Peringati Hari Kartini, Kemendukbangga/BKKBN Pecahkan Rekor MURI Lewat Pelayanan KB Vasektomi Serentak Se-Indonesia

- Editor

Kamis, 24 April 2025 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, Mediakarya — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menggelar pelayanan KB Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi secara serentak di seluruh Indonesia pada 21–22 April 2025. Kegiatan ini digelar di berbagai fasilitas layanan kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, di seluruh provinsi.

Puncaknya, pada Selasa (22 April 2025), kegiatan ini berhasil mencatat Rekor MURI sebagai pelayanan vasektomi serentak dengan jumlah akseptor terbanyak, yang dipusatkan di Gedung Islamic Center, Majalengka.

Peluncuran GATI: Gerakan Ayah Teladan Indonesia

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peluncuran program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai bagian dari kampanye peran aktif ayah dalam keluarga. Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, yang hadir langsung di lokasi, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan program ini.

“Alhamdulillah, salah satu ‘Kartinimu’ hari ini datang dari para bapak yang menghormati ibu-ibu dengan menjadi peserta vasektomi. Ini bentuk keberanian dan kesetaraan,” ujar Wihaji dalam sambutannya.

Wihaji juga menegaskan bahwa negara hadir secara langsung dalam layanan ini, membiayai seluruh proses vasektomi yang ditaksir bernilai sekitar Rp 3,8 juta per orang, namun diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Menjawab Tantangan Rendahnya Partisipasi Pria dalam KB

Hingga kini, partisipasi pria dalam program KB di Indonesia masih sangat rendah. Berdasarkan data Pendataan Keluarga 2024, partisipasi pria dalam KB hanya 2,1%, dan hanya 0,1% yang memilih vasektomi. Sementara dalam Sistem Informasi Keluarga (SIGA) 2024, angkanya sedikit meningkat ke 3,73% dengan vasektomi di angka 0,13%.

Dengan digelarnya kegiatan ini secara masif, diharapkan terjadi peningkatan partisipasi pria dalam program KB sebagai bagian dari kesetaraan gender dalam pengasuhan dan perencanaan keluarga.

Baca Juga:  Fakta Desak Pecat Oknum Dishub Pemeras Supir Bus

Syarat Calon Akseptor Vasektomi

Calon akseptor vasektomi harus memenuhi syarat:

  • Minimal usia 35 tahun (dalam kondisi sehat),
  • Mendapat persetujuan istri (dilakukan secara sukarela),
  • Telah memiliki minimal dua anak,
  • Anak bungsu berusia minimal tiga tahun.

Sasaran utama dari pelayanan ini adalah Pasangan Usia Subur (PUS) di seluruh Indonesia, dengan target 2.000 akseptor vasektomi.

Sinergi Antar-Sektor dan Komitmen Pemerintah

Wihaji menekankan bahwa keberhasilan program ini merupakan hasil sinergi antar sektor — dari pemerintah pusat, daerah, tenaga medis, hingga fasilitas kesehatan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kerja kolaboratif semua pihak yang terlibat.

“Kami tidak bisa melakukannya sendiri. Ini kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Semua bergerak untuk menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berencana,” ungkapnya.

Bagian dari Visi Indonesia Emas 2045

Kegiatan ini dilandasi oleh Perpres No. 180 & 181 Tahun 2024, di mana Kemendukbangga/BKKBN bertugas mewujudkan Asta Cita ke-4: memperkuat pembangunan SDM, pendidikan, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan dan ayah dalam keluarga.

Salah satu isu mendesak yang juga menjadi perhatian adalah stunting, yang masih tinggi di Indonesia — tercatat 21,5% menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Layanan Tubektomi 300 Akseptor Wanita di Majalengka

Menutup rangkaian acara, pada hari terakhir juga dilakukan pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi kepada 300 akseptor wanita di wilayah Kabupaten Majalengka.

Kegiatan ini menandai tonggak baru dalam kampanye KB nasional, di mana kaum pria mulai lebih aktif dalam tanggung jawab perencanaan keluarga. Dalam semangat Hari Kartini, Kemendukbangga/BKKBN mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan kesetaraan dengan tindakan nyata — dimulai dari rumah. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan
MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:22 WIB

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Berita Terbaru