Wamen Fahri: HUD Intitute Harus Lebih Keras Suarakan Kritik Kebijakan Perumahan

- Penulis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL, Mediakarya – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) meminta The HUD Institute sebagai NGO (Non-Governmental Organization) yang beroperasi secara independen untuk terus mengadvokasi kepentingan masyarakat, khususnya terkait kebijakan perumahan dan permukiman yang dilakukan Kementerian PKP.

“Saya melihat HUD ini kurang keras bersuara. Kita ingin program Kementerian PKP ini lebih keras dikritisi. Harus diingat, penataan kebijakan perumahan tidak boleh hanya fokus pada angka backlog, tetapi juga menyentuh akar persoalan berupa kemiskinan, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya dalam konferensi pers The HUD Institute dalam rangka peringatan Hari Perumahan Nasional di Tangerang Selatan, Senin (25/8).

Data sebagai Fondasi Kebijakan

Dalam paparannya, Wamen Fahri menekankan bahwa kebijakan perumahan harus berbasis data tunggal yang akurat. Melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pemerintah berupaya menyamakan basis data sehingga intervensi sosial dapat tepat sasaran.

“Kalau data kita berbeda-beda, keputusan kita juga berbeda dan akhirnya program salah sasaran. Karena itu penting sekali mendasarkan kebijakan pada data by name by address,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya “double backlog”, yakni sekitar 6 juta keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni dan pada saat yang sama tidak memiliki rumah sendiri.

Baca Juga:  Fahri Hamzah Apresiasi Upaya Jokowi Rekonsiliasi dan Konsolidasi Elite

“Inilah yang seharusnya menjadi prioritas public policy kita,” tegasnya.

Tiga Fokus Utama: Desa, Kota, dan Pesisir

Menurut Wamen, janji Presiden untuk membangun dan merenovasi rumah terbagi dalam tiga fokus besar:

  • Perdesaan – Mayoritas masyarakat sudah memiliki rumah dan tanah, tetapi kondisi rumah tidak layak. Kebijakan diarahkan pada renovasi dan perbaikan.
  • Perkotaan – Keterbatasan lahan mendorong kebutuhan perumahan vertikal. Model seperti HDB Singapura dinilai relevan untuk diadaptasi.
  • Pesisir dan Kawasan Kumuh – Tanah milik negara di bantaran sungai dan pantai dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah layak sekaligus penataan kawasan.

“Kalau tanahnya dari negara, harga rumah bisa ditekan hingga 50%. Inilah kunci untuk menghadirkan hunian terjangkau,” jelas Wamen.

Pentingnya Database dan Off-taker

Lebih lanjut, Wamen menegaskan pentingnya keberadaan lembaga off-taker sebagai penjamin pasar perumahan rakyat. Dengan adanya off-taker di bawah kendali pemerintah, pengembang tidak perlu khawatir soal pembiayaan dan pemasaran, sementara masyarakat berpenghasilan rendah mendapat jaminan akses terhadap hunian.

“Selama ini kita terlalu fokus pada pembiayaan lewat skema swasta. Padahal yang lebih mendasar adalah data dan off-taker. Kalau dua ini kuat, pembiayaan akan mengikuti,” pungkasnya. (hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy
ITPLN Gaet Siswa SMA Favorit Bandung, Tawarkan Kuliah Energi dengan Prospek Kerja Tahan Krisis
ITPLN, ITS, dan PLN Puslitbang Konsolidasikan Kampus untuk PLTN, Nuklir Dinilai Kunci Net Zero Emisi Indonesia
Diksar Gandawesi XXXVIII UPI Siapkan Mahasiswa Tangguh Hadapi Krisis Iklim
PLTN Bukan Soal Teknologi, Rektor ITPLN Soroti Minimnya SDM Ahli Nuklir
Unggahan Media Sosial Diduga Libatkan Nama Pejabat Senior PLN, Klarifikasi Masih Dinantikan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:12 WIB

ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 12:09 WIB

ITPLN–PLN Jalankan Program CSR Energi Terbarukan di SMAN 5 Surabaya, Siswa Dibimbing PLTS dan Waste to Energy

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:48 WIB

ITPLN Gaet Siswa SMA Favorit Bandung, Tawarkan Kuliah Energi dengan Prospek Kerja Tahan Krisis

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:08 WIB

ITPLN, ITS, dan PLN Puslitbang Konsolidasikan Kampus untuk PLTN, Nuklir Dinilai Kunci Net Zero Emisi Indonesia

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB