Mengenal Sosok Brigjen Sumy Hastry, Pakar DNA Forensik Polri yang Kisahnya Diangkat ke Film

- Editor

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brigjen Sumy Hastry. (Foto: ist)

Brigjen Sumy Hastry. (Foto: ist)

JAKARTA, Mediakarya – DNA forensik menjadi salah satu metode ilmiah yang semakin penting dalam proses penegakan hukum. Teknologi ini dapat membantu aparat mengidentifikasi korban, mengungkap keterkaitan seseorang dengan tempat kejadian perkara (TKP), hingga memperkuat pembuktian dalam berbagai kasus kriminal.

Brigjen Pol dr. Sumy Hastry Purwanti, Sp.FM, DFM, mengatakan pemeriksaan DNA telah digunakan untuk membantu mengungkap beragam perkara, mulai dari pembunuhan, kekerasan seksual, pemalsuan identitas, hingga persoalan hubungan biologis.

Menurutnya, karakteristik DNA yang unik, konsisten, dan relatif stabil membuat teknologi tersebut memiliki peran penting dalam pemeriksaan forensik.

“Di ranah hukum global dan domestik, teknologi ini bertindak sebagai alat bukti mutlak. Akurasi DNA forensik sebagai alat bukti 99,99 persen,” kata Brigjen Hastry, Selasa (4/8/2026).

DNA Forensik dan Perannya dalam Penegakan Hukum

DNA atau Deoxyribonucleic Acid merupakan molekul yang terdapat di dalam sel makhluk hidup dan membawa informasi genetik. Karakteristik biologis tersebut membuat setiap individu memiliki profil DNA yang berbeda.

Brigjen Hastry menjelaskan, DNA dapat dianalogikan sebagai cetak biru biologis yang membawa informasi mengenai berbagai karakteristik tubuh manusia.

“Molekul unik ini bertindak sebagai buku petunjuk utama atau cetak biru yang mengatur seluruh fungsi tubuh, perkembangan sel, hingga penentuan sifat fisik seseorang seperti warna mata, jenis rambut, hingga golongan darah semuanya dikodekan di dalam molekul ini,” ujarnya.

Dalam bidang forensik, profil DNA digunakan untuk kepentingan hukum. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi korban, menghubungkan seseorang dengan TKP, maupun mengetahui keterkaitan antara barang bukti dan individu tertentu.

“DNA sangat berperan di dunia forensik karena memiliki keunikan, konsistensi dan kestabilan,” katanya.

Berbagai Sumber DNA Bisa Diperiksa

Material biologis manusia dapat menjadi sumber DNA dalam pemeriksaan forensik. Material tersebut dapat ditemukan pada tubuh maupun benda yang berkaitan dengan suatu perkara.

Beberapa sumber DNA yang umum ditemukan antara lain darah, saliva, rambut, sel epitel, serta jaringan tubuh. Jejak DNA juga dapat tertinggal pada benda yang bersentuhan dengan tubuh seseorang.

Dalam pemeriksaan forensik, kondisi tersebut dikenal sebagai DNA touch. Jejak tersebut dapat ditemukan pada berbagai benda yang disentuh, tergantung kondisi dan karakteristik tempat kejadian perkara.

Selain itu, jaringan otot, tulang, dan gigi juga dapat menjadi sumber DNA, terutama untuk proses identifikasi jenazah yang mengalami kerusakan berat akibat terbakar, membusuk, atau telah menjadi kerangka.

Keberadaan material biologis tersebut dapat membantu tim forensik memperoleh profil DNA yang kemudian dibandingkan dengan sampel pembanding.

Ada Tahapan Sebelum DNA Menjadi Bukti

Brigjen Hastry menegaskan bahwa hasil pemeriksaan DNA tidak serta-merta menjadi alat bukti. Terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui agar pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Tahapan tersebut mencakup pengambilan sampel, pemeriksaan di laboratorium, serta penyampaian keterangan ahli.

Pengambilan sampel dilakukan dengan prosedur tertentu untuk menjaga kualitas material biologis. Sampel selanjutnya diperiksa di laboratorium guna mendapatkan profil DNA yang dibutuhkan.

Baca Juga:  KPU: Debat Keempat akan Dilaksanakan di JCC

Hasil pemeriksaan kemudian dapat dijelaskan oleh ahli dalam proses hukum sesuai dengan kebutuhan perkara.

“Untuk menjadi suatu alat bukti forensik, ada beberapa rangkaian yang perlu dilakukan, yaitu pengambilan sampel DNA, pemeriksaan sampel DNA di laboratorium, dan pembuatan keterangan ahli. Setelah melalui tiga tahap tersebut, barulah DNA bisa menjadi bukti forensik,” jelasnya.

