KOTA BEKASI, Mediakarya – Penangkapan terduga teroris di Kota Bekasi, membuat sejumlah kalangan angkat bicara. Salah satunya datang dari Ketua Forum Pemberdayaan Pesantren dan Ummat (FPPU) Kota Bekasi, Eri Mutawalli.
Kepada Mediakarya.id, Eri mengungkapkan, penangkapan terduga teroris yang juga merupakan pejabat di lingkungan Majelis Ulama Indonesia (MUI), sungguh sangat disayangkan.
“Sungguh sangat disayangkan. Seharusnya mereka bisa memberikan contoh yang baik, bukan sebaliknya,” tegas Eri yang juga aktif sebagai Aktivis Pondok Pesantren Bekasi, Rabu (17/11/2021).
Ia mengatakan, kedepannya diharapkan agar MUI benar-benar bisa melakukan seleksi dalam kepengurusannya, minimal harus ada fit and proper testnya.
“Saya berharap, kedepannya MUI harus benar-benar menseleksi untuk perekrutan kepengurusannya, apalagi mereka benar-benar yang menduduki jabatan khusus,” pinta Eri.
Selain itu, dirinya juga meminta agar Pemerintah Daerah bersama stakeholder untuk aktif melakukan pendataan warganya secara menyeluruh.
“Pemerintah sampai tingkat Kelurahan, RT dan RW, harus benar-benar mendata warganya sebagai langkah antisipasi serta memaksimalkan wajib lapor bagi pendatang,” katanya.
Untuk tingkat pendidikannya sendiri, Eri meminta agar ada peyuluhan kepada siswa mengenai bahayanya terorisme maupun radikalisme, sehingga para siswa ini memiliki pemahaman akan hal tersebut.
“Di tingkat pendidikan juga perlu adanya sosialisasi dan edukasi mengenai bahayanya terorisme dan radikalisme,” sambung Eri.
Untuk Kota Bekasi sendiri, Eri mengusulkan adanya pembentukan tim khusus dalam hal penanganan terorisme dan radikalisme di masyarakat.
Sehingga hal seperti ini bisa dicegah sedini mungkin dan jangan sampai membuat kita terlena akan isu-isu lain, tetapi terorisme dan radikalisme terlupakan di tengah masyarakat.
“Untuk Kota Bekasi sendiri, saya mengusulkan adanya pembetukan tim khusus dalam hal pencegahan terorismenya maupun radikalismenya, sehingga bisa dicegah sedini mungkin,” tuturnya.
Saat disinggung mengenai sertifikasi ulama, Eri secara tegas mendukung langkah tersebut. Ia menilai, dengan adanya sertifikasi ulama maka akan memunculkan sosok ulama yang benar-benar menyebarkan dakwahnya secara damai, mengakui Pancasila serta mampu membawa masyarakat untuk mencegah ke dalam hal-hal yang memecah belah persatuan dan kesatuan.
“Saya sangat mendukung sekali karena ada fit and propertestnya, jadi para ulama bisa berdakwah dengan penuh kedamaian dan mencegah aksi tersebut,” tukasnya. (apl)











