JAKARTA, Mediakarya – Fenomena polisi membunuh polisi di tubuh Korps Bhayangkara melonjak drastis. Indonesia Police Watch (IPW) mencatat, hingga Oktober 2026 angkanya meningkat dua kali lipat.
“Kalau setahun lalu jumlahnya hanya dua anggota Polri, saat ini bertambah menjadi empat anggota yang meninggal,” kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, dalam keterangan tertulisnya yang duterima Mediakarya di Jakarta, Selasa (21/10/2026).
Terakhir, Bharada Laurentius Valdo Fernandez Lewai asal Flores Timur, NTT, tewas ditembak sesama anggota di Markas Polairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat 16 Oktober 2026 pukul 05.30 WIB.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto membenarkan peristiwa tersebut. Ditreskrimum Polda Metro Jaya kini menahan tersangka Bharada Andika Rahmadani.
Deretan Kasus Sepanjang 2026
Sebelumnya, pembunuhan sesama polisi terjadi beruntun:
Juli 2026, Jambi: Brigadir Eko Winarno tewas dianiaya rekan-rekannya di kamar kosnya, Tanjung Jabung Timur, Sabtu dini hari 18 Juli 2026. Ditreskrimum Polda Jambi menetapkan 6 tersangka, yakni 5 anggota Polri Aiptu MA, Aipda EF, Bripka DHR, Brigadir UVS, Bripda EBD dan satu sipil berinisial B. Kelimanya sudah di-PTDH melalui sidang KKEP Bidpropam Polda Jambi 6–7 Agustus 2026.
April 2026, Kepri: Bripda Natael Simanungkalit, anggota Bintara Samapta Polda Riau, tewas dianiaya seniornya di Rusun Asrama Polda Kepri, Senin malam 13 April 2026 dan meninggal Selasa dini hari 14 April 2026. Empat seniornya Bripda Arawna Sihombing, Bripda Asrul Prasetya, Bripda Guntur Sakti Pamungkas, dan Bripda Muhammad Al-Farisi dipecat.
Februari 2026, Makassar: Bripda Dirja Pratama (19) tewas dianiaya juniornya Bripda Firman di Asrama Polisi Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Minggu 22 Februari 2026. Korban sempat dilarikan ke RSUD Daya Makassar dan dinyatakan meninggal. Pelaku ditetapkan tersangka dan dipecat.
Wasdal Gagal Total
IPW menilai rentetan kasus ini membuktikan pengawasan melekat sesuai Perpol 2 Tahun 2022 tidak berjalan.
“Karena pengawasan melekat tersebut harus dilakukan secara terus menerus oleh atasan langsung guna mencegah penyimpangan serta meningkatkan disiplin, etika, dan kinerja anggota Polri,” tegas Sugeng.
Fenomena ini melanjutkan tren kelam tahun-tahun sebelumnya:
2025 (2 korban): Brigadir Nurhadi dibunuh atasannya Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan Ipda Haris Chandra di kolam Villa Tekek Gili Trawangan 16 April 2025, dan Brigadir Esco Faska Rely dibunuh istrinya sendiri Briptu Rizka Sintiyani 24 Agustus 2025.
2024 (2 korban): Briptu Rian Dwi Wicaksono dibakar istrinya Briptu Fadhilatun Nikmah di Asrama Polres Mojokerto 8 Juni 2024, dan Kasat Reskrim Polres Solok Selatan AKP Ryanto Ulil Anshar ditembak Kabag Ops AKP Dadang Iskandar 22 November 2024.
2023 (1 korban): Bripda Ignatius Dwi Frisco tewas tertembak senjata rakitan Bripda IMS di Rusun Polri Cikeas Bogor 23 Juli 2023.
2022 (2 korban): Kasus pembunuhan Brigadir J Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga 8 Juli 2022, dan Aipda Ahmad Karnain ditembak rekannya Aipda Rudi Suryanto di Lampung Tengah 4 September 2022. (Edr)









