Aliran Kali Yang Jadi Sumber Air Baku Tirta Patriot Tercemar Dan Berbau

- Editor

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi air di Kali Baru, Kota Bekasi yang menjadi air baku Perumda Tirta Patriot menghitam dan berbau

Kondisi air di Kali Baru, Kota Bekasi yang menjadi air baku Perumda Tirta Patriot menghitam dan berbau

KOTA BEKASI, Mediakarya – Pelanggan Perumda Tirta Patriot patut mengeluh karena air baku mengalami pencemaran. Terlihat aliran air di Kali Baru, Kota Bekasi nampak menghitam.

Selain berdampak pada lingkungan sekitar, hitamnya air tersebut juga mempengaruhi baku mutu air bersih yang dikelola Perumda Tirta Patriot. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak mengonsumsi air tersebut sebagai air minum karena kualitas air bakunya telah mengalami penurunan signifikan.

Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ahmad Giri Widodo, menjelaskan pencemaran berasal dari wilayah hulu sungai di Kabupaten Bogor, tepatnya pertemuan Kali Cikeas dan Kali Cileungsi. Kondisi musim kemarau yang berkepanjangan memperparah pencemaran karena tidak ada pengenceran dari air hujan.

“Pada musim hujan pencemaran masih bisa berkurang karena ada pengenceran. Sekarang debit air kecil dan beban pencemarannya menjadi sangat tinggi,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 4 Agustus 2026.

Lanjut Giri, hasil pemantauan kualitas air bersama Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan kondisi air baku bahkan sudah berada pada kategori kelas 4, sementara standar air baku yang layak diolah menjadi air minum seharusnya berada di kelas 1.

Kondisi tersebut membuat proses pengolahan menjadi jauh lebih sulit. Perumda Tirta Patriot terpaksa menambah penggunaan aerator, bahan kimia, serta melakukan pemantauan kualitas air setiap hari agar pasokan air tetap dapat disalurkan kepada pelanggan.

Meski demikian, ia menegaskan air hasil produksi saat ini tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi sebagai air minum.

Baca Juga:  Gandeng PT Erescon, Sekber Wartawan Media Online Realisasikan 50 Unit Rumah Murah

“Untuk kebutuhan air minum saya tidak menyarankan, karena kualitas air bakunya memang sedang sangat buruk,” tegasnya.

Selain itu, perusahaan juga menerima banyak keluhan dari masyarakat. Salah satu yang paling sering disampaikan adalah munculnya rasa gatal setelah menggunakan air.

Tingginya kandungan bakteri dan amonia menjadi tantangan besar dalam proses pengolahan. Penggunaan klorin dalam jumlah berlebihan juga tidak dapat dilakukan karena berpotensi membentuk senyawa kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Ia menyebut, sebelum air baku berubah menjadi hitam, air hasil pengolahan masih berwarna kehijauan dengan tingkat warna mencapai sekitar 500. Dengan kondisi pencemaran saat ini, angka tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 700 sehingga kualitas air semakin sulit dipertahankan.

Meski secara kualitas belum ideal, distribusi air kepada pelanggan tetap dilakukan karena banyak warga bergantung pada layanan Perumda Tirta Patriot dan belum memiliki sumber air alternatif.

Sebagai langkah penanganan, Perumda Tirta Patriot akan menguji penggunaan teknologi biofilm untuk membantu mengurangi kandungan bakteri sekaligus menghilangkan bau pada air baku.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kualitas air. Namun kami juga memohon maaf kepada pelanggan karena kondisi air baku saat ini mengalami pencemaran yang cukup berat sehingga pelayanan belum bisa maksimal,” tandasnya.

Selain di Kali Baru, Kali Rawa Tembaga yang berlokasi di belakang kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga nampak menghitam dan berbau.  (Mame)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan
Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81
Dituding Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen, Manajer SPBU di Amandraya Malah Merespons Defensif
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Patroli Sat Samapta Polres Nias Selatan, Ciptakan Kamtibmas Kondusif

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:42 WIB

Polemik Lelang Proyek Jalan Lingkar Waduk Penjalin-Winduaji Brebes Masuki Babak Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Perkuat Sinergitas, Wakapolres Nias Selatan Hadiri Upacara Hari Jadi TNI ke-81

Berita Terbaru