Sebut Orang Desa Tak Terdampak Kenaikan Dolar, Ekonom Senior Ini Bantah Pernyataan Prabowo

- Editor

Minggu, 17 Mei 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ekonom senior Prof. Ferry Latuhihin (Foto: Ist)

Ekonom senior Prof. Ferry Latuhihin (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Ekonom senior Prof. Ferry Latuhihin membantah pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa orang desa tidak ikut terdampak terhadap kenaikan harga dolar AS.

Menurut Prof. Ferry jika dolar naik maka akan berdampak pada kenaikan harga komoditi lain. Jika dolar naik, kata dia bukan hanya orang desa, orang utan juga terkena dampaknya.

“Perlu diingat bahwa impor bbm kita itu dibayar menggunakan dolar. Jika dolar naik, apalagi harga minyak naik semua orang kena, dan akan berdampak pada konsumen akhir,” kata Prof. Ferry sebagaimana yang dikutip dari akun TikTok Hendri Satrio, Ahad (17/5/2026)

Prof. Ferry mengungkapkan, saat ini harga minyak goreng mengalami kenaikan, hal itu dipicu oleh kenaikan harga dolar. Sementara yang mengonsumsi minyak bukan hanya orang kota namun juga orang desa.

Harga minyak goreng mengalami kenaikan hingga 25 persen, dari harga Rp36 ribu menjadi Rp45 ribu. Kenaikan itu diakibatkan lantaran harga minyak dunia yang tengah melonjak. Sementara, pemerintah membayar impor BBM menggunakan dolar.

“Apakah orang desa tidak menggunakan minyak goreng? Di mana-mana orang mengonsumsi minyak gorang. Belum lagi gula, kita ini masih impor, kemudian kacang kedelai untuk bahan baku tahu tempe yang dimakan orang kampung (desa) kita impor dan dibayar dengan dolar. Belum lagi jagung dan beras kita masih impor, dan itu membayarnya menggunakan dolar,” tandas Pfof. Ferry.

Baca Juga:  Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Jadi kata Prof Ferry, permyataan Prabowo yang menyebut jika orang desa tidak berdampak dengan kenaikan dolar itu pernyataan yang salah.

“Memang mereka (orang desa) tidak pegang dolar, pegang rupiah saja kadang-kadang ko, namanya orang desa nggak punya income apa-apa. Tapi kalau bapak (Prabowo) bilang orang desa tidak memegang dolar tidak menjadi korban dari kenaikan dolar itu pernyataan salah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo menyinggung pihak-pihak yang menyebut Indonesia akan mengalami collapse hingga mengaitkan kondisi rupiah terhadap dolar AS.

Hal itu disampaikan saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

“Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” ujar Prabowo, dikutip dari KompasTV.

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum
Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi
Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara
Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah
Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional
BPKN Dukung Pembalut Bebas PPN
IDSurvey Perkuat Daya Saing Industri Nasional Lewat Pengujian dan Sertifikasi Mutu
Ketum Hebitren Siap Bersinergi dengan Pemerintah Bangun Kemandirian Ekonomi Umat

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 07:28 WIB

Mendigitalkan Benteng Cukai, Menutup Celah Oknum

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Kelas Barista Hingga Manajemen Digital, Cara Al Hikmah 2 Benda Cetak Santripreneur Lewat Ben Ngopi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengamat Ekonomi: Kasus Oplos Beras SPHP Bukan Soal 600 Ton, Tapi Soal Bobolnya Rantai Subsidi Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Bola Panas Dumas Pajak PT BCI di Banyuwangi Kini di Tangan Dirjen Pajak: Sudah Diterima Tiga Pintu, Tinggal Ditelaah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Tawar Menawar Antara Siswa SMP Dan Pedagang Pasar Tradisional

Berita Terbaru