Ada Apa, Azis Syamsuddin Mangkir dari Panggilan KPK

- Editor

Jumat, 24 September 2021 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka dugaan suap DAK Lampung Tengah,  Azis Syamsuddin

Tersangka dugaan suap DAK Lampung Tengah, Azis Syamsuddin

JAKARTA, Mediakarya – Tersangka kasus dugaan suap dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah Azis Syamsuddin mangkir dari pemanggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Padahal sebelumnya Wakil Ketua DPR itu telah dijadwalkan untuk dilakukan pemeriksaan pada Jumat (24/9/2021) hari ini.

Apakah mangkirnya Azis untuk datang memenuhi panggilan penyidik lembaga anti rasuah itu khawatir akan langsung ditahan. Sebab sudah jadi kebiasaan setiap tersangka dipanggil hari Jumat langsung dialkukan penahanan.

Berdasarkan jadwal pemeriksaan harian yang dibagikan KPK, tidak tercantum adanya pemanggilan Azis Syamsuddin pada hari ini.

Belakangan, beredar surat yang tertulis atas nama Azis Syamsuddin ditujukan kepada Direktur Penyidikan KPK Setyo Budiyanto.

Baca Juga:  Tekan Biaya Dapur hingga 56 Persen, ITPLN Perkenalkan Kompor Biomassa di Pesantren

Dalam surat tersebut, Azis Syamsuddin mengakui sudah menerima surat panggilan KPK untuk diperiksa pada hari ini. Namun, ia mengaku berhalangan hadir.

Ia beralasan sedang isolasi mandiri (isoman) karena sempat kontak dengan orang yang positif Covid-19. Ia pun meminta KPK menunda pemeriksaan hingga 4 Oktober 2021.

Pihak KPK belum berkomentar soal surat ini. Plt juru bicara KPK Ali Fikri pun belum menjawab soal adanya pemanggilan Azis Syamsuddin untuk diperiksa hari ini. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi
Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng
Ketua MAKI Bongkar Dugaan Modus Nusron Wahid Hindari KPK, Siapkan Dinas ke Jepang Sebagai Alasan Mangkir
Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan
Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara
Kelurahan Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta Rupiah, Bukti Keseriusan PAM JAYA Apresiasi Kontribusi Warga Jakarta
Gerebek Ponpes di Luar Prosedur, Kapolres Sukoharjo Akhirnya Dicopot
Tanggapi Polemik Ijazah Gibran, Prof Uceng: Mahasiswa Hukum Jadi Tak Ada Gunanya Belajar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:41 WIB

Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Selasa, 3 November 2026 - 09:16 WIB

Politisi PKS Geram Atas Tindakan Arogansi Jajaran Polda Jateng

Selasa, 3 November 2026 - 08:15 WIB

Ketua MAKI Bongkar Dugaan Modus Nusron Wahid Hindari KPK, Siapkan Dinas ke Jepang Sebagai Alasan Mangkir

Selasa, 3 November 2026 - 07:37 WIB

Inisiator GNK Sebut Kapolda Jateng Paling Bertanggung Jawab, Seharusnya Dicopot Duluan

Selasa, 3 November 2026 - 07:13 WIB

Sekjen LPKAN: Putusan MA Batalkan Penyetaraan SMA Gibran Jadi Momentum Uji Integritas Negara

Berita Terbaru