Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KDM bersama Ganjar Pranowo (Ist)

KDM bersama Ganjar Pranowo (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku pernah dikritik keras bahkan didemo besar-besaran saat menjabat sebagai gubernur.

Namun, Ganjar mengaku tidak marah dan justru menjadikannya sebagai bahan evaluasi pemerintahan.

“Apakah jadi marah dengan pengkritik? Meski marah itu manusiawi, namun sejatinya pemimpin tidak boleh marah dengan warganya,” kata Ganjar seperti dikutip dari akun media sosialnya, Kamis (22/10/2026).

Ganjar beranggapan jabatannya adalah hasil dari mandat rakyat. Rakyat lah yang boleh marah kalau pemimpinnya tidak sesuai harapan. Sehingga kritikan atau kemarahan rakyat adalah konsekuensi logis dari mandat tersebut.

Sikap berbeda ditunjukkan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM).
Mantan Bupati Purwakarta itu marah karena rombongannya dicegat dan dibelokkan secara sengaja ke jalan rusak di Desa Cintajaya, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis.

KDM merasa tidak dihargai sebagai tamu karena rute kendaraannya dibelokkan mendadak tanpa komunikasi, padahal ia sedang terburu-buru menghadiri agenda lain dan waktu istirahatnya terganggu.

Baca Juga:  Komisi III DPR Apresiasi Kesiapan Polri Jaga Keamanan Pemilu 2024

KDM berdalih bahwa ruas jalan tersebut berstatus sebagai jalan kabupaten, dialihkan dari jalan desa sejak 2023, sehingga tanggung jawab perbaikannya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Ciamis, bukan Pemerintah Provinsi. Ia pun menyarankan warga protes langsung ke kantor bupati.

Atas sikap arogansi yang dilakukannya terhadap warga, dan setelah videonya viral, KDM akhirnya minta maaf lewat akun media sosialnya. Guna memperbaiki citranya, KDM kemudian mengundang warga Desa Cintajaya untuk berdialog.

Diketahui, jalan di Desa Cintajaya sudah rusak sejak 2012. Berdasarkan kalkulasi Dinas PU, kebutuhan anggaran perbaikan jalan kabupaten di sana mencapai Rp11 miliar dan jalan desa sekitar Rp5 miliar, total Rp16 miliar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkab Ciamis kini menyiapkan rencana kolaborasi serta pengalokasian anggaran perbaikan jalan pada APBD 2027, termasuk dukungan armada mobil cor beton. (Adt)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK
Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi
Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan
Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator
Soal UU Pemilu Wajib Diusung 2 Partai DPR, Saiful Mujani Prediksi Hanya 3 Pasangan Capres, Prabowo-Puan vs AHY-Anies Menguat
Islah Bahrawi Skakmat Tudingan Jokowi Soal Operasi Intelijen Diskreditkan Gibran, Kebiasaan Lama Tutupi Kejahatan
Bungkam Soal Ijazah Gibran, Zulhas Dituding Hutang Budi ke Jokowi
Dukungan Kader PPP Menguat, Sarif Marhaendi Siap Jadi Wakil Bupati Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Muncul Isu Politik Uang dan Hadiah Motor untuk PK

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Etos Indonesia: Jangan Tukar Dukungan dengan Hadiah, Reses Ranny Berpotensi Jadi Ladang Gratifikasi

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Refleksi 62 Tahun Golkar, Adi Yunansyah: Momentum Kembalikan Doktrin Kekaryaan

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Yunarto Wijaya Bongkar Manuver Prabowo Copot Orang Dekat Jokowi, Permainan Cantik Itu Karena Kecanggihan Sang Operator

Berita Terbaru