Perempuan Kini Prioritaskan Lingkungan Kerja yang Aman dan Suportif

- Editor

Senin, 18 Mei 2026 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk)

Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang Tbk)

JAKARTA, Mediakarya — Di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang, perempuan kini semakin selektif dalam memilih lingkungan profesional untuk bertumbuh. Bukan hanya soal peluang dan jenjang karier, tetapi juga tentang rasa aman yang menjadi fondasi utama dalam bekerja.

Rasa aman di lingkungan kerja tidak sekadar hadir melalui aturan tertulis, tetapi tercermin dalam budaya keseharian, mulai dari sikap saling menghargai, komunikasi profesional, hingga terciptanya ruang yang membuat setiap individu merasa nyaman menjadi dirinya sendiri.

Bagi banyak perempuan, lingkungan kerja yang sehat adalah tempat di mana mereka dapat menyampaikan ide, berinteraksi, dan berkontribusi tanpa rasa khawatir terhadap penilaian yang tidak adil. Ketika rasa aman hadir, fokus pun kembali pada hal terpenting, yakni berkarya, berkembang, dan memberikan kontribusi terbaik.

Kondisi tersebut juga semakin menjadi perhatian generasi muda yang kini tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga lingkungan kerja yang suportif secara emosional dan profesional.

Head of Marketing Semen Merah Putih, Nyiayu Chairunnikma menilai lingkungan kerja yang aman memiliki peran penting dalam mendukung perempuan untuk berkembang, terutama di industri infrastruktur yang selama ini identik didominasi laki-laki.

“Tempat kerja adalah rumah kedua bagi banyak dari kita, tempat untuk belajar dan berkembang. Karena itu, penting bagi lingkungan kerja untuk menghadirkan rasa aman dan nyaman seperti di rumah. Dengan begitu, setiap individu bisa bekerja lebih baik dan berkembang secara maksimal,” ujar Nyiayu dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/5/2026).

Baca Juga:  Semen Merah Putih Perluas Implementasi MPTree: Teknologi Mikroalga Penyerap Emisi Setara 16 Pohon

Menurutnya, bekerja di sektor yang masih sering dianggap sebagai “dunia laki-laki” membuat dirinya melihat langsung pentingnya menciptakan ruang kerja yang aman dan suportif bagi perempuan.

“Ketika lingkungan kerja mampu menghadirkan rasa aman, perempuan tidak hanya merasa lebih tenang, tetapi juga lebih percaya diri dalam berkontribusi dan menyampaikan perspektifnya,” tambahnya.

Ia menilai kondisi tersebut pada akhirnya turut mendorong kualitas kolaborasi serta meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Dalam praktiknya, menciptakan ruang aman di tempat kerja bukan hanya soal regulasi, tetapi juga budaya yang hidup dalam keseharian. Mulai dari cara berkomunikasi, menghormati batasan personal, hingga membangun kesadaran bersama bahwa kenyamanan merupakan tanggung jawab kolektif.

Seiring semakin terbukanya diskusi mengenai isu ini, rasa aman kini menjadi bagian penting dari ekspektasi perempuan terhadap dunia kerja modern. Bukan lagi sekadar nilai tambahan, melainkan fondasi yang memungkinkan setiap individu berkembang secara optimal dan berani mengambil peran lebih besar.

Pada akhirnya, lingkungan kerja yang benar-benar aman adalah ruang di mana perempuan dapat menjalankan perannya tanpa rasa khawatir, tanpa batasan yang menghambat, serta memiliki kesempatan yang setara untuk terus bertumbuh dan memimpin. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10
KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang
FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional
Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan
Green Energy Partnership Forum 2026, PLN EMI Perkuat Kolaborasi Dorong Pemanfaatan Energi Hijau
Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan
Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan
Didik J. Rachbini: Peluang Investasi Data Center Rp360 Triliun Jangan Sampai Seperti Pelanduk Terperosok Dua Kali

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:07 WIB

FAST Indonesia Siap Bersinergi dengan BRAN Perbaiki Tata Kelola Pertanahan Nasional

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Raih Predikat ‘Sangat Baik’, GCG PAM JAYA Meningkat Signifikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Green Energy Partnership Forum 2026, PLN EMI Perkuat Kolaborasi Dorong Pemanfaatan Energi Hijau

Berita Terbaru

Sidang gugatan ijazah Gibran (Foto: Istimewa)

Opini

Nurani di Ujung Jabatan

Minggu, 11 Okt 2026 - 06:36 WIB