Warga Teriak Hak Pejalan Kaki Dirampas Ojol Dan Pedagang

- Editor

Sabtu, 25 September 2021 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Sejumlah warga di Kota Bekasi mengeluhkan haknya sebagai pejalan kaki dirampas oleh para pengemudi ojol dan pedagang.

Hal ini kerap terjadi disaat para pejalan kaki yang seharusnya menggunakan trotoar jalan sebagai salah satu pemenuhan sarana, beralih fungsi menjadi lokasi parkir atau mangkal para pengemudi ojol bahkan kerap kali dipakai berjualan.

Eny Sulistiawati, salah seorang warga Kota Bekasi misalnya, dirinya kerap mengeluhkan haknya sebagai pejalan kaki yang seolah-olah dirampas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Trotoar itukan diperuntukan bagi pejalan kaki, bukan untuk mangkal atau pun berjualan, jadi saya tidak rela kalau harus berbagi dengan mereka,” keluh Eny, Sabtu (25/9/2021).

Menurutnya, harus ada tindakan tegas dari para aparat terkait hal tersebut dan wajib saling menghormati hak-haknya di jalan.

“Harus ada tindakan tegas dari aparat yang menaunginya, harus segera di normalisasi,” pinta Eny.

Baca Juga:  Kasus Jual Kontrakan Murah, Pemkot Bekasi Telusuri Penerbitan Letter C

Hal senada juga diungkapkan oleh Haryati. Ia menuturkan, Pemerintah Kota Bekasi beserta jajaran dinas terkait, dinilai masih belum mampu menyediakan hak bagi para pejalan kaki.

“Saya melihat masih lemahnya tindakan yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi dalam menindak para pelanggar di atas trotoar jalan,” akunya.

“Aturannya kan sudah ada dan jelas, seharusnya ada tindakan tegas dong karena hak pejalan kaki telah dirampas,” bebernya.

Haryati pun mengimbau, seharusnya Kota Bekasi bisa menerapkan langkah tegas dalam melakukan normalisasi trotoar.

Menurut dia, pembangunan yang dilakukan di Kota Bekasi seharusnya juga memperhatikan kepentingan orang banyak atau azas manfaat seperti ketersediaan sarana trotoar yang memadai.

“Yang perlu diingat adalah azas manfaatnya harus dikedepankan, sehingga hak pejalan kaki tidak merasa dirampas,” katanya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying
NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun
Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
GMNI Kota Bekasi Miris, Loker Fiktif Belum Ada Perhatian Serius
Tata Ulang Parkir Bagi ASN, Pemkot Bagi Klasifikasi Parkir Bagi Pejabat
Loker Palsu Di Bekasi Makin Menjamur, Dari Timur Pindah Ke Barat
NCW Bekasi Raya Skak DPRD dan Pemkot: Jangan Cuma Jago Tertibkan Pengemis, Shelter Terpadu Malah Mangkrak di Atas Kertas!

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ketua Kadin Kota Bekasi Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:47 WIB

GMNI Kota Bekasi Miris, Loker Fiktif Belum Ada Perhatian Serius

Berita Terbaru

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB