Ungkap Kasus Dugaan Korupsi PT Pupuk Indonesia, Iskandarsyah Mengaku Dapat Teror

- Editor

Selasa, 22 April 2025 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah mengungkapkan bahwa dirinya dalam dua hari mendapatkan ancaman dari orang tak dikenal.

Iskandar menduga teror yang menimpa dirinya itu lantaran ia akhir-akhir ini mengungkap kasus dugaan korupsi di PT Pupuk Indonesia, yang disinyalir merugikan keuangan negara hingga Rp8,3 triliun.

“Banyak nomer telepon yang tak dikenal menghubungi saya dengan nomor yang berganti-ganti, tapi tak apa-apa, ini bentuk perjuangan. Diancam, diteror, buat saya tak masalah, hanya lucu saja, yang diteror kok yang pro rakyat, justru yang merampok negara ini tak diteror apalagi di tracking, aneh aja dengan kondisi bangsa ini,” ujar Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/5/2025).

“Kita menunjukkan kebenaran tapi rupanya mendapat respon yang tidak baik dari orang yang merasa tak nyaman karena upaya merampok negara ini terganggu,” kata Iskandar lagi.

Namun demikian, lanjutnya, tim ETOS lainnya tetap berkomitmen dalam membocorkan adanya dugaan korupsi yang terjadi di Indonesia, tak terkecuali dalam membongkar adanya dugaan manipulasi Pupuk Indonesia.

Baca Juga:  Pelaku Usaha Daging Sapi Berdarah-darah, Siapa Diuntungkan?

“Perlu diketahui , bahwa apa yang kami sampaikan itu bukan opini, namun berdasarkan base on data. Sementara mereka-mereka (koruptor) hanya bisa beropini di media seolah paling bersih, tapi kita memiliki sederet data adanya dugaan uang negara yang dikorupsi oleh para bandit-bandit,” tegasnya.

Oleh karenanya, ETOS Indonesia Institute akan terus berupaya meminta Presiden Prabowo untuk memerintahkan Jaksa Agung dan KPK segera memanggil, memeriksa dan menetapkan tersangka kepada Direktur utama dan direktur keuangan PT Pupuk Indonesia.

Iskandar mengaku tidak tidak akan mundur selangkah pun dengan teror. Justru, kata dia, Etos Indonesia bersemangat menyuarakan kebenaran dalam membongkar kejahatan kerah putih yang merugikan keuangan negara.

“Kami tidak akan berhenti untuk membongkar adanya kasus dugaan korupsi di PT Pupuk Indonesia hingga ada tersangka. Etos Indonesia terus mendorong KPK dan Kejaksaan Agung untuk mengusut kasus tersebut hingga terang benderang dan menyeret aktor intelektual di balik kasus korupsi di perusahaan plat merah tersebut,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong
Dicopot dalam 5 Hari, Pakar Nilai Penunjukan Silfester Matutina di Anak Usaha Pelindo Cacat Sejak Awal
Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolri Beri Penghargaan ke 50 Pati Polri
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan

Senin, 28 September 2026 - 08:23 WIB

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Minggu, 27 September 2026 - 23:06 WIB

Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB