggaran serupa.

Dalam keterangannya, Uchok menilai terdapat ketimpangan dalam proses penyidikan karena KPK dinilai hanya berfokus pada kasus yang melibatkan Kantor Bea Cukai, sementara dugaan keterlibatan pihak lain belum diungkap secara menyeluruh.

“Kenapa fokus hanya kepada Jakarta Utama? Yang lain kenapa tidak dibongkar oleh KPK?” ujar Uchok di acara diskusi publik ‘Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Cokelat Muda dan Cokelat Tua dilindungi, di Kawasan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2026).

Ia mengatakan, berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menurutnya memuat keterangan saksi, terdapat informasi mengenai pemberian berbagai jenis bonus kepada pihak-pihak tertentu, termasuk bonus yang diberikan secara rutin maupun insidental. Namun, menurut Uchok, ruang lingkup penyidikan yang dilakukan KPK baru mencakup periode sekitar Juli hingga Januari sebelum operasi tangkap tangan dilakukan.

Menurutnya, jika dugaan praktik tersebut telah berlangsung bertahun-tahun, maka penyidik semestinya menelusuri keseluruhan rangkaian peristiwa, bukan hanya rentang waktu tertentu.

“Kalau praktiknya sudah berlangsung lama, kenapa yang difokuskan hanya beberapa bulan saja?” katanya.

Selain itu, Uchok juga mempertanyakan tidak diungkapkannya identitas sejumlah pihak yang disebut dalam dokumen pemeriksaan yang diklaimnya pernah ia pelajari. Ia menilai, apabila memang terdapat dugaan aliran dana kepada aparat atau institusi tertentu, maka penyidik perlu menjelaskan perkembangan penyelidikannya secara transparan.

Baca Juga:  Kemendagri Luncurkan Sistem Informasi Politik dan Pemerintahan Umum

“Kalau memang ada dugaan pemberian kepada aparat, harus dijelaskan kepada siapa. Jangan hanya disebut institusinya saja tanpa ada kejelasan nama atau tindak lanjutnya,” ujarnya.

Uchok menilai keterbukaan tersebut penting agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlindungan terhadap pihak tertentu dalam proses penegakan hukum.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti dugaan keterlibatan sejumlah perusahaan importir lain yang menurutnya memiliki pola transaksi serupa dengan perkara yang sedang diproses KPK. Ia mengklaim terdapat sekitar 20 hingga 23 perusahaan importir yang semestinya turut diperiksa apabila penyidik ingin mengungkap perkara secara menyeluruh.

“Ada sekitar 20 sampai 23 pengusaha impor yang polanya sama, tetapi belum sama sekali disentuh oleh KPK,” kata Uchok.

Karena itu, ia mendesak KPK memperluas penyidikan terhadap seluruh perusahaan yang diduga terkait agar tidak muncul anggapan bahwa penegakan hukum dilakukan secara selektif.

“Kalau KPK ingin menunjukkan penegakan hukum yang adil, panggil dan periksa juga perusahaan-perusahaan tersebut. Datanya saya siap berikan,” tegasnya.

Uchok berharap penyidikan perkara dugaan korupsi yang melibatkan sektor kepabeanan dapat dilakukan secara komprehensif sehingga seluruh pihak yang diduga bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (HAB)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026
Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil
Polsek Lolowau Tangkap Satu Pelaku Penganiayaan, Kuasa Hukum Korban Desak Penangkapan Pelaku Lainnya
Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi
Tersebar di Kalangan Media, KPK Diminta Dalami Dokumen Transaksi Atas Nama “Heri Setiyono”
Pangdam Jaya Tekankan Seleksi Transparan pada Sidang Parade Catar Akademi TNI 2026
Dukung Deklarasi STBM, Bank Jakarta Berikan 1 Unit MCK Komunal di Tomang Jakarta Barat
Kecelakaan Maut Di Depan Unisma Bekasi, Truk Diduga Alami Rem Blong
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:33 WIB

Uchok Sky Khadafi Kritik KPK soal Kasus Korupsi Blueray dan Bea Cukai, Desak Usut Seluruh Importir yang Terlibat

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:33 WIB

Pangdam Jaya Deddy Suryadi Beri Pembekalan Diklat SPPI Koperasi Desa Merah Putih 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:53 WIB

Direktur SDR Kritik KPK Soal Kasus Blueray: Jangan Hanya Tangani Kasus Kecil

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:53 WIB

Polsek Lolowau Tangkap Satu Pelaku Penganiayaan, Kuasa Hukum Korban Desak Penangkapan Pelaku Lainnya

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Pakar Komunikasi: Tri Adhianto Perlu Bangun Tim Komunikasi Publik yang Terintegrasi

Berita Terbaru