Protokol Kesehatan Di KA Belum Cukup, WFH Solusi Tekan Penyebaran Covid19

- Penulis

Kamis, 24 Juni 2021 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR, Mediakarya.id – Satu penumpang KRL Commuter Line dinyatakan positif Covid-19  berdasarkan hasil rapid test antigen acak yang dilakukan PT KAI di Stasiun Bogor. Penumpang tersebut, merupakan warga Bogor pengguna layanan Commuter Line yang bekerja di Jakarta.

Wali Kota Bogor Bima Arya menilai, penerapan kebijakan protokol kesehatan di dalam gerbong kereta tidaklah cukup.“Harusnya lebih dari itu, salah satunya Work From Home (WFH) diperketat lagi,” ungkap Bima Arya.

Menurut Bima Arya, tidak cukup hanya pengetatan di gerbong kereta saja, tapi harus ada kebijakan bagi warga Bogor yang bekerja di Jakarta. “Saya kira untuk sementara ini akan lebih baik jika warga Bogor yang bekerja di Jakarta diprioritaskan untuk Work From Home (WFH),” imbuhnya.

Berdasarkan data, lanjut Bima, ada dua klaster terbesar yang menyumbangkan kasus covid di Kota Bogor, yaitu klaster keluarga dan klaster luar kota.“Jika klaster keluarga dibedah lebih dalam lagi, maka hasil yang didapat adalah kebanyakan dari luar kota juga, terutama warga yang bekerja di Jakarta. Untuk itu arus mobilitas Jakarta-Bogor atau sebaliknya harus menjadi atensi khusus,”jelasnya.

Baca Juga:  KPK Sita Miliaran Rupiah Dalam OTT Bupati Meranti

Sebelumnya, PT KAI Commuter menggelar rapid test antigen secara acak kepada penumpang KRL Commuter Line di beberapa stasiun selama sepekan ke depan. Targetnya sebanyak 100-150 penumpang yang dites secara acak setiap harinya.

Untuk pagi hari, rapid antigen digelar di Stasiun Bogor, Stasiun Bekasi, Stasiun Tangerang dan Stasiun Cikarang. Sedangkan, sore hari digelar di stasiun transit seperti Tanah Abang dan Manggarai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, PII Dorong Audit Total dan Implementasi ATP Nasional
Pengamat Kritik Feri Amsari, Pernyataan Dinilai Hanya Berdasar Gosip, Bukan Data Kuantitatif
LSM PMPRI Soroti Kejanggalan Pengadaan Motor Operasional Badan Gizi Nasional Senilai Rp1 Triliun
Surplus Beras 2025 Capai 3–4 Juta Ton, Pernyataan Feri Amsari soal Swasembada Tuai Sorotan
Halal Bihalal Korps Alumni KNPI Gelorakan Jayalah Indonesiaku
Pengusaha Muda Oki Fahreza, Resmi Jadi Pembina IKAPPI Provinsi Bali
Sejumlah Mahasiswa Dorong Terwujudnya Meritokrasi Dalam Rekrutmen Politik
Ade Jaro Ucapkan Selamat Atas Terpilihnya Daniel Muttaqien Sebagai Ketua DPD Golkar Jawa Barat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 21:11 WIB

Tragedi Bekasi Timur Jadi Alarm Keras, PII Dorong Audit Total dan Implementasi ATP Nasional

Senin, 27 April 2026 - 13:30 WIB

Pengamat Kritik Feri Amsari, Pernyataan Dinilai Hanya Berdasar Gosip, Bukan Data Kuantitatif

Jumat, 10 April 2026 - 12:01 WIB

LSM PMPRI Soroti Kejanggalan Pengadaan Motor Operasional Badan Gizi Nasional Senilai Rp1 Triliun

Rabu, 8 April 2026 - 09:54 WIB

Surplus Beras 2025 Capai 3–4 Juta Ton, Pernyataan Feri Amsari soal Swasembada Tuai Sorotan

Senin, 6 April 2026 - 14:32 WIB

Halal Bihalal Korps Alumni KNPI Gelorakan Jayalah Indonesiaku

Berita Terbaru

Logo Bank yqng tergabung dalam Himbara (Foto: Int)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Audit Ungkap Risiko Himbara dalam Kelola Rekening Dormant

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:58 WIB

Ucapan Hari Buruh 2026 (Foto: AI)

Opini

Negara Bicara Angka, Pengangguran Bicara Realita

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:33 WIB

Ucapan Hari Buruh 2026 (Foto: AI)

Headline

Takdir Ketimpangan dari Kebijakan Negara

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:27 WIB