Ganjar – Airlangga Beri Sinyal Bakal Duet di Pilpres 2024

- Editor

Minggu, 26 September 2021 - 07:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ganjar Pranowo bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Ist)

Ganjar Pranowo bersama Ketum Golkar Airlangga Hartarto. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Pertemuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menko Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto di acara Haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, pada Jumat (24/9/2021) dinila sebagai sinyal bahwa keduanya bakal maju bersama pada Pilpres 2024 mendatang.

Pertemuan kedua tokoh yang digadang-gadang menjadi duet pemimpin nasional juga berlangsung di sela-sela acara Andum Apem, sebuah tradisi yang sudah dijalankan sejak ratusan tahun lalu.

Kendati demikian, saat ditanya sejumlah awak media tentang rencana koalisi dengan Ganjar Pranowo menuju Pilpres 2024, Airlangga secara diplomatis menolak untuk menjawabnya.

Pertemuan Airlangga-Ganjar berlangsung tertutup. Tidak banyak yang tahu apa agenda pembicaraan kedua tokoh tersebut. Bahkan, Airlangga membantah pertemuan itu membahas rencana koalisi pada Pilpres 2024. “Sekarang masih September 2021, masih jauh,”  ujar Menko Perekonomian ini menjawab pertanyaan wartawan.

Sebaliknya, dia mengaku pertemuannya dengan Ganjar berkaitan dengan pelestarian acara Yaqowiyu. Di samping itu, juga membahas terkait penangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di Jateng. “Saat ini PPKM di Klaten sudah turun di level 3 dan pelaksanaan vaksinasi juga sudah semakin masif, namun tetap harus digenjot,” kata Airlangga.

Baca Juga:  Golkar Bakal Umumkan Pasangan Jaro Ade Segera

Sementara itu, politisi Gerindra Arief Poyuono menilai bahwa melalui pertemuan itu, sebagai sinyal bahwa Tuhan telah memperlihatkan bahwa Ganjar dan Airlangga merupakan dua tokoh yang sangat kompak dan serasi untuk memimpin Indonesia berikutnya melalui Pilpres 2024.

“Ini diperlihatkan kepada masyarakat Indonesia, di tengah skandal kasus Formula E yang menimpa Anies Baswedan yang merupakan rival terkuat dari kedua tokoh tersebut,” ucap Arief.

Politisi yang kerap bereseberangan dengan kebijakan partainya itu memandang penting pertemuan kedua tokoh tersebut dengan mengerucutnya rencana pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani atau Prabowo – Puan yang mungkin bakal diusung PDIP dan Gerindra. (dji)

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Hukuman Bisa Mati!
Belasan Jenderal Polisi Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi
Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Putusan MA Soal Ijazah Gibran Dinilai Bukan Sekadar Administrasi, Tapi Krisis Konstitusi

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Hukuman Bisa Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 06:40 WIB

Belasan Jenderal Polisi Diperkirakan Bakal Jadi Tersangka dalam Kasus Dugaan Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 04:10 WIB

Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi

Selasa, 3 November 2026 - 17:29 WIB

Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Selasa, 3 November 2026 - 16:46 WIB

Tuntutan 10 Penjara Dan Pemecatan Dinilai Janggal, Advokat Letjen Widi Prasetijono Bongkar Tujuh Kejanggalan Perkara Kebun Carui

Berita Terbaru