FSKN dan Menparekraf Teuku Riefky Harsya Dorong Revitalisasi Keraton Nusantara Lewat Ekonomi Kreatif

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) berkolaborasi dengan Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Himpunan Pelukis Jakarta (Hipta), dan Asosiasi Pelukis Nusantara (Aspen) menggelar Seminar Nasional dan Pameran Lukisan bertajuk “Revitalisasi Keraton Nusantara” di Antara Heritage Center, pada 24–28 April 2026.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya pada Jumat (24/4/2026), yang juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya Nusantara.

Dalam sambutannya, Riefky menegaskan bahwa sejarah, cerita, dan kearifan lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi sumber ekonomi berkelanjutan melalui inovasi, teknologi, dan kreativitas.

“Akar budaya yang kuat dapat diolah menjadi produk ekonomi kreatif yang tidak hanya bernilai komersial, tetapi juga menghidupkan kembali sejarah bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa negara dengan fondasi budaya yang kuat mampu mengembangkan industri kreatif yang terintegrasi, mulai dari film, fesyen, kuliner, hingga gim berbasis cerita lokal.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan cerita yang sangat besar dari 514 kabupaten/kota yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif.

“Storytelling adalah the new mining. Dari satu cerita bisa lahir komik, film, animasi, gim, hingga produk ekonomi kreatif lainnya,” jelasnya.

Riefky juga menekankan bahwa revitalisasi keraton tidak hanya berkaitan dengan pelestarian fisik, tetapi juga penguatan nilai, identitas, serta ekonomi masyarakat di sekitar wilayah keraton.

Ia menambahkan pentingnya kolaborasi hexahelix antara pemerintah, komunitas, akademisi, media, dan sektor keuangan dalam mendorong keberlanjutan program ini.

“Revitalisasi keraton harus memberikan dampak ekonomi nyata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Ribuan Nelayan Sampaikan Langsung Dukung Prabowo-Gibran di Kertanegara

Kementerian Ekonomi Kreatif, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan FSKN dalam mengembangkan warisan budaya menjadi kekuatan ekonomi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Umum FSKN, AA Mapparessa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menjaga warisan leluhur sebagai identitas bangsa.

“Keraton bukan hanya simbol sejarah, tetapi pusat nilai dan kearifan lokal yang harus terus hidup,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa revitalisasi keraton juga mencakup penguatan nilai toleransi, kebersamaan, dan persatuan sebagai bagian dari fondasi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Panitia, Dedi Yusmen, menjelaskan bahwa pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara penjaga tradisi dan seniman untuk menghadirkan interpretasi baru terhadap nilai budaya keraton.

Sebanyak 44 seniman terlibat dalam pameran ini, menampilkan karya yang tidak hanya merepresentasikan keraton sebagai objek visual, tetapi juga sebagai simbol peradaban dan identitas bangsa.

Sekretaris Jenderal Hipta, Semut Prasidha, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting dalam memperkuat pelestarian keraton sebagai bagian dari cagar budaya nasional.

Sementara itu, Ketua Umum Aspen, Kembang Sepatu, menegaskan bahwa seni rupa memiliki peran strategis dalam merawat dan menghidupkan kembali identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Keraton bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi sumber inspirasi masa depan yang harus terus ditafsirkan ulang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, pameran “Revitalisasi Keraton Nusantara” tidak hanya menjadi ruang ekspresi seni, tetapi juga gerakan kultural yang mendorong penguatan ekonomi kreatif berbasis warisan budaya Indonesia. (Hab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah
Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?
BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan
Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh
ITPLN Genjot Akreditasi Unggul, Rektor Iwa Garniwa Pastikan Lulusan Siap Kerja di Era Transisi Energi
Peringatan May Day 2026, Mbak Yuke Pastikan DPRD Akan Arahkan Kebijakan Anggaran Agar Lebih Berpihak Pada Buruh
Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:20 WIB

Mau Jadi Pegawai PLN? Jalur Ikatan Kerja ITPLN Ini Diburu Ribuan Pendaftar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:57 WIB

Dibajak di Laut, Diabaikan di Darat: Ironi Perlindungan Pelaut di Hari Buruh

Berita Terbaru

Seluruh rakyat Indonesia turut berduka atas terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur wilayah Kota Bekasi-Jawa Barat yang menyebabkan korban meninggal dan luka. Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 April 2026

Headline

Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Resah Usai Musibah

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:05 WIB

Reshuffle Kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran (Foto: Int)

Headline

Reshuffle Kabinet Kebijakan Panik?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:52 WIB

Sekretaris Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Iskandar Sitorus (Foto: Mediakarya)

Ekonomi & Bisnis

BPK Didesak Audit Bank BUMN Diduga Biayai Perusahaan Perusak Lingkungan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 08:34 WIB