Iran Ancam Beri Balasan Lebih Keras Jika Trump Ulangi “Kebodohan”

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara militer senior Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi (Foto>. Irnanews)

Juru bicara militer senior Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi (Foto>. Irnanews)

TEHERAN, Mediakarya – Juru bicara militer senior Iran Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, memperingatkan Amerika Serikat  bahwa setiap “kebodohan” baru terhadap Republik Islam akan memicu respons yang lebih keras daripada yang diberikan selama perang 40 hari.

Shekarch menegaskan ancaman berulang oleh Presiden AS Donald Trump yang “berkhayal” terhadap Iran hanya akan memperdalam masalah Washington. “Mengulangi kebodohan apa pun untuk mengimbangi aib Amerika dalam perang ketiga yang dipaksakan terhadap Iran tidak akan membawa konsekuensi apa pun selain menerima pukulan yang lebih menghancurkan dan parah bagi negara itu,” kata Shekarchi, Minggu (17/5/2026).

Shekarch menilai Presiden AS akan menyesal jika ancaman atau agresi baru terhadap Republik Islam terwujud. Sebab aset dan tentara negara Paman Sam itu  telah melemah menyusul dengan skenario ofensif, mengejutkan, dan penuh gejolak yang baru yang akan dilakukan oleh Iran.

Baca Juga:  Puluhan Makam Jenazah Covid-19 Amblas

Diketahui, Trump telah meningkatkan retorika perangnya terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir. Bahkan  negara yang mengklaim  dirinya sebagai polisi dunia itu akan melancarkan serangan baru terhadap Iran jika diskusi diplomatik tidak langsung tidak mencapai kesepakatan.

Perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang menewaskan pejabat dan komandan senior Iran serta menargetkan infrastruktur sipil, daerah pemukiman, lembaga pendidikan, dan situs bersejarah dan budaya.

Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan yang berhasil terhadap target-target sensitif dan strategis Amerika dan Israel di seluruh wilayah tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung
PMPRI: Ketegangan Polri vs Kejagung Jadi Momentum Bersihkan Lembaga Hukum dari Oknum Penyalahguna Wewenang
Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum
Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan
Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, Febrie Klarifikasi Temuan Uang dan Emas
Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka
IPW Kecam Tindakan Sejumlah Prajurit TNI Diduga Datangi Dirkrimsus Polda Metro
IPW Dorong Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:54 WIB

MAKI Apresiasi Langkah Presiden Prabowo Redam Ketegangan Polri vs Kejagung

Sabtu, 11 Juli 2026 - 15:12 WIB

Alat kekuasaan dan Sampah Negara: Sebuah Telaah Kritis atas Turbulensi Penegakkan Hukum

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:10 WIB

Febrie Adriansyah Resmi Mundur, Kapuspenkum Pastikan Roda Organisasi di Lingkungan Jampidsus Tetap Berjalan

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:00 WIB

Rumah Sentul Tak Tercantum di LHKPN, Febrie Klarifikasi Temuan Uang dan Emas

Jumat, 10 Juli 2026 - 16:02 WIB

Ratusan Kader Senior Parpol di Jabar Bergabung ke PSI, Ketua Bappilu Sebut Partainya Sangat Terbuka

Berita Terbaru

Jampidsus Febrie Adriansyah saat memberikan keterangan pers. (Ist)

Hukum

IPW Apresiasi Mundurnya Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Minggu, 12 Jul 2026 - 07:15 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 20:52 WIB