Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi

- Editor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

Kantor Pusat Badan Gizi Nasional (BGN) Foto: dok. Aditiya/Mediakarya

JAKARTA, Mediakarya – Politisi PDI Perjuangan Guntur Romli mengecam keras gaya ancaman Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono yang memberi ultimatum kepada pemerintah daerah soal pembentukan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Guntur, Mendagri dan Kepala BGN tidak perlu main ancam-ancam Pemda. MBG itu program pusat, BGN lembaga pusat, anggarannya APBN, dapurnya mitra BGN.

“Lalu kenapa yang diancam teguran justru kepala daerah yang dipilih oleh rakyat?” tegas Guntur dalam pernyataannya, melalaui akun pribadinya, seperti dikutip Mediakarya, Jumat (30/10/2026).

Guntur menyoroti pemberitaan media yang menyebut Mendagri memberi ultimatum seminggu, Pemda wajib membentuk Satgas MBG. Yang tidak patuh akan diumumkan ke publik dan dilaporkan ke DPRD.

“Gaya ancaman seperti ini tidak pantas dipakai terhadap pemerintah daerah yang dipilih oleh rakyat,” kata Guntur.

Ia menilai pemerintah pusat seenaknya melempar beban ke daerah, di saat transfer ke daerah sudah dipangkas hampir seperempat, dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang merupakan hak daerah dipotong hampir 70 persen.

“Daerah sudah megap-megap menggaji pegawai dan memperbaiki jalan, sekarang disuruh lagi membiayai satgas untuk program yang bukan miliknya. Dananya diambil, bebannya ditambah. Ini bukan koordinasi, ini pemerasan administratif,” sentak Guntur.

Baca Juga:  Biaya Politik Tinggi jadi Pemicu Maraknya Kepala Daerah Terjaring OTT KPK

Guntur menegaskan prinsipnya jelas dalam UU Pemerintahan Daerah: urusan yang ditugaskan pusat harus disertai pendanaan, uang mengikuti fungsi.

“Kalau pusat memberi tugas tanpa uang, itu bukan tugas pembantuan, melainkan pelimpahan beban. Daerah berhak bertanya, mana anggarannya, mana kewenangannya, dan siapa yang tanggung jawab jika anak-anak kembali keracunan MBG?” ujarnya.

Ia juga menyindir pernyataan Kepala BGN sendiri yang menyebut Satgas ini sebagai Kapolda-Kapolres.

“Kalau itu aparat, BGN bentuk dan biayai sendiri. Jangan pinjam tangan Pemda lalu cuci tangan,” kata Guntur.

Menurut Guntur, rakyat tidak butuh Satgas baru. Rakyat butuh keadilan. Puluhan ribu anak keracunan di seluruh negeri akibat MBG, tapi berapa yang sudah jadi tersangka?

“Nol. Yang ada hanya pencopotan kepala SPPG. Satgas tidak bisa menggantikan pidana. Kalau ada dapur yang meracuni anak-anak, tempatnya di pengadilan, bukan di rapat koordinasi,” tegasnya.

Guntur menilai Kepala BGN gagal menjalankan tugasnya lalu mencari kambing hitam lewat Mendagri.

“Pemda jangan diam. Tagih anggarannya, tagih kewenangannya, dan tolak menjadi tameng kegagalan pusat,” pungkas Guntur Romli. (Edr)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%
Dua Kandidat Mendaftar, Hanya Petahana Yang Lolos Verifikasi Balon Ketua Golkar Nias Selatan
PDIP: Wacana MBG Masuk Kurikulum Cuma Pengalihan Isu Keracunan 50 Ribu Anak
Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:52 WIB

Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma

Berita Terbaru