Sekda Jayapura Minta OPD Genjot UMKM OAP Tingkatkan Kesejahteraan

- Editor

Rabu, 17 April 2024 - 02:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SENTANI, Mediakarya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Papua, Hana S Hikoyabi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) teknis menggenjot usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat orang asli Papua (OAP) guna meningkatkan kesejahteraan.

“Dana otonomi khusus (otsus) 2024 untuk Kabupaten Jayapura sebesar Rp210 miliar dan telah dibagi rata ke setiap OPD untuk meningkatkan kesejahteraan OAP melalui berbagai bidang salah satunya UMKM,” kata Sekda Kabupaten Jayapura Hana S Hikoyabi di Sentani, Selasa.

Menurut Sekda, dana otsus memang tidak besar kalau dibagi rata kepada 54 OPD di Kabupaten Jayapura, namun dengan anggaran itu OPD mampu merumuskan program dan kegiatan yang ada dampaknya.

“Setiap OPD mungkin terima Rp500 juta lebih, dana ini bisa dikelola semaksimal mungkin untuk membawa perubahan khususnya kesejahteraan bagi masyarakat Papua yang berada di 139 kampung dan lima kelurahan,” ujarnya.

Baca Juga:  DJPb Kepri sebut Pendapatan Negara Triwulan I 2024 Tumbuh Positif

Dia menjelaskan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) otsus, pihaknya telah menyetujui 128 usulan yang awalnya 154 usulan dari kelompok program kerja (Pokja) Papua Sehat, Papua Cerdas dan Papua Produktif.

“Tentu kami berharap dengan 128 usulan itu OAP yang hidup di kampung-kampung dapat menerima program tersebut dalam berbagai bentuk sehingga kesejahteraan yang diharapkan tercapai,” katanya, dilansir dari antara.

Dia menambahkan program dan kegiatan otsus bagi OAP tidak perlu yang sulit atau sukar, tetapi itu disesuaikan dengan kebiasaan mereka sehingga dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Orang yang tinggal di danau jangan buat program atau bantuan benih pertanian, begitu pula yang di daratan jangan diberikan bibit ikan tetapi kenali apa yang dibutuhkan sesuai kondisi tempat supaya dapat maksimal bantuan atau program itu,” ujarnya. (sm)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT
Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
Polemik HGU Cot Girek Memanas, Warga Tolak Ukur Ulang dan Desak Penyelesaian Sengketa Lahan
Sebanyak 40 Bangli di Atas Aliran Kali Harun Ditertibkan Petugas
Cara Tegur PKL Oleh Wali Kota Bekasi Jadi Sorotan, Ini Kata Pakar Komunikasi Publik

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:51 WIB

Haidar Alwi Sebut Kapolri Bawa Penegakan Hukum Karhutla Naik Kelas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Polemik HGU Cot Girek Memanas, Warga Tolak Ukur Ulang dan Desak Penyelesaian Sengketa Lahan

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB

Prof. Dr. Yudhie Haryono

Headline

Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi

Selasa, 25 Agu 2026 - 08:28 WIB