Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

- Editor

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua umum korps alumni KNPI Jakarta Timur Amos Hutauruk

Ketua umum korps alumni KNPI Jakarta Timur Amos Hutauruk

JAKARTA, Mediakarya – Ketua umum korps alumni KNPI Jakarta Timur Amos Hutauruk, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyapa Kedutaan besar negara maju yang bertugas di Jakarta untuk membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya kalangan Gen Z Jakarta.

“Gen Z sudah pasti fresh graduate, siap bekerja dalam bidang apapun.
Apakah akan dilakukan rekrutmen bekerja di negaranya masing-masing, itu terserah para duta besar nantinya,” ujar Amos Hutauruk dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/7).

Menurut Amos banyak peluang kerja diberbagai bidang yang ada dinegara-negara maju.

“Pekerjaan seperti di perkebunan, industri otomotif, atau teknologi, itu semua tergantung kebutuhannya. Dan saya yakin pemuda Jakarta siap untuk bekerja keras menggapai cita-citanya,” ujarnya lagi.

Menurut Amos selama bekerja di luar negeri itu aman dan dijamin negara tentunya banyak Gen Z yang tertarik untuk berkarir di luar negeri.

“Saya yakin pemuda Jakarta akan sepakat dengan saya,” tegas Amos Hutauruk.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun menjadi 6,03 persen atau 334.000 orang pada Februari 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, pada Februari 2025, tingkat pengangguran di Jakarta adalah 6,18 persen atau 338.000 orang. Baca berita tanpa iklan.

Di sisi lain, jumlah warga yang bekerja di ibu kota kini mencapai 5,2 juta orang.

Pramono mengatakan, tingkat partisipasi angkatan kerja di Jakarta juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta yang menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026,” kata Pramono saat konferensi pers realisasi APBD Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Pramono, membaiknya kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari turunnya tingkat pengangguran terbuka.

Baca Juga:  Kemendikbudristek Sebut Media Sosial Penting Dalam Populerkan Tradisi

“Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin secara year on year menjadi 65,48 persen, dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62.180 orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penurunan angka pengangguran didukung berbagai program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja dan pelatihan keterampilan.

Salah satunya melalui program padat karya yang membuka 2.843 lowongan kerja di sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.

Selain itu, Pemprov DKI telah melaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMA atau sederajat dengan melibatkan 107 perusahaan. Pelatihan kerja reguler juga telah diikuti 630 peserta, sedangkan pelatihan melalui Mobile Training Unit (MTU) menjangkau 2.731 peserta.

Pramono menilai, bertambahnya jumlah warga yang bekerja jadi tanda ekonomi Jakarta bertumbuh. “Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta semakin sehat dan inklusif. Hal itu tidak hanya tercermin dari angka-angka makro, tetapi juga menghadirkan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” kata Pramono.

Ia menambahkan, Pemprov DKI akan terus melanjutkan program penempatan tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi.

Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta.

“Program-program kerja sama untuk mengirim ketenagakerjaan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Arab Saudi, dan sebagainya tetap akan kami lanjutkan. Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri,” ucap Pramono. (dri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”
TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng
Dihadapan Haji Ghoni Cs, Gubernur Pramono Berpesan Perkuat Peran Budaya Betawi Menuju Jakarta Kota Global
Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:58 WIB

PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:41 WIB

Menteri Transmigrasi Beri Pesan Khusus untuk Azka: “Zero Poverty, Belajarlah dengan Rendah Hati di Amsterdam”

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:19 WIB

TPS3R Prabu Recycle, Upaya Warga Kurangi Beban Sampah ke TPA Burangkeng

Berita Terbaru

Kantor Bank Indonesia  (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Diduga Ada Tekanan dari Istana

Senin, 27 Jul 2026 - 10:02 WIB

Ilustrasi (Foto: istiimewa)

Opini

Menakar Istilah “Londo Ireng” di Lingkungan Birokrasi

Senin, 27 Jul 2026 - 07:48 WIB