Mantan Aktivis NII KW IX Prakarsasi Pembuatan Film Bertajuk Toleransi dan Perdamaian

- Editor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto:Istimewa

Foto:Istimewa

JAKARTA, Mediakarya – Guna membangkitkan memori publik, melalui visual, audio, dan narasi emosional, dan menghidupkan kembali peristiwa masa lalu dan mendorong generasi muda untuk ikut memahami perjuangan bangsanya agar lebih dekat, pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan, resmi memproduseri film yang bertajuk tolerasi dan perdamaian.

Film edukasi toleransi bertajuk AGEMAN itu bekerja sama dengan rumah produksi BLB Film Production. Saat ini, proses pengambilan gambar (shooting) telah rampung dikerjakan dan resmi memasuki tahap penyuntingan (editing).

Ken Setiawan menjelaskan bahwa kata Ageman secara filosofis bermakna agama atau pakaian, sebuah identitas yang melekat pada diri manusia, sekaligus memuat hubungan spiritual antara manusia dengan Tuhan serta relasi sosial antarsesama.

“Film ini dibuka dengan adegan proses kelahiran. Saat lahir, manusia tidak membawa apa-apa dan belum mengenakan ‘pakaian’ identitas,” ujar Ken dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya di Jakarta, (5/8/2026).

Mantan aktivis NII Komandemen Wilayah IX, Teritorial Daerah Jakarta Timur, Distrik Pulogadung ini menyebutkan, bahwa orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anaknya. Mulai daripemberian nama suku, hingga menentukan apa agamanya. “Seiring tumbuh dewasa, kita dihadapkan pada pilihan menjadi pribadi yang moderat atau intoleran,” kata Ken.

“Dalam perjalanan cerita, pemeran utama yang sempat menganggap ‘bajunya’ paling benar akhirnya tersadar usai berdialog dengan banyak tokoh agama dan memilih berubah menjadi moderat,” ujar Ken Setiawan.

Garapan Sutradara Jasper Lance dan Kolaborasi Pejabat Daerah

Ken mengatakan, dalam produksi film AGEMANt pihaknya dipandu oleh sutradara Jasper Lance Piscasio. Di mana film tersebut dikemas dengan gaya seni peran (acting) sehari-hari yang natural., dan dirancang tak sekadar sebagai media hiburan, melainkan instrumen edukasi dan kampanye toleransi bagi generasi muda.

Baca Juga:  Isu Eric Syafutra dan Shyalimar Malik Ramai, Diduga Terkait Proyek Film Bertema Perselingkuhan

“Melalui AGEMAN, kami ingin menyampaikan pesan edukasi tentang pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama demi merawat persatuan di tengah keberagaman bangsa Indonesia,” katanya.

Pihaknya berharap, mellaui film AGEMAN dapat menjangkau skala nasional sebagai media kampanye perdamaian. Adapun proyek sinematik ini diprakarsai oleh Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, yang bertindak sebagai Produser Eksekutif.

Menariknya, Dr. M. Firsada bersama sejumlah jajaran Kepala Dinas Provinsi Lampung seperti Kadisdikbud, Kadiskominfotik, dan Kadisparekraf juga ikut ambil bagian menjadi pemeran dalam film tersebut.

Soroti Keindahan Pariwisata, Kuliner Seruit, Hingga 6 Rumah Ibadah

Secara visual, AGEMAN memperlihatkan kekayaan latar lanskap pariwisata dan budaya lokal Lampung. Pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi ikonik, seperti SMAN 3 Bandar Lampung, Pondok Rimbawan, Wira Garden, Pantai Bensam Pesawaran, hingga sajian kuliner khas Seruit.

“Film ini juga secara khusus mengambil latar di enam rumah ibadah yang mewakili seluruh agama resmi di Indonesia, lengkap dengan kehadiran para tokoh agama setempat seperti Romo Roy, Pdt. Daniel, hingga Dr. Wayan,” ujar Ken.

Penggarapan produksi film ini sepenuhnya digerakkan oleh kolaborasi dan kreativitas pelajar serta masyarakat lokal di Bandar Lampung.

Jajaran pemeran utama diisi oleh talenta muda daerah, di antaranya Aluna Suri Nafiisah, Zaskia Angelica Berlian, Rudy Irawan, dan Junior Samosir.

Memasuki tahap pascaproduksi, tim produksi tengah mempersiapkan agenda penayangan dan roadshow diskusi film secara terintegrasi.

“Setelah proses penyuntingan selesai, film ini dijadwalkan menggelar agenda roadshow bedah film ke berbagai daerah di Indonesia. Khusus di Provinsi Lampung, penayangan akan menyasar SMA, SMK, kampus, hingga pondok pesantren di seluruh kabupaten/kota,” pungkas Ken.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri
Pemkot Jakbar Puji Film ‘Ageman’ Karya Pemuda Lampung, Usul Nobar Bagi ASN, Guru, dan Pelajar se-DKI
Wajah Cinta yang Lain Tembus 100 Episode, Cut Tari Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesannya
Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Dylan Carr Bongkar Cinta Seluas Samudra SCTV Penuh Konflik, Jasmine Meijers Ungkap Tantangan Syuting

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 05:13 WIB

Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha

Selasa, 3 November 2026 - 16:35 WIB

Di Tengah Isu Penangkapan Jenderal, GNK Tegaskan Dukung Penuh Kapolri Suyudi Ario Seto Bersihkan Polri

Senin, 2 November 2026 - 08:26 WIB

Pemkot Jakbar Puji Film ‘Ageman’ Karya Pemuda Lampung, Usul Nobar Bagi ASN, Guru, dan Pelajar se-DKI

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Wajah Cinta yang Lain Tembus 100 Episode, Cut Tari Ungkap Rahasia di Balik Kesuksesannya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara

Berita Terbaru