Mantan Ketua Umum Mahasiswa PBS Periode 1990-2002 Dukung Program 3 Juta Rumah

- Penulis

Minggu, 16 Februari 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Pengurus Pusat (PP) Keluarga Mahasiswa Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (PBS) 1990-2002, HM.Taufiq Rahman AS mendukung terwujudnya program 3 juta rumah pertahun yang diperuntukkan bagi masyarakat berpendapatan di bawah Rp8 juta per bulan atau kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Taufiq menilai program 3 juta rumah pertahun sebagai bentuk komitmen Prabowo dalam merealisasikan janji kampanyenya saat Pilpres 2024 lalu. Selain itu merupakan salah satu dari 17 Program Prioritas Prabowo-Gibran dalam rangka menjamin rumah murah dan sanitasi untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan.

“Kami menilai program pembangunan 3 juta rumah pertahun bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu merupakan tekad Presiden Prabowo dalam mewujudkan kebutuhan dasar bagi masyarakat yaitu ketersediaan sandang pangan dan papan,” ungkap Taufik dalam keterangannya, Ahad (16/2/2025).

Sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Pembina Perkumpulan Kelompok Tani Hutan Mandiri Teluk Jambe (PKTHMTB), ia mendorong Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk memanfaatkan lahan yang ada di kawasan hutan di Kabupaten Karawang dijadikan salah satu lokasi program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami meyakini bahwa kelompok tani di Karawang akan menyambut baik program tersebut. Karena banyak di antara mereka belum memiliki rumah. Padahal tempat tinggal yang layak dan terjangkau merupakan hak dasar setiap warga negara,” ungkap Taufik yang mengaku pernah dekat dengan Prabowo Subianto di saat muda itu.

Dia juga berharap program pembangunan 3 juta rumah dapat menguatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi masyarakat miskin, serta mengurangi ketimpangan.

Oleh karena itu, Pemerintah harus hadir memberikan perumahan yang terjangkau dan sanitasi yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan target membangun atau merenovasi sebanyak 40 rumah per desa/kelurahan per tahun diharapkan akan dapat dicapai sebanyak 3 juta rumah mulai tahun kedua,” harapnya.

Seperti diketahui, bahwa HM.Taufiq Rahman AS merupakan Mantan Ketua Umum Alumni Mahasiswa Penerima Beasiswa Supersemar Periode 1990-2002. Dan saat itu Ketua Majelis Pertimbangan dijabat oleh H.Prabowo Subianto.

Taufiq juga mendukung Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang menetapkan H. Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra 2025-2030.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Minta Kapolri Ungkap Aktor Intelektual Di Balik Peredaran Narkoba di Wilayah Hukum Polda Kalteng

Selain itu dalam Kongres tersebut juga diputuskan bahwa H. Prabowo Subianto kembali diusulkan sebagai calon Presiden 2029-2034.

“Kami sangat mendukung keputusan KLB Partai Gerindra yang mencalonkan kembali H. Prabowo Subianto sebagai capres 2029-2034. Hal itu tentu sangat tepat sebagai bentuk kesinambungan program berkelanjutan dan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemerintahan telah berupaya mengatasi problema di sektor perumahan ini melalui Program Sejuta Rumah.

Program Sejuta Rumah atau dikenal sebagai PSR merupakan gerakan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi backlog dan mewujudkan percepatan penyediaan rumah layak huni bagi seluruh rakyat Indonesia.

Selama 10 tahun, pemerintahan Jokowi telah membangun sebanyak 10,2 juta unit rumah bagi masyarakat melalui PSR. Pembangunan tersebut bukan hanya bersumber dari hanya APBN, namun termasuk pembangunan rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Program inilah yang kemudian dilanjutkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto melalui Program 3 Juta Rumah sebagaimana dirinya janjikan setelah berhasil memenangkan Pemilu Presiden 2024 dan dilantik secara resmi sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024.

Usai dilantik, Presiden di tanggal yang sama secara resmi memisahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Tujuan pemisahan ini adalah agar pembangunan perumahan dan kawasan di sekitarnya menjadi lebih terfokus, terarah dan tepat sasaran dengan hadirnya Kementerian PKP yang dipimpin oleh Maruarar Sirait.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan pemerintah terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mendukung program pembangunan dan renovasi 3 juta rumah per tahun. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Beberapa hal yang menjadi perhatian. Satu, soal lahan. Dua, soal likuiditas. Tiga, bagaimana tepat sasaran. Empat, soal bagaimana kualitas perumahan itu sendiri,” kata Maruarar dalam keterangannya.

Maruarar Sirait berdiskusi dengan Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun serta Perwakilan Danantara Pandu dan berbagai pihak. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB