Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud

- Editor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi (Istimewa)

Ilustrasi (Istimewa)

JAKARTA, Mediakarya – Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus tewasnya Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai yang diduga dibunuh sesama anggota polisi.

Bharada Valdo ditemukan tewas pada Jumat (16/10/2026) di ruang pemadam kebakaran Markas Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara) Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan.

“Kami prihatin dan berduka atas tewasnya seorang anggota polisi yang diduga dilakukan rekan kerjanya. Kasus ini harus diusut sampai tuntas. Penyidik perlu memastikan apakah benar pelakunya hanya satu orang atau ada pihak lain yang turut terlibat,” ujar Abdullah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Legislator yang akrab disapa Abduh itu menegaskan pengungkapan kasus harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis bukti. Apalagi peristiwa terjadi di lingkungan institusi kepolisian yang seharusnya menjadi tempat penegakan hukum.

“Penyidik harus membangun perkara ini berdasarkan bukti yang kuat. Periksa seluruh saksi yang mengetahui atau memiliki informasi terkait kejadian, telusuri kronologi sebelum dan sesudah peristiwa, serta cocokkan keterangan yang diperoleh dengan hasil pemeriksaan forensik dan barang bukti,” katanya.

Ia meminta penyidik tidak hanya mengandalkan pengakuan terduga pelaku. Harus ada pencocokan dengan alat bukti, keterangan saksi, hasil forensik, hingga rekonstruksi kejadian.

Menurutnya, keterbukaan informasi sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Baca Juga:  Aksi Main Badminton, KAMPI Desak KPK Periksa Mantan Wali Kota Bekasi Terkait Dugaan Korupsi Alat Olah Raga

“Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terang mengenai kasus ini. Kepolisian perlu menjelaskan kronologi, motif yang terungkap, alat bukti yang ditemukan, serta bagaimana penyidik memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat. Transparansi penting agar tidak muncul spekulasi dan berkembangnya ketidakpercayaan masyarakat,” ujarnya.

Anggota DPR dari Dapil Jawa Tengah itu menilai kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut penegakan hukum, disiplin internal, dan integritas institusi kepolisian.

“Polisi memiliki tanggung jawab menegakkan hukum dan melindungi masyarakat. Karena itu, ketika ada anggota kepolisian yang diduga melakukan tindak pidana terhadap rekannya sendiri, penanganannya harus dilakukan secara serius dan tanpa pandang bulu. Jangan sampai institusi justru terkesan melindungi anggotanya yang terbukti bersalah,” katanya.

Diketahui, korban Laurentius Valdo Fernandez Lewai ditemukan meninggal dengan luka tembak dan luka akibat senjata tajam. Sejumlah barang bukti termasuk senjata api, sangkur, dan senapan telah disita. Seorang anggota Polri berinisial A.R telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Abdullah berharap penyidikan mengungkap secara menyeluruh mulai kronologi, motif, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Penuntasan kasus ini bukan hanya untuk memberikan keadilan bagi korban dan keluarga, tetapi juga untuk memastikan bahwa hukum ditegakkan secara adil dan akuntabel di lingkungan kepolisian,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IPW: Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat di 2026, Wasdal Atasan Mandul
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
Polres Nias Selatan Ringkus Pria Diduga Edarkan Narkotika
Dua Kader Keseret Suap ATR/BPN, GNK Sebut Golkar Terancam Kehilangan Suara di 2029
BPKN-RI Tagih Komitmen Polri Responsif dan Humanis di Kasus Loker Bodong Bekasi
Tabir Dugaan Suap Muktamar ke-35 NU Mulai Tersingkap, KPK Sita Rp250 Juta dari PCNU Nias
DPRD Kota Bekasi Soroti Tajam Loker Bodong, Minta Disnaker Tegas
Sentuh Hati Warga, Polres Nias Selatan Berbagi Kasih di Hari Jadi Ke-75 Humas Polri

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:43 WIB

IPW: Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat di 2026, Wasdal Atasan Mandul

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polres Nias Selatan Ringkus Pria Diduga Edarkan Narkotika

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Dua Kader Keseret Suap ATR/BPN, GNK Sebut Golkar Terancam Kehilangan Suara di 2029

Berita Terbaru