Perkembangan teknologi pemeriksaan DNA membuat metode tersebut semakin banyak digunakan dalam proses identifikasi dan pembuktian perkara pidana.

Perjalanan Brigjen Sumy Hastry di Dunia Forensik

Brigjen Sumy Hastry Purwanti merupakan salah satu dokter yang memiliki pengalaman panjang di bidang kedokteran forensik. Ia terlibat dalam berbagai proses autopsi dan identifikasi korban, baik dalam kasus kriminal maupun kecelakaan.

Kariernya di bidang forensik kemudian membawanya dipercaya menduduki jabatan Kepala Biro Kedokteran Kepolisian (Karodokpol) Pusdokkes Polri pada 2025.

Sebelum menekuni spesialisasi forensik, Sumy Hastry menyelesaikan pendidikan dokter di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, pada 1997. Ia kemudian melanjutkan pendidikan spesialis forensik di universitas yang sama dan menyelesaikannya pada 2005.

Pendidikan akademiknya berlanjut ke jenjang doktoral di Universitas Airlangga, Surabaya, yang diselesaikannya pada 2016.

Di lingkungan kepolisian, ia mengikuti sejumlah pendidikan, di antaranya SEPA Polri Angkatan V pada 1998, SELAPA Polri Angkatan XLII pada 2010, Diklat PIM II pada 2015, dan PKN Tingkat I pada 2020.

Bagi Brigjen Hastry, pekerjaan di bidang forensik tidak hanya berkaitan dengan mengetahui penyebab kematian. Identifikasi jenazah juga menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian kepada keluarga korban.

“Autopsi bukan sekadar mengurai kematian. Autopsi adalah cara untuk mencari keadilan. Setiap jenazah punya hak asasi untuk teridentifikasi,” tuturnya.

Kisah Brigjen Hastry Diangkat Menjadi Film

Perjalanan Brigjen Sumy Hastry selama sekitar 25 tahun di dunia forensik juga diangkat ke layar lebar melalui film Autopsy: Dead Body Can Talk.

Film tersebut mengangkat perjalanan dan pengalaman Brigjen Hastry dalam menjalankan tugas di bidang kedokteran forensik. Film tersebut direncanakan tayang pada 2026.

Profil Brigjen Sumy Hastry

  • Nama: Sumy Hastry Purwanti
  • Tanggal lahir: 23 Agustus 1970
  • Pangkat: Brigadir Jenderal Polisi
  • Jabatan: Karodokpol Pusdokkes Polri

Pendidikan

  • Profesi Dokter, Universitas Diponegoro, 1997
  • Spesialis Forensik, Universitas Diponegoro, 2005
  • Doktor, Universitas Airlangga, 2016

Pendidikan Kepolisian:

  • SEPA Polri Angkatan V, 1998
  • SELAPA Polri Angkatan XLII, 2010
  • Diklat PIM II, 2015
  • PKN Tingkat I, 2020

Tanda Jasa

  • SL Kestiaan 8 Tahun
  • SL Kebangkitan Sosial dalam Penanggulangan Tsunami dan Gempa
  • SL Kesetiaan 16 Tahun

Dengan perkembangan teknologi pemeriksaan DNA, metode forensik kini menjadi bagian penting dalam membantu proses identifikasi dan pengungkapan perkara. Bagi Brigjen Sumy Hastry, teknologi tersebut bukan hanya soal kecanggihan ilmiah, tetapi juga menjadi instrumen untuk membantu menemukan fakta dan memberikan kepastian dalam proses penegakan hukum.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tiga Surpres Mensesneg Kubur Operasi Politik Pemain Isu Pergantian Kapolri
Dinilai Mirip Jokowi, Publik Diminta Tidak Terjebak Gaya Pencitraan KDM
Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur
Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta
Bank Jakarta Jadi Energi Persija Buru Gelar Juara Liga Indonesia
Di Balik Layar Fashion Show: Satu Dunia, Beda Bidang
IPPS Indonesia: Penempatan Jabatan dari Unsur Keluarga Wali Kota Berpotensi Terjadinya Abuse of Power
Simulator Mistral Atlas, Inovasi Prajurit Arhanud TNI AD untuk Perkuat Kesiapan Tempur

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tiga Surpres Mensesneg Kubur Operasi Politik Pemain Isu Pergantian Kapolri

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Mengenal Sosok Brigjen Sumy Hastry, Pakar DNA Forensik Polri yang Kisahnya Diangkat ke Film

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Dinilai Mirip Jokowi, Publik Diminta Tidak Terjebak Gaya Pencitraan KDM

Minggu, 9 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Timnas Garuda Keok, Erick Thohir Didesak Mundur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Filosofi Sepak Bola Pelatih Persija STY Sejalan dengan Transformasi Bank Jakarta

Berita Terbaru