Agar Roda Organisasi Dapat Berjalan dengan Lancar, Presidium GKJ Desak PJ Gubernur Isi Jabatan Kosong di Pemprov DKI

- Editor

Senin, 30 Desember 2024 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Banyaknya jabatan di Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang masih kosong atau dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) mendapat sorotan Presidium Gerakan Kolaborasi Jakarta (GKJ), Adjie Rimbawan.

Adjie mengungkapkan masalah ini sudah beberapa kali disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera mengisi kekosongan jabatan tersebut.

“Seharusnya, BKD sudah memiliki perencanaan yang matang dalam pengembangan karir dan career path bagi para pegawai Pemda DKI,” kata Adjie dalam keterangan tertulis, Senin (30/12/2024).

Adjie menekankan pentingnya adanya perencanaan yang baik dari BKD dalam hal pengembangan karir serta jalur karier bagi pegawai Pemprov DKI.

Ia juga menyarankan agar jika kompetensi pegawai masih terbatas, peran Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menjadi kunci untuk menyiapkan program pelatihan dan peningkatan sumber daya manusia.

“Jika memang kompetensi pegawai belum mendukung, peran BPSDM sangat penting untuk menyiapkan program pelatihan dan peningkatan SDM,” ujarnya.

Menurut pria pecinta alam ini, pengisian jabatan di Pemprov DKI menjadi sangat krusial, terutama untuk jabatan yang langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Baca Juga:  Mas Pram-Bang Doel Menang Satu Putaran, GKJ Apresiasi Kinerja KPU-Bawaslu

Adjie mencontohkan jabatan Sumber Daya Air (SDA), Kesra, dan Kepala Dinas Pendidikan yang masih dijabat oleh Plt.

“Sangat tidak baik apabila kejadian ini terus didiamkan. Kita tahu Kadis SDA masih dijabat Plt, sementara kejadian banjir rob di Jakarta Utara masih belum dapat teratasi,” jelas Adjie.

Ia juga menambahkan bahwa seorang Plt tidak akan berani mengambil keputusan besar, seperti menandatangani proyek bernilai ratusan miliar.

“Mana mungkin seorang Plt mau mengambil keputusan untuk menandatangani sebuah pekerjaan yang nilainya ratusan miliar. Dia tidak akan mau mengambil risiko,” tegasnya.

Lebih lanjut Adjie berharap Pemprov DKI segera mencari pejabat definitif agar roda organisasi dapat berjalan dengan lancar.

“Kita semua harus paham, saat ini pembahasan anggaran mulai berjalan, tidak akan dapat selesai pembahasan apabila pejabat yang memimpin tidak memiliki kekuatan kuat dalam mengambil keputusan,” pungkas Adjie.  (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Berpeluang Jadi PNS, Status Guru PPPK dari Darah akan Ditarik ke Pusat
DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG
Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan
Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!
Ketua Komisi III DPR RI: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan
Legislator Ini Soroti Tumpang Tindih Kewengan Konflik Agraria
Kemenhan Dapat Tambahan Anggaran APBN 2027 Jadi 189 Triliun

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Sabtu, 12 September 2026 - 08:19 WIB

Berpeluang Jadi PNS, Status Guru PPPK dari Darah akan Ditarik ke Pusat

Sabtu, 12 September 2026 - 04:46 WIB

DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG

Rabu, 9 September 2026 - 14:39 WIB

Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan

Selasa, 8 September 2026 - 06:01 WIB

Ahmad Sahroni: DPR Berantas Korupsi Pasti, tapi Jangan Sewenang-wenang!

Berita Terbaru