Home / DKI

Bunda Neneng Ungkap Banjir Rob dan Penanganan Sampah Masih Jadi PR di 2025

- Penulis

Kamis, 2 Januari 2025 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Masalah banjir rob dan penanganan sampai di Jakarta masih menjadi perdebatan pekerjaan rumah (PR) yang harus dituntaskan.

Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah, menyoroti serius persoalan rob dan sampah yang terus mengancam wilayah pesisir utara Jakarta.

Menurut loyalis AHY ini, rob yang semakin meluas diperburuk oleh minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai di kawasan tersebut.

“Setiap kecamatan di wilayah utara seharusnya memiliki tempat pengelolaan sampah dengan kapasitas minimal 1.000 ton per hari. Dengan begitu, sampah bisa langsung diolah di lokasi tanpa harus dibuang ke pesisir,” ujar Neneng saat berbincang dengan wartawan, Kamis (2/1/2025).

Politisi partai demokrat yang sudah 4 periode ini menjelaskan, volume sampah harian di Jakarta mencapai 7.800 ton, sementara kapasitas fasilitas pengolahan utama hanya mampu menangani sekitar 2.500 ton.

“Sisanya seringkali menumpuk atau terdistribusi secara tidak terkelola, khususnya ke wilayah pesisir yang juga terdampak rob,” ujarnya lagi.

Baca Juga:  Tumpangi Perahu Tradisional, Bunda Neneng Blusukan Temui Warga Kepulauan Seribu 

Politisi yang akrab disapa Bunda Neneng ini juga menyoroti rencana pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern yang saat ini masih dalam tahap kajian oleh Dinas Lingkungan Hidup.

“Proyek ini memang bagus, tapi harus segera direalisasikan. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama karena masalahnya sudah sangat serius,” tegasnya.

Selain sampah, Neneng menyoroti dampak rob yang terus memburuk, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan lahan yang terendam air laut. Menurutnya, relokasi warga terdampak rob harus direncanakan secara matang.

“Kalau memang harus relokasi, pastikan ada solusi konkret untuk warga. Jangan asal dipindahkan tanpa kejelasan,” tambahnya.

Neneng berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera menyusun langkah konkret untuk menangani persoalan rob dan sampah di pesisir utara Jakarta.

“Tanpa penanganan terpadu, situasi di wilayah tersebut akan terus memburuk dan berdampak luas pada kehidupan warga,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemeliharaan Gardu Listrik Tanpa Padam, PLN Jaga Pasokan Air Bersih PAM Jaya
Ssttt, Pelantikan Ketua DPRD DKI Tinggal Menghitung Hari
Andika Wisnuadji Jalankan Instruksi AHY, Demokrat Bantu Warga Lewat Kurban
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Balkoters Tebar Kepedulian saat Idul Adha, 2 Sapi dan 4 Kambing Disalurkan untuk Sesama
Terkait Kepemilikan Tanah, Warga Kwini Jakpus ke Fraksi PDIP DPRD DKI
Bukan Sekadar Energi, PT JOE Kirim Hewan Kurban untuk Warga Kepulauan Seribu
Jakarta 22 Satukan Komunitas Kreatif Sambut Jakarta 500 Tahun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:54 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik Tanpa Padam, PLN Jaga Pasokan Air Bersih PAM Jaya

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:18 WIB

Ssttt, Pelantikan Ketua DPRD DKI Tinggal Menghitung Hari

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:02 WIB

Andika Wisnuadji Jalankan Instruksi AHY, Demokrat Bantu Warga Lewat Kurban

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:53 WIB

Balkoters Tebar Kepedulian saat Idul Adha, 2 Sapi dan 4 Kambing Disalurkan untuk Sesama

Berita Terbaru

Ketum PMPRI, Rohimat alias Joker..

Ekonomi & Bisnis

PMPRI Soroti Dugaan Maladministrasi Lelang BRI Bandung

Minggu, 7 Jun 2026 - 09:22 WIB

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana saat  hendak digelandang ke mobil tahanan.

Ekonomi & Bisnis

Pengungkapan Kasus Korupsi di BGN Jadi Momentum Reformasi Prorgam MBG

Sabtu, 6 Jun 2026 - 21:14 WIB