Indonesia Dorong Implementasi Penuh dan Efektif Kesepakatan Paris

- Editor

Senin, 11 Oktober 2021 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Pemerintah Indonesia mendorong penyelesaian berbagai isu yang masih menghalangi implementasi penuh dan efektif dari Kesepakatan Paris, menjelang penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim (COP 26) Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar di Jakarta, Senin.

“Penyelenggaraan COP 26 bulan depan akan menjadi titik tonggak pencapaian yang penting bagi dunia untuk mencapai kesepakatan dalam sejumlah permasalahan kunci, termasuk artikel 6 terkait kerja sama pasar dan non-pasar, pendanaan jangka panjang, dan lainnya,” kata Mahendra saat berbicara di Ambassadors Roundtable: Raising Ambitions for a Climate-Secure Future yang digelar oleh Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI).

Dia mengatakan bahwa isu-isu tersebut perlu diselesaikan tahun ini untuk memastikan adanya implementasi Kesepakatan Paris secara penuh dan efektif.

“Memang tantangan terbesar dalam Kesepakatan Paris adalah pemenuhan sarana implementasi, khususnya pembiayaan iklim dan kerja sama teknis. Tanpa kejelasan dan kemajuan dalam sarana implementasi, kita menghadapi risiko hilangnya kepercayaan dalam proses multilateral,” ujar Wamenlu yang dilansir dari antara.

Padahal, menurut dia, proses multilateral merupakan satu-satunya kerangka kerja nyata yang dapat digunakan untuk menangani perubahan iklim dan isu-isu global lainnya yang membutuhkan aksi terkoordinasi.

Baca Juga:  Dapat Nominasi Sebagai Pempimpin Terkorup, Jokowi: Yang Dikorupsi Apa?

Dia pun berharap agar gelaran Ambassadors Roundtable yang digelar oleh FPCI, yang melibatkan sejumlah duta besar negara-negara asing di Jakarta, dapat difokuskan kembali pada kepentingan bersama terkait perubahan iklim.

Dalam kesempatan itu, Wamenlu juga memaparkan upaya Indonesia bertransisi, dalam lingkup ekonomi, ke energi terbarukan dan untuk memitigasi berbagai krisis energi yang terjadi di berbagai penjuru dunia.

Di hadapan para perwakilan negara asing dia juga menjelaskan bahwa Indonesia telah berada di jalur menuju pencapaian target untuk mengurangi emisi karbon sebanyak 29 persen pada tahun 2030. Bahkan, menurut dia, angka yang dapat dicapai mungkin dapat melebihi target.

Capaian itu dapat mencapai 41 persen dengan dukungan internasional, kata dia.

“(Angka) 41 persen pengurangan karbon ini sama dengan mengurangi satu giga ton karbon dioksida dari atmosfer, artinya lima kali lebih besar dari target pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 200 juta ton, atau 50 persen, pada 2030,” kata Wamenlu.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun
Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal
Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Takziah SBY ke Rumah Duka Guruh Soekarno Putra Dinilai Jadi Sinyal Rekonsiliasi Politik
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Syarat Domisili dan Satu Periode Kepengurusan Jadi Sorotan, Ranny Fahd Arafiq Terancam Tak Lolos Bursa Ketua Golkar Kota Bekasi
Tag :

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 22:45 WIB

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 September 2026 - 22:40 WIB

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 September 2026 - 22:37 WIB

Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB

Lapas Cibinong (Foto: Ist)

Nasional

Temuan Kamar Mewah di Lapas Cibinong, FAST Indonesia Synergy Dorong Kajian Tata Kelola Pengawasan Pemasyarakatan

Senin, 28 Sep 2026 - 22:37 WIB

Sudin CKTRP Jakarta Timur meminta pengelola gedung memahami keandalan bangunan, SLF, pemeliharaan, serta kesiapsiagaan menghadapi risiko kebakaran. (Foto: Dri)

DKI

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 Sep 2026 - 17:53 WIB

Tumpukan sampah di TPST Bantargebang

Megapolitan

Perpanjangan PKS TPST Bantargebang Disorot, Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Minta Libatkan Masyarakat dan Aktivis

Senin, 28 Sep 2026 - 17:43 WIB