KOTA BEKASI, Mediakarya – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Jabar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menyoroti proses Musyawarah Daerah (Musda) Kota Bekasi yang penuh dinamika pada pelaksanaannya. Namun, dirinya menilai, hal inilah yang menjadi ciri khas dari Partai Golkar itu sendiri.
“Tapi saya yakin dengan kedewasaan, aturan yang dimiliki Partai Golkar yang memegang kepada sistem, bukan karena suka atau tidak suka, saya yakin Partai Golkar selalu mengedepankan aturan dalam pelaksanaan Musda, ada AD/ART, ada aturan organisasi yang harus ditaati,” tegas Ace.
Dengan demikian, kata Ace, jika hal ini dijalankan dengan baik oleh seluruh kader Partai Golkar, maka ada kondisi objektif yang tercipta.
“Untuk itu, saya meminta kepada Ketua terpilih waktu itu, untuk segera dilakukan pelantikan agar bisa menghentikan segala polemik yang ada,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Ace juga mengkritisi para kader Partai Golkar jika terus berwacana, terus berkonflik di dalamnya.
“Karena semangat dari HUT Partai Golkar yang ke-57 adalah kita harus bersatu dan kita harus menang, jadi sangat disayangkan jika masih ada kader Partai Golkar yang masih berwacana dan masih berkonflik,” kritik Ace.
Untuk itu, Ace menegaskan, bahwa tidak ada kepengurusan yang sah di Kota Bekasi kecuali dibawah kepemimpinan Ade Puspitasari.
“Saya tegaskan bahwa di Kota Bekasi kepengurusan yang sah hanya ada dibawah kepemimpinan Ade Puspitasari,” tukasnya. (apl)






