Film Horor “Aku Harus Mati” Angkat Isu Validasi Sosial, Tayang Serentak 2 April 2026

- Penulis

Jumat, 27 Maret 2026 - 09:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Rumah produksi Rollink Action secara resmi mengumumkan film horor terbarunya berjudul Aku Harus Mati yang akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 2 April 2026. Film ini mengangkat isu sosial yang dinilai sangat dekat dengan realita kehidupan masyarakat urban saat ini.

Diproduseri Irsan Yapto dan Nadya Yapto sebagai eksekutif produser serta disutradarai Hestu Saputra, film ini menghadirkan kengerian yang tidak hanya berasal dari teror mistis, tetapi juga dari ambisi manusia demi mendapatkan pengakuan sosial.

Film ini disebut sebagai salah satu horor yang ceritanya paling dekat dengan kehidupan masyarakat modern, terutama terkait fenomena “jual jiwa demi harta” yang semakin sering terjadi.

“Banyak masyarakat modern sekarang rela mengorbankan diri dan jiwa demi validasi dan harta sampai terlilit hutang pinjaman online (pinjol) dan lain-lain,” ujar Irsan Yapto di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

Cerita yang ditulis Aroe Ama ini mengikuti perjalanan Mala yang diperankan Hana Saraswati, seorang yatim piatu yang terjebak dalam gaya hidup hedonistik hingga akhirnya terlilit utang pinjaman online dan paylater.

Dalam kondisi putus asa, Mala memutuskan kembali ke panti asuhan tempat ia dibesarkan. Di sana ia kembali bertemu sahabat masa kecilnya, Tiwi yang diperankan Amara Sophie dan Nugra yang diperankan Prasetya Agni, serta Ki Jago yang diperankan Bambang Paningron yang sudah ia anggap sebagai ayah sendiri.

Baca Juga:  Ki Tembus Music Entertaint Turun Gunung Memeriahkan Temu Kangen Warga Pesibar

Namun ketenangan yang ia cari justru berubah menjadi awal petaka. Setelah mata batinnya terbuka secara misterius, Mala harus menghadapi berbagai pengalaman mistis sekaligus mengungkap rahasia kelam keluarganya, termasuk perjanjian iblis yang menjadikan nyawa orang-orang terdekat sebagai tumbal kesuksesan.

Sutradara Hestu Saputra juga menilai film tersebut menjadi refleksi dari fenomena sosial yang banyak terjadi di tengah masyarakat saat ini.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa teror sesungguhnya dimulai ketika manusia kehilangan kendali atas dirinya sendiri demi memuaskan gaya hidup dan validasi diri oleh lingkungan sekitar,” ujar Hestu Saputra.

Selain Hana Saraswati, film “Aku Harus Mati” juga dibintangi Amara Sophie, Prasetya Agni, Mila Rosinta, serta Bambang Paningron. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 2 April 2026. (adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sinetron Asmara Gen Z Capai 500 Episode, Ini Harapan Para Pemain
Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Nabila Fenelia Resmi Dinobatkan sebagai Miss Tourism Universe 2026
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
Miss Tourism Universe 2026 Dimulai, Perempuan Jadi Duta Pariwisata Indonesia
Beautylogica Clinic Buka Cabang Pakubuwono, Hadirkan Layanan Plastic Surgery dan Estetika Premium di Jakarta Selatan
Tasya Revina Sukses Jadi CEO, Ibu, dan Lulus Magister di Usia Muda Berkat Disiplin Tinggi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:08 WIB

Eks Kepala BGN dan Wakilnya Resmi Tersangka, Begini Tanggapan Praktisi Hukum

Senin, 25 Mei 2026 - 11:34 WIB

“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:30 WIB

Nabila Fenelia Resmi Dinobatkan sebagai Miss Tourism Universe 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:09 WIB

Miss Tourism Universe 2026 Dimulai, Perempuan Jadi Duta Pariwisata Indonesia

Berita Terbaru