Jakarta, Media Karya-Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, mengambil langkah strategis dengan mengembalikan Marullah Matali sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta.
Pelantikan yang berlangsung tertutup di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, pada Jumat (8/11/2024) ini menjadi momen penting bagi Marullah, putra asli Betawi yang kembali dipercaya mengisi posisi strategis tersebut.
Pengamat kebijakan publik, Sugiyanto menilai langkah Teguh Setyabudi tersebut adalah sebagai keputusan cerdas.
“Langkag ini mencerminkan pemahaman akan pentingnya kearifan lokal dan kebutuhan untuk memperkokoh birokrasi Jakarta dengan figur yang sudah berpengalaman dan memiliki ikatan kuat dengan masyarakat,” ujar Sugiyanto saat berbincang dengan Media Karya, Sabtu (9/11).
Menurut pria berkacamata yang akrab disapa SGY ini setidaknya ada dua alasan strategis yang mendasari keputusan ini dan dapat mendorong kebangkitan Jakarta.
“Pertama, Marullah Matali adalah putra daerah yang kuat. Mengembalikan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta menunjukkan komitmen Teguh Setyabudi dalam memberikan peran strategis kepada putra daerah Betawi,”ujarnya lagi.
Kedua, lanjut SGY Marullah Matali adalah sosok pejabat yang berpengalan dan memiliki kompetensi yang tinggi.
“Marullah Matali bukanlah sosok baru dalam birokrasi DKI Jakarta. Pengalaman luasnya sebagai Sekda sebelumnya, ditambah dengan berbagai posisi strategis lainnya seperti Wali Kota Jakarta Selatan, membuktikan kompetensinya dalam mengelola pemerintahan daerah,”benernya.
Menurut SGY kembalinya Marullah ke posisi Sekda memastikan stabilitas dan kesinambungan kinerja pemerintahan.
“Keputusan ini sangat tepat mengingat sosok Marullah yang sudah dikenal dan dihormati oleh berbagai pemangku kepentingan, baik di kalangan birokrat maupun masyarakat. Dengan pemahaman mendalam terhadap berbagai permasalahan Jakarta dan pengalaman panjang di berbagai posisi strategis, Marullah diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta akselerasi program pembangunan prioritas Pemprov DKI Jakarta,” pungkasnya.(dri)











