KOTA BEKASI, Mediakarya – Pertandingan padel menyemarakkan HUT RI ke -81, oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Olahraga yang memadukan unsur tenis lapangan dengan squash ini menjadi tontonan tersendiri.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Walikota Bekasi Abdul Harris Bobihoe ini memperebutkan piala Walikota dan diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan BUMD Kota Bekasi.
“Hari ini kita mulai untuk Patriot Merdeka Cup. Ini pertandingan padel antara OPD dan BUMD Kota bekasi. Diharapkan ini pertama tentunya untuk mengisi hari kemerdekaan,” kata Abdul Harris Bobihoe kepada media, Selasa 18 Agustus.
Lebih lanjut, Abdul Harris kembali mengungkap bahwa jelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat (Jabar), dimana Kota Bekasi menjadi salah satu tuan rumah utama, akan terus menggelorakan olahraga, termasuk Padel.
Walaupun termasuk pada olahraga baru di Indonesia, padel banyak diminati di kalangan masyarakat karena tidak terlalu menguras tenaga serta mudah dipahami.
“Ini luar biasa, yang mendaftar ternyata sangat banyak, jadi terlihat bahwa ini ada potensi ke depan bahwa olahraga ini sangat diminati. Olahraga ini santai, tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga, dan ini membuat orang suka. Disni menang silaturahmi dan happy -happy saja,” imbuhnya.
Jelang Porprov Jabar 2026, beberapa Cabang Olahraga (Cabor) menjadi andalan Kota Bekasi. Dari 47 Cabor yang dipertandingkan, kota Bekasi mengandalkan Cabor Beladiri dan Atletik.
Ketua Panitia, Pra Fitria Angela mengatakan bahwa Patriot Merdeka Cup diikuti 24 OPD dan BUMD yang berjumlah hampir sekitar 200 peserta.
“Masing-masing satu OPD itu ada ganda campuran, ganda putri dan ganda putra, dimana setiap pertandingan itu lamanya sekitar 25 menit,”ujar Pra Fitria Angela atau akrab disapa PIpit kepada media.
Pertandingan Padel itu akan berlangsung selama 3 hari yaitu sampai dengan tanggal 20 Agustus sampai dengan final. Banyaknya peserta yang mendaftar membuktikan bahwa minat terhadap olahraga Padel cukup tinggi.
“Memang semua antusias sangat luar biasa, dimana memang padel ini belum dikenal secara luas oleh masyarakat kita, mungkin masih tergolong asing. Tapi hari ini bisa kita buktikan 24 OPD semua rata-rata jago-jago ternyata,” imbuhnya.
Semoga, kata Pipit, kedepannya padel bisa diterima oleh masyarakat luas menjadi olahraga yang sama dengan olahraga sejenis yang telah eksis sebelumnya di Indonesia.
Tak lupa, Pipit juga mengapresiasi semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan ini termasuk oleh sponsorship yang telah mendukung event yang juga merayakan HUT RI ke-81.
“Terima kasih atas dukungan para sponsor yang telah berkenan mendukung kegiatan ini,” tutupnya.
Sejarah Olahraga Padel
Sejarah padel bermula pada tahun 1969 di Acapulco, Meksiko oleh Seorang pengusaha bernama Enrique Corcuera.
Padel pertama kali masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2010-an.
Olahraga ini diperkenalkan oleh komunitas ekspatriat asal Spanyol dan Argentina yang tinggal di Jakarta dan Bali. Olahraga ini kemudian baru populer pada 2021 sampai 2024 setelah viral di media sosial oleh beberapa publik figur.
Pada masa awal, fasilitas lapangan padel sangat terbatas dan hanya eksklusif di lingkungan tertentu. Padel mulai dimainkan dalam skala kecil oleh warga asing di Bali dan Jakarta. Bali menjadi gerbang utama penyebaran awal.
Tahun 2020–2022, Fasilitas modern seperti Verde Sports Hub mulai dibangun secara serius di tengah masa pemulihan pandemi.Minat masyarakat meningkat karena aturan padel lebih mudah dipelajari dan bersifat sosial. (Red)










