IAW: Ada Persaingan Tak Sehat antara Microsoft dan Google dalam Kasus Chromebook

- Editor

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iskandar menyerahkan sejumlah dokumen pengaduan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

Iskandar menyerahkan sejumlah dokumen pengaduan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)

JAKARTA, Mediakarya –  Indonesian Audit Watch (IAW) meyakini adanya persaingan usaha yang tidak sehat antara Microsoft dan Google pada kasus dugaan monopoli terstruktur di balik proyek pengadaan Chromebook. Hal ini dikatakan Sekretaris Pendiri IAW, Iskandar Sitorus, Rabu (06/05/26).

Namun, Iskandar menyerahkan kepada Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU yang akan mampu menelisik hal tersebut, meski dirinya mengaku tahu koorporasi tersebut kerap bermasalah di dunia.

“Tapi di Indonesia kita tidak ingin korporasi ini merusak negara menggunakan data putra putri kita anak sekolah untuk kepentingan mereka, termasuk tentu, viakel dari seluruh korporasi google ini. ada beberapa di dalamnya termasuk seperti perusahaan D tersebut,” kata Iskandar.

Dirinya juga berharap, KKPU bisa memanfaatkan kondisi ini untuk melakukan pembenahan agar di kemudian hari tidak ada korporasi asing yang menunggangi data-data penduduk Indonesia untuk kepentingan atau valuasi korporasi itu sendiri.

Lebih jauh, ia minta juga agar siapapun pihak, tidak melakukan upaya-upaya propaganda ataupun opini di luar sidang terkait pembelaan kepada Nadim Makarim.

Baca Juga:  Generasi Emas 2045: Seminar Nasional “The Power of Rising Star” Dorong Anak Muda Siapkan Kompetensi Global

“Kami deteksi itu ada, agar mereka tidak bisa dikatagorikan perbuatan melawan hukum lainnya, sebab mengangkangi tugas pokok fungsi dan kondisi-kondisi faktual selama persidangan Tipikor tersebut,” ungkap dia.

“Kami himbau seperti itu, karena kami sendiri yang ikut mengungkap persoalan ini tidak ikut-ikutan dengan cara demikian. Kita tidak mau mengatakan orang itu benar, tapi biar peradilan yang mengungkap,” tambahnya.

Ia melihat selama ini banyak akademisi melakukan perbuatan-perbuatan yang dianggap amoral dengan membela hal-hal yang tidak selayaknya di luar peradilan.

“Kalau mau membela, bela di pengadilan saja,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iskandar juga melihat kecenderungan indikasi koorporasi tersebut memonopoli perdagangan di Indonesia. Hal ini juga berdasarkan data dan fakta yang telah diungkap IAW, dan hal ini diharapkan dapat menjadi acuan dari KPPU.

“Microsoft disebut menggunakan sekretariat kabinet untuk menghentikan lelang konsolidasi di kementerian pendidikan,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Promo Minuman Beralkohol Gratis Pakai Hafalan Al-Qur’an, BPKN RI: Promosi Miras Jangan Eksploitasi Simbol Agama
Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak
Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta
GNK Sentil Panglima Agus soal Kamtibmas : Jangan Sampai Publik Anggap TNI Ambil Alih Tugas Polri
Kisah Teuku Markam, Pengusaha Aceh yang Disebut Sumbangkan 28 Kg Emas untuk Monas
Tiga Surpres Mensesneg Kubur Operasi Politik Pemain Isu Pergantian Kapolri
Mengenal Sosok Brigjen Sumy Hastry, Pakar DNA Forensik Polri yang Kisahnya Diangkat ke Film
Bukan Sekadar Sponsorship, Bank Jakarta Siapkan Pengalaman Baru untuk The Jakmania

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:25 WIB

Promo Minuman Beralkohol Gratis Pakai Hafalan Al-Qur’an, BPKN RI: Promosi Miras Jangan Eksploitasi Simbol Agama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:52 WIB

Dukung Penanganan Pengolahan Sampah, Bank Jakarta Siap Bangun Biodigester Komunal Sampah Organik di Rusunawa Rorotan dan Rawa Badak

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:07 WIB

Bank Jakarta Bangun Biodigester Komunal di Rorotan dan Rawa Badak, Dukung Penanganan Pengolahan Sampah di Jakarta

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:31 WIB

Kisah Teuku Markam, Pengusaha Aceh yang Disebut Sumbangkan 28 Kg Emas untuk Monas

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tiga Surpres Mensesneg Kubur Operasi Politik Pemain Isu Pergantian Kapolri

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno (Foto: Istimewa)

Opini

Mengapa Nama Pratikno Kini Dikaitkan Mundur?

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:55 WIB