JAKARTA, Mediakarya – Ketua umum korps alumni KNPI Jakarta Timur Amos Hutauruk, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyapa Kedutaan besar negara maju yang bertugas di Jakarta untuk membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya kalangan Gen Z Jakarta.
“Gen Z sudah pasti fresh graduate, siap bekerja dalam bidang apapun.
Apakah akan dilakukan rekrutmen bekerja di negaranya masing-masing, itu terserah para duta besar nantinya,” ujar Amos Hutauruk dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (27/7).
Menurut Amos banyak peluang kerja diberbagai bidang yang ada dinegara-negara maju.
“Pekerjaan seperti di perkebunan, industri otomotif, atau teknologi, itu semua tergantung kebutuhannya. Dan saya yakin pemuda Jakarta siap untuk bekerja keras menggapai cita-citanya,” ujarnya lagi.
Menurut Amos selama bekerja di luar negeri itu aman dan dijamin negara tentunya banyak Gen Z yang tertarik untuk berkarir di luar negeri.
“Saya yakin pemuda Jakarta akan sepakat dengan saya,” tegas Amos Hutauruk.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, tingkat pengangguran terbuka di Jakarta turun menjadi 6,03 persen atau 334.000 orang pada Februari 2026.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta, pada Februari 2025, tingkat pengangguran di Jakarta adalah 6,18 persen atau 338.000 orang. Baca berita tanpa iklan.
Di sisi lain, jumlah warga yang bekerja di ibu kota kini mencapai 5,2 juta orang.
Pramono mengatakan, tingkat partisipasi angkatan kerja di Jakarta juga meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perbaikan kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka di Jakarta yang menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026,” kata Pramono saat konferensi pers realisasi APBD Triwulan II Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurut Pramono, membaiknya kondisi ketenagakerjaan juga tercermin dari turunnya tingkat pengangguran terbuka.
“Di sektor ketenagakerjaan, tingkat partisipasi angkatan kerja meningkat 0,08 poin secara year on year menjadi 65,48 persen, dengan jumlah penduduk bekerja bertambah 62.180 orang menjadi 5,2 juta orang bekerja di Jakarta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penurunan angka pengangguran didukung berbagai program yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap lapangan kerja dan pelatihan keterampilan.
Salah satunya melalui program padat karya yang membuka 2.843 lowongan kerja di sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota.
Selain itu, Pemprov DKI telah melaksanakan program magang bagi 1.000 lulusan SMA atau sederajat dengan melibatkan 107 perusahaan. Pelatihan kerja reguler juga telah diikuti 630 peserta, sedangkan pelatihan melalui Mobile Training Unit (MTU) menjangkau 2.731 peserta.
Pramono menilai, bertambahnya jumlah warga yang bekerja jadi tanda ekonomi Jakarta bertumbuh. “Peningkatan kesempatan kerja dalam kondisi ekonomi seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jakarta semakin sehat dan inklusif. Hal itu tidak hanya tercermin dari angka-angka makro, tetapi juga menghadirkan peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jakarta,” kata Pramono.
Ia menambahkan, Pemprov DKI akan terus melanjutkan program penempatan tenaga kerja ke luar negeri, seperti ke Jepang, Korea Selatan, Jerman, dan Arab Saudi.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Jakarta.
“Program-program kerja sama untuk mengirim ketenagakerjaan ke beberapa negara seperti Jepang, Korea, Jerman, Arab Saudi, dan sebagainya tetap akan kami lanjutkan. Karena itulah yang akan memberikan ruang dan juga pengalaman bagi para pekerja dari Jakarta untuk bisa secara langsung bekerja di luar negeri,” ucap Pramono. (dri)











