LPKAN Desak Parpol Pecat Anggotanya di DPR yang Buat Gaduh di Masyarakat

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

Wibisono, Pengamat Militer yang juga Ketua Dewan Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia.

JAKARTA, Mediakarya – Gelombang unjuk rasa 25,28,29 Agustus oleh buruh, mahasiswa dan masyarakat umum telah dilakukan diberbagai wilayah di Indonesia, kritik terhadap tunjangan anggota DPR yang naik, serta sikap anggota DPR yang berkomentar berlebihan sangat mengecewakan masyarakat, dan memicu kemarahan.

Kritik terhadap tindakan represif aparat kepolisian dalam menangani demonstrasi pada 25 dan 28 Agustus 2025 terus berdatangan.

Sejumlah lembaga bantuan hukum menilai penggunaan kekuatan berlebihan oleh kepolisian telah mencederai hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Pembina Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Wibisono menyebut, rangkaian aksi brutal aparat menunjukkan adanya pola penghalangan ruang demokrasi.

Menurutnya, tindakan aparat di lapangan tidak hanya sebatas penggunaan gas airmata dan meriam air, tetapi juga melibatkan pasukan khusus hingga kendaraan taktis untuk membubarkan massa.

Sehingga ada korban dari anggota ojek online (Ojol) yang bernama Affan Kurniawan yang telah menjadi korban represifnya aparat kepolisian dengan cara menabrak dengan mobil rantis Brimob dan melindas korban sampai tidak bernyawa.

Wibi menilai sosok Afan yang merepresentasikan masyarakat kelas pekerja Indonesia tersebut menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya kemarahan masyarakat.

“Kondisi Affan tersebut kontras dengan keadaan para elite saat ini, seperti anggota Dewan Perwakilan rakyat (DPR) yang menikmati beragam tunjangan, Belum lagi kejengahan masyarakat akibat sikap represif aparat hukum yang berulang,” terang ujar Wibi yang juga sebagai pengamat militer ini seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga:  Menko PMK Sebut Pemerintah Percepat Penyusunan Aturan Turunan UU TPKS

Terlebih, di saat masyarakat tengah berjuang untuk mempertahankan hidup akibat himpitan ekonomi yang kian sulit, sejumlah anggota DPR malah mempertontonkan joget-joget usai melaksanakan rapat bersama Presiden Prabowo Subianto.

“Kondisi ini tentu sangat memengaruhi psikologi publik. Ada akumulasi kemarahan. Eskalasi [aksi massa] akibat ulah sejumlah anggota DPR tersebut. Terlebih dengan segala fasilitas dan tunjangan yang diberikan, sementara rakyat yang telah mengamanatkan kepada anggota dewan merasa di campakkan begitu saja,” paparnya.
.
Wibi juga menilai sosok Affan sebagai “martir demokrasi” juga bermunculan di media sosial, baik dari para tokoh politik, akademisi, maupun masyarakat umum.

Untuk itu, dirinya berharap presiden Prabowo segera melakukan upaya yang cepat dalam menyikapi tuntutan masyarakat yang eskalasinya kian meningkat

“Termasuk Parpol untuk memecat anggotanya DPR yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat, serta membatalkan tunjangan yang tidak perlu,agar unjuk rasa ini tidak ditunggangi oleh agenda lain, seperti memakzulkan presiden dan wakil presiden, serta peristiwa tahun ’98 tidak terulang lagi,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB