FPPU Minta Dibentuk Tim Khusus Untuk Pengawasan

- Editor

Rabu, 17 November 2021 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Penangkapan terduga teroris di Kota Bekasi, membuat sejumlah kalangan angkat bicara. Salah satunya datang dari Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren dan Ummat (FPPU) Kota Bekasi, Eri Mutawalli.

Kepada Mediakarya.id, Eri mengungkapkan, penangkapan terduga teroris yang juga merupakan pejabat di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sungguh sangat disayangkan.

“Sungguh sangat disayangkan. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya,” tegas Eri yang juga aktif sebagai Aktivis Pondok Pesantren Bekasi, Rabu (17/11/2021).

Ia mengatakan, kedepannya diharapkan agar MUI benar-benar bisa melakukan seleksi dalam kepengurusannya, minimal harus ada fit and proper testnya.

“Saya berharap, kedepannya MUI harus benar-benar menseleksi untuk perekrutan kepengurusannya, apalagi mereka benar-benar yang menduduki jabatan khusus,” pinta Eri.

Selain itu, dirinya juga meminta agar Pemerintah Daerah bersama stakeholder untuk aktif melakukan pendataan warganya secara menyeluruh.

“Pemerintah sampai tingkat Kelurahan, RT dan RW, harus benar-benar mendata warganya sebagai langkah antisipasi serta memaksimalkan wajib lapor bagi pendatang,” katanya.

Untuk tingkat pendidikannya sendiri, Eri meminta agar ada peyuluhan kepada siswa mengenai bahayanya terorisme maupun radikalisme, sehingga para siswa ini memiliki pemahaman akan hal tersebut.

Baca Juga:  Demokrat Peduli, Anak Buah AHY Bagikan Sembako di Kepulauan Seribu

“Di tingkat pendidikan juga perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai bahayanya terorisme dan radikalisme,” sambung Eri.

Untuk Kota Bekasi sendiri, Eri mengusulkan adanya pembentukan tim khusus dalam hal penanganan terorisme dan radikalisme di masyarakat.

Sehingga hal seperti ini bisa dicegah sedini mungkin dan jangan sampai membuat kita terlena akan isu-isu lain, tetapi terorisme dan radikalisme terlupakan di tengah masyarakat.

“Untuk Kota Bekasi sendiri, saya mengusulkan adanya pembetukan tim khusus dalam hal pencegahan terorismenya maupun radikalismenya, sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai sertifikasi ulama, Eri secara tegas mendukung langkah tersebut. Ia menilai, dengan adanya sertifikasi ulama maka akan memunculkan sosok ulama yang benar-benar menyebarkan dakwahnya secara damai, mengakui Pancasila serta mampu membawa masyarakat untuk mencegah ke dalam hal-hal yang memecah belah persatuan dan kesatuan.

“Saya sangat mendukung sekali karena ada fit and propertestnya, jadi para ulama bisa berdakwah dengan penuh kedamaian dan mencegah aksi tersebut,” tukasnya. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

IPPS Indonesia Cium “Bau Busuk” Pengelolaan Uang Kompensasi TPST Bantargebang
IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?
Jalan MT Haryono Kecamatan Setu Rusak Parah, Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi “Tutup Mata”
Dinilai Ada Kejanggalan, Wali Kota Bekasi Diminta Evaluasi Hasil Open Bidding Sejumlah Pejabat
Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove
Kapolrestro Bekasi Kota Berganti, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro Serahkan Tongkat Komando Ke Kombes Pol Putu Kholis Aryana
Perumda Dharma Jaya Kembangkan Kawasan Ciangir sebagai Pusat Penggemukan Sapi Terintegrasi
TCL Menjadi Bagian Narasi Spanyol Angkat Trofi Piala Dunia

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:27 WIB

IPPS Indonesia Cium “Bau Busuk” Pengelolaan Uang Kompensasi TPST Bantargebang

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:34 WIB

IPPS Indonesia: Penutupan TPST Bantargebang, Kenapa Berlarut-Larut?

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Jalan MT Haryono Kecamatan Setu Rusak Parah, Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi “Tutup Mata”

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Dinilai Ada Kejanggalan, Wali Kota Bekasi Diminta Evaluasi Hasil Open Bidding Sejumlah Pejabat

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:05 WIB

Usia 14 Tahun, IWO Mengisi Kegiatan Dengan Tanam Ribuan Mangrove

Berita Terbaru

Kantor Kejaksaan Agung (Ist)

Opini

Di Balik Jatuhnya Sang Jaksa dan Berkas yang Membeku

Minggu, 2 Agu 2026 - 12:43 WIB

Ratusan massa saat membakar sebuah gedung saat aksi kerusuhan di Agustus 2025 (Foto: Ist)

Headline

Akankah Peristiwa Agustus Kelam 2025 Bakal Terulang di 2026

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:12 WIB