IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026, Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926 dan Persatuan Generasi Muda

- Editor

Senin, 1 Juni 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IKPPI bersama 60 organisasi perempuan menggelar Gema Pemuda 2026 di Jakarta untuk memperingati 100 tahun Kongres Pemuda 1926.

IKPPI bersama 60 organisasi perempuan menggelar Gema Pemuda 2026 di Jakarta untuk memperingati 100 tahun Kongres Pemuda 1926.

JAKARTA, Mediakarya – Semangat persatuan generasi muda kembali digaungkan melalui kegiatan Gema Pemuda 2026 yang berlangsung di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Ketua Pejuang Perempuan Indonesia (IKPPI) bersama sekitar 60 organisasi perempuan dalam rangka memperingati 100 tahun Kongres Pemuda Pertama tahun 1926.

Acara yang didukung oleh Pupuk Kaltim tersebut diikuti sekitar 5.000 pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menghadirkan beragam kegiatan budaya, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan sektor pertanian, peserta juga memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan perwakilan 12 kementerian.

Ketua IKPPI, Sinda Sutadisastra, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk membangun jaringan, memperkuat kapasitas kepemimpinan, sekaligus membuka peluang kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

“Hadir juga perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa lembaga kepemimpinan pemuda di ASEAN. Diharapkan dengan dukungan PBB dan Pupuk Kaltim, ke depan pemuda Indonesia dapat menjadi jembatan terciptanya kerja sama di berbagai bidang, seperti International Trade Center dengan petani-petani kopi Indonesia,” ujar Sinda di sela kegiatan, Senin (1/6/2026).

Ia menambahkan, salah satu lembaga kepemimpinan muda ASEAN juga telah mengajak kerja sama antara Indonesia dan Filipina dalam pengembangan kapasitas generasi muda.

“Kemarin dari lembaga ASEAN bagian kerja sama kepemimpinan muda mengajak bekerja sama antara Indonesia dan Filipina untuk membangun bangsa dan pemudanya,” katanya.

Sinda turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah kepala daerah, anggota DPRD dari berbagai provinsi, serta perwakilan Kantor Komunikasi Kepresidenan yang hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Menurutnya, Gema Pemuda 2026 dirancang tidak hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan perempuan dan penguatan kapasitas generasi muda Indonesia.

“Kami mempromosikan pemberdayaan perempuan sebagai mentor kepemimpinan dan ketahanan keluarga. Sebagian besar panitia merupakan pelajar SMA dan mahasiswa berusia di bawah 21 tahun. Mereka dilibatkan langsung dalam penyelenggaraan acara nasional agar memiliki pengalaman memimpin,” jelasnya.

Sinda menilai keterlibatan 12 kementerian menjadi bentuk dukungan konkret pemerintah dalam menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan. Pendampingan diberikan dalam berbagai bidang, mulai dari ketahanan pangan, pertanian, kehutanan, UMKM, ekonomi kreatif, sosial, hingga komunikasi publik.

Baca Juga:  Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan Yang Aman

“Semua hadir untuk membimbing generasi penerus bangsa agar siap menghadapi berbagai tantangan masa depan,” ujarnya.

Momentum Gema Pemuda 2026 juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Karena itu, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali semangat Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 yang menjadi tonggak awal lahirnya persatuan pemuda Indonesia.

Penasehat Gema Pemuda 2026, Utje Gustaaf, menilai masih banyak masyarakat yang mengenal Sumpah Pemuda 1928, namun belum memahami pentingnya Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 sebagai fondasi persatuan bangsa.

“Kita sering fokus pada Sumpah Pemuda 1928. Padahal, Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 merupakan fondasi awal persatuan pemuda Indonesia. Dalam situasi penjajahan yang sulit, para pemuda mampu bersatu. Semangat itulah yang ingin kami bangkitkan kembali untuk memperkuat persatuan dan kemandirian ekonomi bangsa,” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan yang mengangkat tema pertanian kota dan desa, budaya, ekonomi kreatif, serta penguatan karakter kebangsaan.

Pada hari pertama, rangkaian acara diisi dengan parade silat pendekar Nusantara, pertunjukan seni tradisional bernuansa modern, fashion show batik dan tenun, serta sesi mentoring bersama BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Hari kedua difokuskan pada penguatan sektor UMKM dan ketahanan pangan melalui parade budaya daerah, bazar kuliner Nusantara, serta forum diskusi kelompok bersama perwakilan 12 kementerian.

Dalam forum tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran produk melalui pasar konvensional, platform digital, hingga peluang ekspor. Mereka juga memperoleh edukasi tentang pengelolaan ketahanan pangan keluarga dan strategi penghematan kebutuhan rumah tangga.

Puncak kegiatan pada 1 Juni 2026 diwarnai pertunjukan pencak silat dari berbagai daerah, Pawai Obor Nasional bertajuk “Satu Obor, Satu Tekad” bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta workshop pembuatan lampu hias berbahan pipa pralon dan produk ramah lingkungan.

Sinda menegaskan bahwa Gema Pemuda 2026 dibangun sebagai ruang kolaborasi yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi muda Indonesia.

“Acara ini bukan untuk seremonial pejabat, tetapi untuk masyarakat. Kami ingin diskusi berlangsung santai, efisien, dan menghasilkan manfaat nyata. Pemuda harus bersatu tidak hanya dalam semangat, tetapi juga melalui karya yang bermanfaat bagi Indonesia,” pungkasnya. (hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju
Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total
Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum
Komisi III DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Koruptor Mulai Ketar-Ketir
FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia
PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira
Belum Sepekan, Pakuwon Mall Bongkar Kembali Padar Besi Setinggi 2 Meter
Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Menpora Buka Kejurnas Muaythai 2026, Yakin Muaythai Indonesia Akan Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Kartu Merah untuk Korps Adhiyaksa, IPPS Indonesia: Saatnya Kajagung Bersih-bersih Total

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Ajukan Praperadilan, Febrie Adriansyah Dituding Tengah Berupaya Lepas dari Jerat Hukum

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:55 WIB

FAST Indonesia Synergy: Kolaborasi Antarkementrian dan Lembaga Jadi Kunci Tata Kelola Sistem Pertanahan Indonesia

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:38 WIB

PLN UID Jakarta Raya Borong Predikat Platinum Indonesia Green Awards 2026 Lewat Konservasi Pulau Sabira

Berita Terbaru